Belajarlah Seperti Cicak

in Steem SEA2 days ago

IMG_20260627_194520_133.jpg


Pernah perhatikan enggak, cicak cuma hidupnya ditembok, tapi kenapa makanannya serangga yang terbang. Kayak rejeki itu sesuatu yang secara logika enggak bisa dikejar. Tapi pernah enggak kamu lihat cicak mati kelaparan. Jarang sekali kan.

Jadi, kalau kamu merasa hidupmu sulit sekali, rejeki itu lagi jauh, dan sulit untuk dijangkau, tugas kamu cuma satu, tetap jalan sampai waktunya datang. Percayalah, kalau itu memang rejekimu, dia bakal datang dengan sendirinya, cepat atau lambat.

Itu karena cicak paham satu hal yang sering kita lupa,



IMG_20260627_194354_231.jpg

Rezeki bukan soal seberapa kencang kamu berlari, tapi seberapa sabar kamu bertahan di tempat yang benar

Cicak nggak punya sayap buat kejar lalat. Nggak punya kaki panjang buat lompat tinggi. Yang dia punya cuma dinding buat ditempel, ekor buat seimbang, dan lidah yang siap kapan saja.

Dia nggak buang energi buat ngeluh. Dia terima kondisinya. Lalu dia maksimal di situ. Nempel. Awas. Siaga.



IMG_20260627_194404_016.jpg

Begitu juga kita.
Kalau kamu merasa hidupmu sulit sekali sekarang, rezeki itu lagi jauh, dan sulit untuk dijangkau, berhenti dulu sejenak. Tarik napas.

Mungkin selama ini kamu capek karena terus-terusan terbang mengejar rejeki orang lain. Lihat tetangga naik mobil, kamu maksa beli mobil. Liat teman usaha lancar, kamu ikut-ikutan buka usaha padahal nggak paham ilmunya.

Padahal rezekimu nggak di langit sana. Rezekimu ada di “tembokmu” sendiri. Tembokmu itu bisa jadi skill yang kamu punya tapi belum diasah. Bisa jadi relasi baik yang belum kamu rawat. Bisa jadi kejujuran kecil yang kamu jaga tiap hari. Bisa jadi do'a tahajud yang kamu panjatkan saat semua orang tidur.

Tugas kamu cuma satu, tetap jalan sampai waktunya datang. Tetap nempel di tembokmu. Tetap jadi orang yang bisa dipercaya. Tetap belajar, walau pelan. Tetap berbuat baik, walau nggak ada yang lihat.

Karena percayalah, kalau itu memang rejekimu, dia bakal datang dengan sendirinya. Cepat atau lambat. Rejeki itu kayak lalat. Dia nggak bisa dipaksa hinggap. Tapi dia pasti hinggap kalau ada makanan di situ.



IMG_20260627_194350_626.jpg

Jadi, jangan sibuk ngejar lalatnya. Sibuk aja bikin “tembokmu” jadi tempat yang nyaman buat rezeki hinggap. Perbaiki niat. Perbaiki kerja. Perbaiki akhlak.

Ada 3 hal yang cicak ajarkan dan sering kita abaikan:

Pertama, jangan iri sama “sayap” orang lain. Burung punya sayap, cicak punya tembok. Keduanya sama-sama kenyang. Kamu nggak perlu jadi orang lain buat sukses. Jadilah versi terbaik dari dirimu sendiri. Rezeki kamu udah diukur, porsinya nggak akan ketukar.

** Dua, sabar itu bukan diam, tapi siaga.
Cicak kelihatan diam, padahal matanya awas ke segala arah. Begitu lalat lewat, srek! Lidahnya keluar. Sabar bukan berarti pasrah sambil rebahan. Sabar itu terus ikhtiar sambil nunggu waktu Tuhan yang paling pas.**

Tiga, rejeki datang saat kita nggak panik. Cicak nggak pernah lompat nggak jelas karena takut kelaparan. Dia tenang. Justru kepanikan yang bikin kita ambil keputusan salah: utang riba, kerja nggak halal, nipu orang. Padahal rejeki yang halal, walau sedikit, jauh lebih menenangkan.

Jadi untuk kamu yang lagi merasa,

Kok hidupku gini-gini saja

Lihat cicak di tembok rumahmu malam ini. Dia kecil, lemah, nggak punya apa-apa. Tapi dia tetap hidup. Tetap kenyang. Tetap jalani perannya.

Kalau cicak aja nggak mati kelaparan, masa kamu yang dikasih akal, tangan, dan doa, nyerah duluan?

Rejekimu lagi jalan ke arahmu sekarang. Mungkin mampir dulu ke orang lain biar kamu belajar sabar. Mungkin muter dulu biar kamu belajar bersyukur.

Tugasmu cuma satu, tetap jadi tembok yang kuat.

Salam kompak selalu.

By @midiagam