The diary game (06-02-2026)The joys and sorrows of life with my child after losing my parents🧚🥀

in Steem SEA11 days ago (edited)
Assalamualaikum teman-teman steemit semua, selamat pagi. Apa kabar kalian hari ini? Semoga semua teman-teman steemit selalu diberikan kesehatan dan kabar yang baik. Bertemu kembali dengan aku @Suryanii, hari ini aku ingin menceritakan tentang seorang ibu dan anak.

IMG_20260206_081112.jpg
Aku dan anakku tercinta

Aku kehilangan ibu kandungku tercinta disaat aku berumur 15 tahun. Disaat itu duniaku begitu hancur karena aku masih sangat membutuhkan sosoknya dihidup aku. Seiring berjalannya waktu, akhirnya aku menjalani hidupku bersama ayahku dan juga adik-adikku.

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana beratnya hidup tanpa adanya seorang ibu. Tapi aku bisa melewati semuanya karena aku memiliki seorang ayah yang berperan sebagai ibu dan ayah didalam hidupku.

Mengingat tentang ayah, bagiku ayah aku adalah lelaki sejati dan sangat-sangat bertanggungjawab terhadap anak-anaknya. Bahkan setelah kami kehilangan ibu kami di tahun 2015. Ayah kami masih tetap memilih fokus menjaga anak-anaknya ketimbang menikah lagi.

IMG20260206080241.jpg
Penuh suka dan duka

Umurku beranjak 20 tahun, aku menikah dan aku melahirkan seorang anak laki-laki. Dialah anakku yang bernama mubarak, dia lahir ditahun 2020. Saat itu, aku melahirkan anakku, merawat dan mendidiknya seorang diri.

Aku bahkan sedikit iri kepada orang-orang yang melahirkan ditemani dan dirawat oleh ibunya. Tetapi, aku sedikit terkesan karena aku memiliki ayah yang begitu perhatian membantu aku merawat anakku.

Seiring berjalannya waktu, anakku berusia 4 tahun. Setelah aku merayakan ulangtahun anakku ke 4 tahun dibulan 5 tahun 2025. Acara hari itu terasa begitu mudah berjalan dengan lancar. Doa dihari ulangtahun anakku waktu dibacakan oleh ayahku.

Kemudian berjalan dua bulan setelah anak aku ulang tahun ke 4 tahun. Tanggal 2 juli 2024 aku kehilangan sosok ayahku😌. Ternyata ayah aku menyusul ibu aku di surga. Ditahun 2024 adalah antara suka dan duka yang sangat dalam yang aku rasakan.

Terasa hidup aku terhenti dengan kepergian ayahku tercinta. Seiring berjalannya waktu, suamiku menguatkan aku dan memberi perhatian yang tidak dari biasanya. Aku tidak boleh terus menerus merasa hidup terhenti, karena ada anak yang harus aku jaga dan aku didik.

IMG20260206075418.jpg
My angel child

Waktu terus berjalan, aku benar-benar merawat dan mendidik anakku seorang diri. Aku selalu berusaha dan belajar agar bisa menjadi ibu yang baik dan bisa memahami anakku dengan baik. Sangat sulit hidup tanpa ada seorang ibu dan ayah di hidupku, tapi aku belajar ikhlas dan belajar sedikit demi sedikit untuk menerima keadaan.

Aku sangat mencintai anakku dan aku akan merawatnya sebagaimana ibuku dan ayahku merawat ku dulu. Mungkin sekarang ini aku masih bukan ibu yang sempurna untuk anakku. Ada emosi yang masih belum bisa aku kontrol ketika aku marah. Akan tetapi, setiap apapun masalahnya aku selalu berusaha untuk positif thinking. Agar aku dapat menjalani kehidupan ini dengan baik.

Untuk anakku, jadilah anak yang baik dan anak yang membanggakan orangtuamu. Apapun akan aku lakukan untukmu dan demi kamu, asal itu untuk hal baik. Aku sekarang menjalani hidupku dengan penuh semangat. Karena setiap melihat wajah anakku semangatku selalu ada apa diriku.

Baik, sekian dari diary aku hari ini semoga berkesan untuk kalian yang mempunyai posisi yang sama sepertiku. Terimakasih banyak buat teman-teman steemit yang sudah selalu mendukung aku dan berkunjung di blog aku.

Jangan lupa voted, like, comment dan share ya teman-teman steemit ku semua ☺️ bye.

Best Regard @Suryanii