Alasan Hubungan Menjadi Renggang
Bagaimana hubungan antar manusia bisa menjadi renggang?
Ada yang bilang di dunia ini tidak ada pertemuan yang tanpa alasan, begitu pula dengan perpisahan.
Kalian perlahan menjauh, karena kalian telah tumbuh menjadi sosok yang tidak lagi saling memahami.

Benar, dari yang dulunya sangat dekat, hingga sekarang menjadi dingin dan asing.
Dari yang dulunya menceritakan segalanya, hingga sekarang tidak ada lagi yang perlu dibicarakan.
Seiring berjalannya waktu dan perubahan keadaan, sebenarnya semua itu ada tandanya.
Tanpa disadari, kolom chat yang dulunya paling mudah dibuka, sekarang justru menjadi yang paling sulit untuk sekedar menyapa.
Akhirnya, disadari bahwa rencana awal untuk bertemu sambil membawa keluarga, berubah menjadi alasan mengapa semakin jauh melangkah, semakin jarang berkirim kabar.
Bukan karena perjalanan terhalang ribuan gunung dan sungai, melainkan karena jarak antara hati yang terasa sejauh ujung dunia, meskipun tampak dekat.
Beberapa teman dimulai karena kesamaan frekuensi kalah karena jarak, dan berakhir karena perbedaan.
Orang yang memiliki frekuensi yang sama, meski harus melewati gunung dan lembah, pada akhirnya akan berkumpul bersama.
Orang yang medan energinya tidak cocok, meski dipaksakan menjadi teman, pada akhirnya akan menjauh juga.
Terakhir saya ingin katakan, menyeberang di perahu yang sama denganmu, namun saat sampai di dermaga, masing-masing ke jalannya.
Dalam perasaan orang dewasa, tetap bersama adalah sebuah keberuntungan, namun penyesalan adalah hal yang biasa.
Ketika hasil dari sebuah hubungan tidak sesuai harapan, menerima dengan lapang dada dan merindu dalam diam, adalah bentuk martabat yang seharusnya ada dalam sebuah hubungan.
Semoga kalian semua bersyukur atas setiap pertemuan dan menghargai saat ini.
Setelah melewati ribuan ombak kehidupan, semoga masih ada sahabat sejati disisi kalian.
Salam kompak selalu.
By @midiagam
