Dengar Kata Hatimu, Bukan Orang Lain
Apa makna dari kehidupan?
Ini adalah jawaban terbaik yang pernah saya dengar, bukan untuk apa-apa, dan tidak demi apapun.
Hidup itu sendiri hanyalah sebuah eksistensi manusia. Sama seperti seekor ikan, sebatang pohon, atau seekor kumbang.
Kita lahir ke dunia ini, kita mengonsumsi materi, mengubah beberapa materi disekitar kita, lalu pada akhirnya kita pergi meninggalkan dunia.
Jika demikian, bagaimana seharusnya kita menghadapi kehidupan yang tampaknya tidak bermakna ini?

Kita layaknya lalat, capung, yang menumpang diantara langit dan bumi, sekecil sebutir biji-bijian di samudra yang luas, meratapi hidup kita yang hanya sekejap, dan mendambakan sungai yang mengalir tanpa ujung.
Diantara langit dan bumi, manusia sekecil debu, bagi sejarah, hidup manusia hanyalah sekejap mata.
Dalam kehidupan, entah itu sukses besar dan terkenal, ataupun hidup biasa-biasa saja tanpa prestasi, pada akhirnya tak seorang pun bisa lolos dari kejamnya waktu dan kikisan masa.
Bunga mekar bukan agar ada yang memujinya, karena mekarnya bunga itu sendiri adalah maknanya. Begitu pula dengan kehidupan. Hidup itu sendiri sudah merupakan makna yang sangat besar.
Merasakan hujan di malam hari, bermandikan hembusan angin sepoi-sepoi, memandangi bintang-bintang, melihat matahari terbenam.

Diantara setiap tarikan dan hembusan nafas, itulah keseluruhan dari kehidupan kita. Tidak ada seorang pun yang kebal dari kebingungan dan kekhawatiran di dunia ini.
Segala sesuatu di dunia ini tidaklah abadi, lebih banyak penderitaan daripada kebahagiaan.
Seringkali, kita selalu berpikir bahwa kita hanya bisa bahagia jika terbebas dari penderitaan. Padahal, kita tidak tau bahwa penderitaan dan kebahagiaan, keduanya adalah proses pendewasaan diri.
Hiduplah disaat ini, dan nikmatilah hidup. Lakukan yang terbaik dari apa yang kamu bisa, dan hargai batas kemampuanmu pada hal yang tidak kamu bisa.
Gunakan hatimu untuk merasakan pasang surutnya kehidupan ini. Atur pola pikirmu dengan baik, kurangi membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain, dan perbanyaklah bersyukur, jika kamu berbuat baik pada dirimu sendiri.
Jadi, kejarlah makna yang ada didalam hati kalian, bukan makna yang dianggap benar oleh orang lain. Selama kalian menikmati moment saat ini, bagi kalian, itu sudah sangat bermakna.
Salam kompak selalu.
By @midiagam

I love how you're using nature imagery to illustrate the fleeting nature of human existence, it really adds depth to your thought-provoking questions. Your writing is beautiful and evocative, keep exploring these themes! 🐝💫🌎