Bijak Dalam Introspeksi Diri

in Steem SEA14 hours ago

1709692218733.jpg


Apakah kamu masih menaruh harapan padanya?

Dulu aku tak mengerti, kenapa ikan begitu percaya pada air, tapi air malah merebusnya.

Kenapa daun begitu percaya pada angin, tapi angin malah meniupnya hingga jatuh.

Dan kamu dulu begitu percaya padanya, tapi dia tetap saja menyakitimu.

Coba pikirkan baik-baik, yang merebus ikan bukanlah air, melainkan api.

Yang merontokkan daun bukanlah angin, melainkan musim gugur.



IMG_20250817_181115_651.jpg

Yang menyakitimu juga bukan dia, melainkan perasaanmu sendiri yang berlebihan dan dipenuhi harapan sepihak.

Ekspektasi adalah sejenis kekerasan halus yang sangat samar, dan korbannya pun diri sendiri.

Sebenarnya seringkali, kita tidak bisa membedakan antara menuntut dari luar dan mencintai dari dalam.

Lalu dengan menggunakan cara yang kita inginkan untuk dicintai, kita membebankan harapan yang tidak realistis kepada orang lain.

Dalam buku, gagal menjadi manusia dikatakan, jika tidak ada kegembiraan yang berlebihan, maka tidak akan ada kesedihan yang mendalam.

Hubungan antar manusia, tidaklah seindah yang dibayangkan.

Tidak ada orang yang berkewajiban memenuhi ekspektasimu.

Alasan kenapa kamu merasa lelah batin dan menderita dalam hubungan, adalah karena kamu menyerahkan apa yang kamu inginkan kepada orang lain untuk mewujudkannya.

Jika tidak menuntut apa-apa, pasti akan pulang dengan hati yang puas.

Harus segera dan juga harus ikhlas dalam segala hal.

Cara terbaik melindungi diri sendiri adalah, aku sangat menghargaimu, tapi aku juga tidak takut kehilanganmu.

Terakhir aku ingin bilang, jangan berandai-andai, jangan memaksakan.

Semoga kalian semua bisa melihat kedalam untuk memperbaiki diri, mencari kedamaian dari dalam diri sendiri dan bijak dalam introspeksi.

Salam kompak selalu.

By @midiagam