Warisan di Ladang Gandum

in #steemexclusive10 months ago

istockphoto-1404613682-612x612.jpg


Di sebuah ladang gandum yang luas, Pak Ramon, seorang petani tua dengan wajah berkerut karena perjalanan waktu, duduk di atas traktornya. Topi jerami yang menutupi kepalanya sedikit miring, melindunginya dari teriknya matahari sore. Tangannya yang kasar dan penuh pengalaman menggenggam tuas, memastikan mesin tetap berjalan dengan baik.

Musim panen telah tiba, dan itu adalah saat yang paling sibuk baginya. Sejak pagi, ia sudah bekerja keras mengoperasikan traktor dan memastikan gandum yang telah matang dapat dipanen dengan baik. Mesin pemanen kuning di belakangnya telah bekerja tanpa henti, menuangkan butiran gandum ke dalam gerobak. Di kejauhan, garis pepohonan hijau membingkai cakrawala, menciptakan pemandangan yang indah dan menenangkan.

Pak Ramon menghela napas panjang, menyeka keringat di dahinya dengan lengan bajunya. Ia mengingat masa-masa ketika ia masih muda, bekerja di ladang bersama ayahnya. Dulu, semua dilakukan dengan tangan, tanpa mesin modern seperti sekarang. Namun, meskipun teknologi telah membantu meringankan pekerjaan, cinta dan dedikasi pada tanah tetap sama.

Sore mulai menjelang, langit perlahan berubah warna menjadi jingga keemasan. Ia tersenyum puas, melihat hasil kerja kerasnya hari itu. Baginya, bertani bukan sekadar pekerjaan, melainkan warisan yang harus dijaga. Dengan hati penuh syukur, ia menyalakan mesin traktor dan bersiap untuk kembali ke rumah, di mana keluarganya telah menunggu dengan hidangan sederhana yang selalu menghangatkan hati.