Sejarah Persia dan Syi'ah di Aceh (IV:33)

in #ksi8 years ago

image
Pada tulisan ini saya akan coba menjelaskan tentang sejarah Persia dan Syi'ah di Aceh.sejauh ini ada dua pendapat yang mengemukakan tentang hal ini.pertama, pandangan yang mengatakan tidak adanya pengaruh Syi'ah di Aceh.Hal ini merujuk kepada kepada karya Azyumardi Azra yang mengatakan bahwa keberadaan Syi'ah di Aceh hanyalah mitos.kedua,para sarjana dari Aceh yang mengatakan bahwasanya Aceh adalah tempat pertemuan Antara Sunni dan Syi'ah.Dalam hal ini akan dipaparkan sejarah Syi'ah di Aceh melalui pendekatan sosial-sejarah dan sosial antropologi.setidaknya,kita tak bisa mempungkiri bahwasanya pengaruh dan tradisi Syi'ah Sangat kuat pada kerajaan Islam pertama di Aceh yakni peurelak dan samudra pasai.Disebutakan bahwa kedatangan Syi'ah di Aceh dikarenakan konflik yang terjadi pada era Makmun (167-219). khususnya peristiwa Muhammad bin Jakfar Shiddiq bin Muhammad Bakar bin'Ali Zainul Abidin bin Hassan bin 'Ali bin Abi Thalib yang menentang Khalifah Makmun.hingga pada akhirnya sultan meminta kelompok Syi'ah untuk menyebar ke kawasan lain seperti Hindia dan Asia tenggara.kelompok Syi'ah tiba di Peureulak pada 1 Muharram 225 dan mendirikan kerajaan Peureulak.
Sedangkan para sarjana lokal seperti A.Hajsimiy,Junus Djamil,dan Aboebakar Atjeh sepakat untuk berargumen bahwa terdapat aliran Syi'ah di Aceh.Hal ini sejalan dengan adanya beberapa pandangan yang mengatakan bahwa pada abad ke-17 Aceh mengalami keruntuhan dikarenakan persoalan Wahdatul wujud.Bahkan ada yang berpandangan bahwa konsep ini agak mirip dengan konsep hidden imam yang merupakan bagian dari pemikiran Syi'ah di Aceh.setelah era keruntuhan itu, adapun kelompok yang paling dominan di Aceh adalah dari kalangan Sunni.
Hingga saat ini,di Aceh masih terdapat kampung dan tradisi yang merupakan bagian dari pengaruh Syi'ah.Di Aceh Utara contohnya,masih ditemukan kelompok yang masih melestarikan tradisi Syi'ah.Mereka hidup dengan damai dengan Sunni tanpa ada konflik.kemudian di Pidie jaya,masih ditemukan kampung yang mirip dengan tradisi dan ajaran Syi'ah.Di Aceh jeumpa,tidak kalah dengan tempat lain masih terdapat kelompok yang masih memperingati beberapa ritus dan tradisi Syi'ah secara terbuka.Bahkan generasi muda Aceh yang melatarbelakangi Sunni pun ada yang pro-Syiah dan membela sekte ini dari dominasi kekuatan Sunni di Aceh.Mereka beranggapan bahwa Syi'ah merupakan Mazhab yang dinamis dan terkadang memberi mereka inspirasi dalam berfikir intelektual dan spiritual.Beberapa relasi menyatakan bahwa generasi muda yang Pro Syi'ah merupakan lulusan dari beberapa universitas di Iran.