Hujan
Prosa_tanka
Tetesannya meriakkan kerinduanku padanya, yang tiada jeda melekat di dinding kalbu. Sedari dulu masih terekam indah dalam ingatan saat kita sepayung di deras hujan, tanganmu melingkar erat di pinggangku, begitu takutnya jika tetes hujan itu menyetuhku.
Dan kenakalanku membuatmu marah saat aku berlarian di antara anak anak hujan. Akhirnya basah dan tertawa bersama. Sungguh tak terlupakan hingga kini.
Hujan sepayung
Tangan memeluk pinggang
Indahnya rasa
Masihkah ada lain
Bila damainya hati
