Dampak Buruk Kenangan Pahit Masa Kecil

in Steem SEAyesterday

1000115160.jpg


Seringkali, orang yang enggak punya ingatan bahagia saat kecil, bukan karena hidupnya gelap, bukan karena enggak punya kenangan. Tapi karena sejak kecil, hidupnya diisi dengan bertahan. Bertahan supaya enggak merepotkan, bertahan supaya enggak dimarahi, dan bertahan supaya semuanya tetap aman. Bahagia buka prioritas, yang penting kuat.

Saat ditanya, waktu kecil, apa sih yang bikin kamu bahagia.



1000115161.jpg

Diam, bingung dan enggak tau harus jawab apa. Bukan karena enggak pernah bahagia, tapi karena dulu yang penting cuma satu, selamat.

Sampai suatu hari kamu sadar, kamu enggak tau lagi apa yang kamu suka, apa yang bikin kamu senang. Apa yang bikin hatimu ringan. Bukan karena hilang rasa, tapi karena dulu, merasakan rasa bukan pilihan aman.

Pelan-pelan ya, kamu hidup dan boleh merasa aman sekarang. Kamu boleh mulai dari hal kecil yang dulu rasanya “enggak penting”.

Secangkir kopi pagi yang nggak buru-buru diminum. Lagu lama yang tiba-tiba bikin dada hangat. Jalan sore tanpa tujuan, cuma buat merasakan angin nempel di kulit.

Rasa-rasa itu dulu kamu tahan, sekarang kamu boleh izinkan dia datang lagi. Enggak ada yang akan marah sama kamu kalau kamu ketawa terlalu keras. Eggak ada yang akan bilang kamu merepotkan kalau kamu minta waktu buat diri sendiri.

Menyembuhkan bukan berarti mengingat semua luka. Kadang menyembuhkan cuma berarti, belajar merasakan hal baik tanpa takut itu akan diambil lagi. Kamu nggak terlambat. Hati yang lama nggak dipakai buat bahagia, bukan berarti rusak.
Dia cuma nunggu diizinkan buat hidup lagi.

Jadi kalau hari ini kamu cuma bisa duduk diam dan merasakan tenang selama lima menit, itu sudah cukup. Itu sudah kemenangan. Karena dulu kamu bertahan supaya selamat, dan sekarang kamu hidup supaya bisa merasa. Pelan-pelan aja. Kamu enggak sendiri di jalan pulang ke dirimu sendiri.

Salam kompak selalu.

By @midiagam

Sort:  
Loading...