Definisi Keluasan Cara Pandang
Apa yang dimaksud dengan keluasan cara pandang. Di hadapanmu ada sebuah cangkir. Jika kamu menggunakannya untuk minum air, ia menjadi gelas minum. Jika kamu menggunakannya saat merokok, ia menjadi asbak. Jika kamu menggunakannya untuk menaruh bunga, ia menjadi vas bunga. Cangkir itu sendiri pada dasarnya bukanlah apa-apa, inilah yang disebut hakikat kekosongan. Kamu menggunakannya untuk apa, maka itulah fungsi dan maknanya. Ini disebut pemanfa'atan yang bijak sesuai keadaan.

Jika kamu bersikeras bahwa benda itu harus selalu dianggap sebagai cangkir, ini disebut kemelekatan pada wujud. Demi mempertahankannya, anda tidak segan-segan berdebat dan membantah orang lain. Ini disebut sikap keras kepala, hasilnya dari perdebatan tersebut muncul emosi dan caci maki, ini disebut penderitaan. Pada akhirnya, anda merasa antipati terhadap orang tersebut, inilah yang disebut prasangka. Kemudian anda pun akan mengerti bahwa dalam dunia yang kamu alami, sebenarnya persoalannya bukanlah orang lain, melainkan dirimu sendiri. Selama kamu ada, dunia yang kamu alami pun ada bersamamu. Ketika kamu telah tiada, dunia yang kamu alami pun ikut lenyap. Orang-orang itu, segala persoalan yang membelit itu, segala keterikatan itu dan segala keinginan untuk mengendalikan, semuanya hanyalah berbagai konflik yang muncul dari dalam hati diri anda sendiri. Maka kamu pun kembali memahami, pada hakikatnya tidak ada sesuatu pun yang perlu dilekati. Lalu darimana debu dapat menempel. Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan keluasan cara pandang. Keluasan cara pandang adalah kerangka yang kamu gunakan untuk memahami dunia. Ia menentukan seberapa luas sudut pandangmu dalam menghadapi suatu masalah. Ia juga merupakan kelapangan hati dalam menerima orang dan berbagai persoalan kehidupan. Ia bukanlah sekedar sebuah teknik, melainkan sebuah tingkat kedewasaan dan keluasan batin. Gunung yang tinggi membuatmu merasa bulan tampak kecil. Padahal sebenarnya bulan tidaklah sekecil itu.

Ketika air surut, batu pun terlihat muncul dipermukaan. Padahal baru itu sama sekali tidak berpindah. Karena, itu teman-teman, orang yang ingin mengerjakan perkara besar harus terlebih dahulu mementingkan keluasan cara pandangnya. Jika ingin tumbuh menjadi pohon besar, jangan sibuk bersaing dengan rerumputan. Seorang jenderal memiliki pedang, tetapi tidak menggunakannya untuk menebas lalat. Posisi yang berbeda lebih baik sedikit bicara. Pemahaman yang berbeda tidak perlu diperdebatkan. Prinsip hidup yang berbeda berdebat panjang hanya akan membuang tenaga dan kata-kata. Ketika bertemu orang yang membawa pengaruh buruk, segeralah membatasi kerugian dan menjauh. Ketika menghadapi perkara yang buruk dan tidak bermanfa'at, segeralah melepaskan diri. Ketika kamu mampu memandangnya dengan lebih ringan, keberhasilan maupun kegagalan hanyalah bagian dari perjalanan hidup. Ketika cara pandangmu sudah lebih tinggi, kamu akan melihat bahwa banyak jalan dapat membawamu ke tujuan.
Terakhir, saya ingin mengatakan, ketika air bertemu batu, ia mengalir memutarinya. Ketika bertemu tempat yang dalam, ia akan berkumpul dan menggenang. Ketika bertemu hawa dingin, ia membeku menjadi es. Ketika bertemu kehangatan, ia kembali mencair. Ia tidak memaksa diri untuk menang sesaat, tetapi terus mengalir menuju tempat yang jauh. Air yang mengalir tidak berebut untuk menjadi yang paling depan, yang dijaganya adalah agar terus mengalir tanpa henti.
Salam kompak selalu.
By @midiagam

The first one looks so beautiful
Thanks you.