Akhir pekan ku

Hagoe's Village: Jan, 31th 2026
Hari ini sudah memasuki akhir bulan Januari tahun 2026, yang menurut analisa dari banyak ekonom bahwa tahun 2026 ini adalah tahun yang SULIT bagi negara kami Indonesia.
Mengapa demikian? Banyak faktor yang mempengaruhi dan bisa memicu kondisi yang sulit tersebut bagi negara kami, baik faktor eksternal maupun internal.
Kondisi perekonomian dan politik global tentu akan memberikan pengaruh yang signifikan bagi Indonesia. Begitu pula dengan kondisi sosial politik dalam negeri serta beban rezim sebelumnya yang diwariskan kepada rezim saat ini.
Utang luar negeri yang cukup besar serta carut-marut tata kelola pemerintahan di hampir semua sektor menjadi masalah besar bagi Indonesia saat ini.
Pertumbuhan ekonomi berjalan lambat, penerimaan negara (pajak dan lain-lain) jauh menurun dan nilai tukar rupiah terhadap dollar sangat lemah. Bursa efek Indonesia pun mengalami goncangan dengan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang membuat harus dilakukan trading halt dua kali, yang salahsatu penyebabnya adalah penilaian negatif dari MSCI terhadap Indonesia, yang membuat investor global angkat kaki dari bursa Indonesia.
Dan kemudian berujung pada mundurnya direktur utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan juga Direktur utama OJK beserta 4 orang jajarannya, yang menurut info, sebenarnya dipaksa mundur oleh presiden.
Si kakak dan si kecil AlviraKondisi ekonomi yang begitu rupa tentu akan sangat berdampak bagi warga negara, terutama bagi golongan menengah dan masyarakat bawah, yang semakin tertekan dalam hidupnya.
Kebutuhan dan biaya hidup semakin tinggi, sementara penghasilan sangat terbatas, yang membuat banyak masyarakat "turun kelas", golongan menengah turun menjadi rawan miskin, dan golongan rentan miskin turun kelas ke bawah garis kemiskinan.
Kami sebagai Aparatur Sipil Negara, yang notabenenya dianggap sebagai golongan menengah menurut indikator Badan Pusat Statistik juga ikut merasakan dampak dari kondisi ini.
Kondisi demikian, sedikit banyaknya akan mempengaruhi motivasi kerja dari para ASN. Walaupun sejak awal kami sudah menyadari resikonya sebagai ASN.
Di akhir pekan ini tentu aku tidak masuk kantor, karena kami menganut sistem kerja lima hari. Berbeda dengan aktivitas sekolah yang masih menggunakan sistem enam hari kerja.
Karenanya, si kecil Alvira akan pergi ke sekolahnya di hari ini. Begitu pula dengan si kakak yang akan ke tempatnya mengajar di sekolah di hari Sabtu ini.
Membuat kopiSebelum melakukan kegiatan lainnya di pagi ini, aku turun ke dapur terlebih dahulu untuk membuatkan sarapan ku sendiri seperti biasa yaitu telur rebus dan kopi espresso panas tanpa gula.
Alhamdulillah stok bubuk kopi blend Arabica-Robusta (Arabica 70% dan Robusta 30%) masih ready di rumah sehingga aku tinggal memanaskan air dan kemudian membuat kopi espresso dengan menggunakan French press.
Menggali paritSetelah selesai sarapan pagi, aku memakai pakaian kerja dan segera menuju belakang rumah kami untuk melanjutkan kegiatan ku membereskan rumah kami pasca bencana ekologis yang lalu.
Yang aku maksudkan adalah aku akan melanjutkan untuk menggali parit buangan di belakang rumah kami yang sempat tertutup oleh endapan lumpur pada kejadian banjir di akhir bulan November tahun lalu.
Setelah sekian lama, parit ini belum bisa dituntaskan karena endapan lumpur tersebut konsistensinya masih lembek, walaupun dalam sebulan terakhir tidak turun hujan di wilayah kami.
Kondisi yang demikian membuat aku harus mencicil kegiatan menggali parit sesuai dengan kondisi yang memungkinkan. Dan hal itu memang cukup menguras energi ku, yang notabenenya juga memiliki stamina yang terbatas sesuai umur ku saat ini.
Ikan SaleeAku tidak mau memaksakan diri dalam bekerja membereskan rumah kami agar tidak menimbulkan dampak bagi kesehatan ku, yang malah menjadi kontra-produktif.
Setelah cukup berkeringat, aku pun berhenti menggali parit di belakang rumah kami, dan aku istirahat sebentar di teras rumah ibuku, dimana adikku sedang menyiangi ikan yang didapatkannya dari jaring ikan yang dipasang di sungai di depan rumah kami.
Pagi ini adikku hanya mendapatkan satu ekor ikan saja, dan segera dilakukan proses pengasapan bersama ikan-ikan yang didapatkan sebelumnya.
Di rumah adikBeberapa saat kemudian aku menuju rumah adikku, ketika tukang yang sedang membuat dapur rumah adik telah datang bersama seorang asistennya.
Ayah dan ibuku juga pergi ke rumah adikku untuk melihat kegiatan si tukang yang sedang membuat dapur rumah adikku.
Tukang sedang memasang batakoSetelah melakukan pengecoran fondasi beberapa hari yang lalu, hari ini tukang akan melanjutkan kegiatannya dengan melakukan pemasangan batako untuk fondasi dapur.
Fondasinya harus dibuat agak tinggi, karena wilayah kami adalah wilayah yang rawan banjir. Jadi bukan hanya fondasi biasa, tetapi harus dibuat fondasi dasar, di pasang batako dan dilakukan pengecoran balok tengah serta dilakukan pengurukan dengan tanah, yang menghasilkan fondasi yang lebih tinggi daripada fondasi normal.
Menu makan malamSetelah berada beberapa saat di rumah adik, aku pun pulang ke rumah untuk mulai mencicil membuat postingan ku.
Dan setelah selesai makan siang serta melaksanakan sholat Zuhur, aku hanya istirahat saja di rumah sambil melanjutkan membuat postinganku.
Menjelang waktu sholat ashar, aku menuju dapur kami untuk membantu istriku dan si kakak yang sedang menyiapkan menu makan malam kami.
Tadi pagi istriku sempat membeli udang pada pedagang ikan keliling yang lewat di depan rumah kami sehingga sore ini kami akan mengolah udang tersebut menjadi Kentang Kuah Santan plus udang dan tumis cabe ijo (telor puyuh, tahu, udang, telur).
Mandi di sungaiSetelah menyiapkan menu makan malam, kami pun segera melaksanakan sholat ashar. Dan kemudian kami menuju sungai di depan rumah kami.
Istriku ingin mencuci kain di sungai sekalian mandi sore di sungai di depan rumah kami. Dan setelah mencuci pakaian serta mandi sore di sungai, kami pun segera pulang ke rumah untuk bersiap-siap untuk melaksanakan sholat magrib di hari ini.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 










