Kamis yang dingin

Hagoe's Village: Sept, 17th 2026
Suasana di pagi ini terasa agak dingin karena hujan dengan intensitas sedang telah terjadi, baik kemarin pada sore maupun tadi malam di daerah tempat tinggal kami.
Sarapan pagiTadi malam aku juga memantau perkembangan kondisi hujan atau pun banjir di beberapa wilayah di sekitar tempat tinggal kami melalui live tiktok.
Ada beberapa daerah yang mengalami banjir karena hujan turun cukup deras di wilayah mereka. Rata-rata adalah daerah yang mengalami banjir parah pada akhir tahun lalu.
Sebelumnya wilayah mereka bukanlah daerah yang rawan banjir seperti halnya wilayah tempat tinggal ku. Tetapi setelah bencana hidrometeorologi tahun lalu, kini wilayah mereka sering mengalami banjir ketika musim penghujan tiba.
Ini menandakan bahwa lingkungan atau alam di sekitar wilayah mereka sudah rusak oleh deforestasi. Bagaikan bom waktu, kerusakan lingkungan atau deforestasi ini baru menunjukkan damage nya sejak akhir tahun kemarin di daerah mereka yang sebelumnya sangat jarang terjadi banjir.
Alhamdulillah, Untuk tahun ini wilayah kami belum terjadi banjir. Dan mungkin disebabkan oleh sudah berfungsinya Waduk Krueng Keureutoe di wilayah hulu, yang sedikit banyak bisa menghambat arus sungai dan air hujan yang banyak ke daerah hilir.
Meskipun tidak mengalami banjir, cuaca di pagi ini terasa lebih dingin. Dan aku pun segera bangun di awal pagi untuk melaksanakan sholat subuh dan kemudian menyiapkan sarapan pagi ku.
Aku orangnya anti ribet, yang praktis-praktis saja. Yang penting aku tetap sarapan walaupun hanya segelas kopi, sebutir telur dan sedikit tempe goreng.
Berangkat ke kantorRutinitas ku setiap paginya hampir selalu sama, mengingat aku adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.
Disisi lain aku punya hobby memelihara hewan dan juga berkebun (menanam tanaman). Jadinya sebelum berangkat ke kantor untuk melaksanakan tugas, terlebih dahulu aku harus membereskan peliharaan-peliharaan dan tanaman-tanaman kami.
Setelah semuanya beres, barulah aku berangkat ke kantor. Dan di pagi ini aku pergi ke kantor bersama dengan adikku dengan menggunakan motor saja.
Nasi gurihSaat tiba di Kota Lhoksukon, kami melewati Puskesmas Lhoksukon untuk membeli sejumlah cemilan dan juga nasi gurih pada pedagang yang berjualan didepan kantor Puskesmas Lhoksukon.
Kemudian segera menuju kantor Puskeswan yang terletak di desa Alue Buket Kecamatan Lhoksukon, dimana kami melaksanakan tugas seperti biasanya sebagai stakeholder peternakan dan kesehatan hewan.
Cemilan dan nasi gurih yang kami beli tadi saat berangkat ke kantor, menemani kami selama berada di kantor yang artinya kami tidak perlu keluar kantor ketika lapar atau ingin minum kopi, karena aku juga membawa kopi di dalam tumbler tadi.
Di ruang kerjaSelain melaksanakan tugas sebagai stakeholder peternakan dan kesehatan hewan, aku juga menyempatkan untuk membuat postingan ku saat berada di Kantor.
Aku juga terus memantau perkembangan kondisi sosial politik baik didalam maupun diluar negeri melalui aplikasi YouTube, dimana saat ini sedang gonjang-ganjing terkait pencopotan Menteri Keuangan Republik Indonesia (Purbaya Yudhi Sadewo).
Banyak pihak menganggap pencopotan Menteri Keuangan ini tidak etis disaat Sang Menteri sedang mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan DPD RI.
Belum lagi faktor pencopotan yang banyak disorot oleh masyarakat luas, dan ada tendensi pencopotan ini dikarenakan Sang Menteri sudah "mengusik" kepentingan orang-orang dekat istana.
Jadi, walaupun kita bekerja secara jujur, bersih dan profesional tetap saja kita dikalahkan dan disingkirkan bila mengganggu kepentingan oligarki dan lingkar kekuasaan.
Setelah pencopotan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewo, sang istri membagikan status di akun FB-nya yang menggambarkan kondisi Indonesia saat ini.
