Rupiah ! but Dollar Lifestyle..

in #steemvideo12 days ago

Image cover

Rupiah! but Dollar Lifestyle... is a metaphorical sentence about the lives of people living in a city nicknamed "Petro Dollar." Bitter memories are felt not only by fishermen but also by the general population living in Lhokseumawe City and North Aceh Regency due to decades of oil and gas exploitation since 1980, leaving no prosperity except for the scrap metal left over from the industry that today is proud of.

Julukan "Petro Dollar" untuk Lhokseumawe sebagai mantan ibukota Kabupaten Aceh Utara bukan hanya tinggal kenangan namun menyisakan penyesalan mendalam dibati masyarakat. Kekayaan alam dari sektor Migas saja yang di ekploitasi sejak 1980 seharusnya menjadi salah satu devisa untuk menyicil utang negara, tapi faktanya hutang kian membengkak hingga mencapai Rp. 9.408 trilliun per Desember 2025.

Mungkin ada relevansinya dengan kalimat kiasan sejumlah netizen di beberapa media sosial "..kekuatan rupiah tapi bergaya dollar". Meskipun terdengar menohok namun kiasan yang dialamatkan untuk para pemimpin sepertinya tidak memberi pengaruh apapun bagi subjeknya, toh kenyataannya, tata kelola pemerintahan seolah sengaja membentuk birokrasi yang tangguh untuk melindungi budaya korupsi seakan menjadi warisan dari masa ke masa. Mulai dari perlombaan membuat laporan / pertanggungjawaban fiktif hingga lemahnya sistem audit atas penyalahgunaan anggaran Silpa tahunan merupakan bahagian dari penyebab sulitnya pertumbuhan perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat.

Semua unek-unek ini berawal ketika aku dan putriku mengunjungi pantai Ujong Blang Kota Lhokseumawe untuk menikmati keindahan sekaligus mengabulkan permintaan putriku untuk bermain pasir di tepi pantai laut yang berbatas langsung dengan perairan penting dunia yakni Selat Malaka, kami juga menyambangi masyarakat pesisir yang sedang disibukkan dengan aktivitas rutin mereka sebagai nelayan.

1000143584.jpg
Putriku saat bermain di pantai

Sekilas memang menakjubkan! dapat merasakan deru angin yang memanjakan seraya menikmati keindahan hamparan laut luas oleh setiap mata yang berkunjung, namun wajah-wajah letih mereka seakan mengisyaratkan bahwa yang kita pikirkan tidak seindah harapan mereka yang setiap harinya melawan ketakutan untuk mendapatkan sesuatu yang mungkin tidak seberapa.

1000143595.jpg
Beberapa nelayan mulai melaut dengan sampan kayu

Diantara beberapa perahu yang kembali.... Para nelayan lainnya mulai menggayuh sampan-sampan kayu mereka menerjang ombak untuk membawa pukat tarik atau alat tangkap ikan berbentuk jaring hingga pada batas yang ditentukan. ..Tidak semua yang kembali membawa hasil!!

1000143566.jpg
Para nelayan kembali dari melaut dan hasil tangkapan mereka menggunakan pukat tarik (jaring)

1000143562.jpg
ikan teri ukuran kecil hasil pukat tarik

1000143567.jpg
Beberapa jenis ikan hasil jaring pukat

Mereka tidak membutuhkan casino, nightclub, bar dan diskotek. Tidak ada waktu untuk bersenang-senang seperti para Tataruga, karena hasil yang didapat akan dijual dan menggantinya dengan makanan pokok (beras), menyisakan sedikit uang untuk jajanan anak-anak disekolah serta untuk segelas kopi saat melepaskan rasa lelah dan penat. Ini hanya salah satu episode kecil tentang kehidupan para nelayan yang tinggal di pesisir pantai Kota Petro Dollar!!

Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..

salam,
@ridwant

Introduce myself

Posted with Speem

Sort:  

#play

Image

Video reviewed by @dove11

Thank you for review sir @dove11

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.

Your post have been rewarded by the Speak on Steem curator team!

Ways to support us:

Image

Thank you @bijoy1 🙏