Dari aktivitas dalam rumah hingga menemani paman dan duduk di cafe bersama sahabat Steemian
Salam hangat kepada teman-teman semuanya yang ada dalam platform ini, saya harap anda semua selalu dalam keadaan sehat dan baik-baik saja dalam menjalani berbagai rutinitas.
Cuaca ekstrem mulai terlihat di kawasan tempat tinggal saya, Dewantara, Aceh Utara. Hujan sudah tiga hari berturut-turut tak berselang, namun saya tidak tahu apa yang terjadi kedepannya. Minggu adalah hari saya libur di kampus dan semua aktivitas berkaitan perkuliahan saya tunda sejenak untuk beristirahat dan melakukan berapa banyak aktivitas lainnya di lingkungan rumah. Di awal pagi aku termenung memikirkan apa yang akan kulakukan pertama kali, beberapa pakaian kotor sudah tertumpuk di kamar, tugas kuliah juga ada, bertabrakan dengan jadwal kurator Steemcurator08 kala itu.
Meski keadaan hujan dan lembab saya mengutamakan cuci beberapa pakaian dulu karena sudah beberapa hari ini tak tercuci dengan alasan cuaca yang tak kunjung cerah. Saat itu pun langkah pertama dalam aktivitas saya adalah mencuci beberapa pakaian dengan mesin cuci.
Sekitar jam 9 pagi cuci pakaian selesai, suasana di luar terlihat hujan grimis yang tak kunjung berhenti. Aktivitas terus berlanjut di dalam rumah. Saya membuka laptop di sebuah meja dan melakukan kurasi setelah menunggu beberapa menit lagi power kurator penuh. Tanggung jawab sebagai kurator Komunitaa sampai selesai bekerja, aku memasukkan data dalam lembaran sheet.
Tak lama kemudian aku menutup laptop, paman Bakhtiar mengajak saya menuju ke rumah paman Mukasal Mina, katanya ada barang yang sudah di titip di sana. Aku dan paman Bakhtiar berangkat ke sana dengan sepeda motor. Sesampainya di sana ternyata barang itu adalah berupa baju dan celana.
Di kawasan dusun 3 saat itu air sudah mulai terendam di atas jalan, saya terus melanjutkan perjalanan, karena setelah mengambil baju di rumah Pakwamina, Paman Bakhtiar mengajak kunjung ke rumah temannya yang tidak jauh lagi berjarak dari rumah Pakwamina. Namanya Bang Wan, saat itu aku belum tau tujuan ke sini. Lorong menuju ke rumahnya sudah terendam air di jalan sudah sampai gatok kaki, efek hujan beberapa hari ini memang memberikan dampak yang sekarat bagi masyarakat, untuk hari-hari kedepannya saya juga tahu akan hujan lagi atau tidak.
Bersinggah di rumah teman Paman saya Bakhtiar
Paman saya mengajak ke sini ternyata adalah untuk mengambil batang pohon Rumbia untuk pakan bebek di rumah, bang Wan memiliki ternakan ayam yang lumayan banyak, kandangnya besar dan menampung ratusan ayam lebih di dalam kandangnya. Makanan yang di berikan cukup sederhana yaitu batang pohon rumbia yang sudah di garut atau di giling menjadi pakannya, selain itu bang Wan juga memberikan ubi kepada agamanya. Alasannya cukup sederhana yaitu karena biayanya yang lebih murah di bandingkan membeli pakan di pasar. Dengan pohon Rumbia dan buah ubi bang Wan langsung mengolahnya sendiri dengan mesin pembuatan pakan ayam sendiri.
Suasana di dalam kandang Ayam bang Wan
Ketika saya tiba mesin pengolahan pakan ayamnya sedang rusak, saat itu tukang sedang memperbaiki, aku memperhatikannya. Kemudian aku juga sempat melihat suasana di dalam kandang ayam yang diternakkan. Ayam-ayam peliharaannya ternyata adalah ayam ayam kampung biasanya, umurnya semua masih terlihat muda-muda mungkin baru sekitar beberapa bulan.
Sekitar jam 12:10 siang aku dan pamanku pulang dengan membawa beberapa kg pohon Rumbia yang belum di garut. Sesampainya di rumah meletakkan ke dalam kandang bebek. Pemandangan masih saja mendukung tak berubah dari tadi pagi. Setelah bersih-bersih di kamar mandi, suara azan terdengar dari Masjid. Sebelum ke masjid aku sempat buka handphone melihat notifikasi baru dari temanku di warung kopi. Kabarnya di warung kopi dan mengajakku duduk di sana.
Suasana di halaman Masjid Besar Bujang Salim
Pada saat menuju masjid aku langsung membawa laptop karena rencana selesai sholat langsung pergi ke warung kopi Ali Khupie. Pukul 13:20 aku di bawah hujan grimis melewati jalan Damai 1 untuk keluar ke jalan lintas Medan - Banda Aceh menuju ke Ali Khupie. Sesampainya di sana melihat beberapa sahabat Steemian duduk di sebuah meja, sebelumnya kami pun telah berkomunikasi. Mereka adalah Pak Muzakir, Waliyul dan bang Mudawali.
Mengerjakan tugas kuliah di Ali Khupie
Lalu aku duduk dan bergabung, sambil ngobrol ringan aku membuka tas untuk mengeluarkan laptopku. Aku memesan segelas kopi yang menemani ku saat nongkrong hari ini. Aktivitas di warung kopi berlangsung sampai sore. Alhamdulillah aku sempat menyelesaikan tugasku sore ini seperti menyelesaikan tuga Mata Kuliah Teknik Perawatan, sempat menulis postingan di Platform Steemit dan berbagi cerita dengan teman-teman Steemian.
Suasana sore ini di Ali Khupie
Kami duduk di sini hanya sampai pukul 16:40 sore, mengingat cuaca terlalu mendukung dan hujan grimis kami pun memutuskan pulang untuk menunaikan sholat ashar dulu di Masjid. Saat pulang aku dan teman-teman singgah di Masjid Besar Bujang Salim yang ada di Pusat Krueng Geukuh kecamatan Dewantara. Selesai menunaikan ibadah barulah kami melanjutkan perjalanan pulang ke rumah masing-masing.
Demikianlah tulisan yang dapat saya bagikan dalam perjalanan hari ini. Terimakasih banyak sudah hadir di postingan saya.
Salam @cymolan




Curated by : @ahsansharif
Thank you very much
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.