Emang negara kita tidak bisa diperbaiki. Kebanyakan orang jahatnya daripada yang jujur...😂 Begitulah status FB istri Menteri Purbaya, dimana aku sangat setuju dengan pernyataan itu.
Di warung kopiAku berada di kantor Puskeswan sampai menjelang tengah hari, dan kemudian kami meninggalkan kantor untuk pulang ke agar kami bisa makan siang dan melaksanakan sholat Zuhur.
Kami singgah di sebuah warung kopi yang ada didepan sekolahnya si kecil Alvira untuk ngopi sebentar sambil menunggu si kecil Alvira pulang sekolah.
Dan beberapa saat kemudian, kami pun pulang ke rumah setelah si kecil Alvira keluar dari pintu gerbang sekolahnya.
Membuat lanjaranAku makan siang bersama keluargaku dan kemudian melaksanakan sholat Zuhur di rumah saja. Dan kemudian aku hanya istirahat saja di rumah selama beberapa saat.
Menjelang sore, aku menuju halaman rumah kami untuk membuat lanjaran buat tanaman kacang panjang ungu yang ada di halaman rumah kami.
Kacang panjang ungu yang ku tanam dalam wadah Styrofoam ini sudah mulai memanjang, dan artinya akan membutuhkan tambahan lanjaran agar tumbuh lebih maksimal sampai nantinya berbuah.
Ngopi soreBeberapa saat kemudian turunlah hujan yang cukup deras di wilayah kami sehingga aku harus menghentikan kegiatanku di halaman rumah kami.
Begitu pun suara petir yang cukup keras menggelegar yang membuat kita takut berada di luar rumah.
Beberapa waktu yang lalu malah sempat terjadi musibah di kecamatan tetangga kami, dimana tiga orang pemain bola disambar petir saat berada di lapangan bola kaki.
Aku pun istirahat didalam rumah dan membuatkan kopi yang menemaniku disaat hujan yang turun di sore ini.
Olahraga bersama si kecilKetika hujan sudah mulai reda, kemudian aku menuju kantor Puskeswan Matangkuli untuk melengkapi presensi sore ku. Dan kemudian segera kembali ke rumah.
Sore ini si kecil Alvira mengajakku untuk berolahraga. Bosan katanya, nggak bisa kemana-mana karena hujan.
Akhirnya aku pun mengambil pecing yang ada di gudang belakang rumah kami dan kemudian menendang-nendang pecing tersebut bersama si kecil Alvira.
Mie baksoSementara istriku dan juga ibunya pergi berbelanja ke Simpang Rangkaya dengan menggunakan motor saat hujan sudah mulai reda.
Tidak lupa dia membawa pulang mie bakso untuk si kecil Alvira yang sedang berolahraga pada sore ini. Jadinya tambah karbo lagi, dong? 🤭
Biarlah. Namanya juga anak-anak....!
Makanan malamMenjelang magrib aku segera membereskan peliharaan-peliharaanku dan juga tanaman-tanaman yang ada di teras rumah dan tidak terkena air hujan.
Setelah selesai mandi dan membersihkan diri aku pun makan malam bersama dengan keluarga dengan menu yang telah disiapkan oleh istriku, yang salahsatunya adalah olahan rebung bambu yang aku petik kemarin.
Dan setelah selesai makan malam, aku pun bersiap-siap untuk melaksanakan sholat magrib di rumah saja, dimana hujan kembali terjadi di wilayah kami.
Foto @alipp26Usai sholat magrib, ponakan kami (@alipp26) mengirimkan voice note dan juga beberapa fotonya, dimana saat ini dia sedang mengikuti seleksi calon anggota TNI di Banda Aceh.
Saat ini dia sedang mengikuti pantukhir pusat sehingga tidak bisa leluasa untuk menghubungi kami. Dia hanya mengabari kondisinya melalui voice note dan juga fotonya saat berada di tempat pelaksanaan pantukhir.
Semoga dia bisa lulus untuk mengikuti pendidikan anggota TNI nantinya, yang menurut informasinya akan diumumkan pada tanggal 20 September mendatang.
Putu bambuMalam ini istriku menawarkan sejumlah cemilan putu bambu yang dibelinya tadi sore di Parang Sikureueng. Tetapi aku hanya mencicipinya sedikit saja karena aku menghindari makan banyak makanan di malam hari.
Apalagi jika makanan tersebut berbasiskan tepung dan juga manis, karena aku sedang melakukan pola makan untuk menurunkan berat badan ku.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75














