Apa arti steemit bagi penulis (saya)?
Padahal udah menjelang 2 bulan sejak saya mulai aktif ber-steemit ria bersama kawan-kawan lainnya di Komunitas Steemit Indonesia Chapter Medan tapi ternyata reputasi masih di angka 37, hahaha...
Ini bukan masalah nggak niat, apalagi melulu coba-coba. Tapi semua bermula saat negara api mulai menyerang... di situ saya merasakan apresiasi yang diberikan steemit pada semua penulis.
Saya seorang Copy Writer yang mengawali karir sebagai ghost writer. Semua ditulis, segala genre. Baik yang paham betul sampai yang pemahamannya dangkal banget terpaksa ditulis, yah namanya semua tergantung orderan.
Namun dunia kepenulisan sama persis dengan industri radio yang seperti nggak berasa efeknya padahal kalau nggak ada, banyak yang kebingungan dan mengalami kerugian. Coba kalau nggak ada detik, merdeka, kapanlagi, liputan6, brilio, hipwee, idn times, line today, tribun news, dan masih banyak lagi yang isi beritanya hampir sama semua pasti semua berpusat pada Instagram yang menyampaikan beritanya menggunakan caption yang kebanyakan tidak secara mendetail. Oh bukan berarti konten di Instagram melulu tidak bagus yaaaa... banyak juga kok yang bagus. Pokoknya jangan pernah melihat segala hal dari sisi buruknya saja.
Nah, lalu bagaimana dengan steemit yang gaungnya di Medan masih kurang 6 bulan ini? terkhusus bagi saya, steemit tidak lebih dari sekedar pemuas hasrat saya menulis hal yang saya sukai. Maklumlah, rasanya kalau punya blog kok aga gimana gitu... (banyak faktor yang bikin saya enggan buat ngeblog).
Saya mencoba memberikan pemahaman kepada anda yang sedang membaca artikel ini. Saya bekerja menjadi copy writer (direktur saya selalu menyebut saya content writer, akibatnya tugas-tugas yang saya terima sering melenceng). Ada perbedaan antara copy writer dan content writer yang harus anda pahami, namun saya tidak akan membicarakannya di sini. Ya iyaaaa... kan kita lagi bahas Steemit.
Jadi,
Si Steemit yang identik dengan warna tosca ini, menghidupkan kembali budaya membaca. Keren nggak tuh... kalau dulu kita selalu terpatri dengan peribahasa Buku adalah jendela dunia namun sekarang sudah bisa kita ganti menjadi Bacalah... agar kau tahu dunia (saya nyontek surat Al Alaq yang memberikan perintah pada rasulullah untuk membaca).
Intinya,
Steemit adalah media pemuas hasrat saya menulis hal yang saya sukai dan saya pahami. Di samping itu... kita mendapatkan dollar yang kadang jumlahnya lebih besar dari ngeblog. Hihihihihihi...
Baiklah konkawan... selamat ber-steemit ria, jangan bosen buat terus menulis. Perbaiki kualitas konten yang ingin di sampaikan, pergunakan gaya bahasa yang nggak ngebosenin biar viewer betah berlama-lama baca tulisan kamu. Keep posting!

Makasih sudah menyemangati, jd mau nulis lg hehe
lebih dan kurang mohon maaf, minal aidin wal faizin
Kalo menurut saya, steemit itu Belajar Berusaha dan Berdoa@elvizakiyah...😊😊
Belajar terus menulis yang baik, Berusaha menulis dengan baik dan tentunya berdoa semoga keberuntungan dipihak kita sehingga banyak mendapatkan vote
ayok dicurhatin ke artikel trus posting ke steemit kak @firstsufa
Banyakin lagi terus postingnya perhatikan prime time asia, amerika dan eropa . sesuaikan jamnya dengan target marketnya. Nasehat untuk diriku sendiri jugak sih wkwkwkkw.
nah itu pulak aku yang nggak tau. cak di share