📚 SERIES: CHILDHOOD STORIES Part 1 :Growing up in simplicity, shaped by movement, family, and quiet lessons
Kenangan Masa Kecil yang Tak Pernah Aku Upload, Tapi Selalu Aku Simpan
[EN] A Childhood Memory I Never Uploaded, Yet Always Keep Inside
🇮🇩 Bahasa Indonesia
Tidak semua kenangan masa kecil perlu diunggah ke media sosial.
Sebagian cukup disimpan—diam, sederhana, namun membentuk siapa diri kita hari ini.
Aku lahir di Solok, Sumatra Barat, dari sebuah keluarga sederhana. Aku adalah anak kelima dari tujuh bersaudara—empat laki-laki dan dua perempuan. Hidup kami jauh dari kata mewah, tetapi rumah kecil itu selalu penuh suara dan cerita.
Kedua orang tuaku bekerja sebagai pedagang keliling. Karena pekerjaan itulah, kami tak jarang berpindah tempat. Selama masa sekolah, tiga kali aku pindah rumah, dan secara otomatis aku pun harus pindah sekolah. Setiap perpindahan memaksaku belajar beradaptasi: meninggalkan teman lama, mengenal lingkungan baru, dan membangun keberanian dari awal.
Sejak lahir hingga usia sepuluh tahun, Solok adalah dunia kecilku. Aku bersekolah di SD Inpres yang letaknya tak jauh dari rumah. Hari-hariku kuhabiskan seperti anak-anak lain: bermain tanpa banyak pikir, tertawa lepas, dan merasa waktu berjalan begitu lambat.
Terkadang aku terlalu asyik bermain hingga lupa pulang. Di saat seperti itu, ibuku akan memarahiku. Dulu aku menganggapnya sebagai kemarahan. Kini aku mengerti—itu adalah bentuk perhatian. Ia bukan membatasi kebahagiaanku, tetapi menjaga agar aku tetap ingat pada rumah dan waktu.
Kenangan-kenangan itu tak pernah aku dokumentasikan.
Tak ada foto. Tak ada video.
Namun justru dari sanalah aku belajar tentang kesederhanaan, kebersamaan, dan arti pulang.
Apakah masa kecilmu juga penuh kenangan sederhana yang tak pernah terdokumentasi?
✨ Bagikan ceritamu di kolom komentar. Mari saling membaca dan belajar.
🇬🇧 English Version
Not every childhood memory needs to be uploaded.
Some are meant to stay quietly—simple, unseen, yet deeply shaping who we become.
I was born in Solok, West Sumatra, into a humble family. I am the fifth of seven siblings—four brothers and two sisters. We didn’t have much, but our small home was always filled with voices and shared moments.
My parents worked as traveling vendors, which meant moving was part of our life. During my school years, we moved houses three times, and each move meant starting over at a new school—leaving friends behind and learning how to adapt again.
From birth until the age of ten, Solok was my entire world. I attended a nearby public elementary school (SD Inpres). Like most children, my days were filled with play, laughter, and simple joys that made time feel endless.
Sometimes I stayed out too long, lost in play. That was when my mother’s scolding awaited me at home. Back then, it felt like anger. Now I understand—it was care. She wasn’t limiting my happiness; she was teaching me responsibility and reminding me where home was.
Those memories were never recorded.
No photos. No videos.
Yet they quietly taught me about simplicity, togetherness, and the meaning of home.
Did your childhood also hold simple memories that were never recorded?
✨ Share your story in the comments. Let's read and learn from each other.