Danramil 27 Geureudong Pase: Soldier (Without) of Fortune (Bahasa)
Lihai dalam bertempur untuk seorang tentara adalah hal yang biasa, namun punya keahlian diluar itu --yang bermanfaat untuk lingkungan atau masyarakat-- itu baru luar biasa.
Dan itulah yang ingin saya ceritakan hari ini kepada rekan-rekan steemian semua, melalui tulisan singkat ini.
Adalah Kapten Inf. Misdiono, Komandan Koramil (Danramil) 27 Kecamatan Geureudong Pase, seorang tentara gaek yang gemar bertani dan lihai dalam bidang pertukangan (bangunan).
Dia acap menghabiskan waktu senggangnya sebagai seorang Danramil untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, seperti bertani dengan memanfaatkan pekarangan kantor dan memperbaiki sendiri interior dan eksterior markas koramil yang rusak.
Yang menjadi sesuatu hal yang luar biasa menurut saya adalah, karena yang bersangkutan bukan berlatar-belakang Korps Zeni, namun dari Infanteri. Jika backgroundnya Zeni mungkin punya keahlian dibidang pertukangan adalah hal yang lumrah.
Bahkan dalam kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Kecamatan Nisam Antara, yang dilaksanakan oleh Korem 011 Lilawangsa beberapa waktu yang lalu, Kapten Misdiono menjadi andalan Tim dalam pelaksanaan kegiatan Bakti TNI disana, yang salah satu bentuk kegiatan kongkritnya adalah membedah rumah kaum dhu'afa (Fakir & Miskin).
Sejak ia ditugaskan ke Kecamatan Geureudong Pase setahun terakhir, banyak sekali perubahan yang tampak disana; lingkungan kantor tertata dengan baik dan rapi, lengkap dengan penghijauannya.

Kapten Inf. Misdiono, Komandan Koramil (Danramil) 27 Kecamatan Geureudong Pase, sedang menggarap sawah di belakang kantornya, yang ia jadikan sebagai lahan percontohan untuk petani sekitar.
Anda akan sangat jarang menemukan sang Danramil duduk berleha-leha di kantor. Kesehariannya sering ia habiskan untuk kegiatan-kegiatan seperti yang terlihat dalam foto diatas, dalam rangka memotivasi para petani di lingkungan dimana ia ditugaskan.
Tidak hanya saat bertugas di Kecamatan Geureudong Pase, tapi kebiasaan serupa juga acap ia geluti di beberapa lokasi tugas sebelumnya. Setidaknya itulah laporan yang saya terima dari para tokoh masyarakat di beberapa kecamatan lain, seperti Baktiya dan Dewantara.
Seorang teman di Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara bahkan sambil berkelakar pernah berkata kepada saya, "tega kamu menculik Kepala Tukang kami ya?".
Maka tidak heran, diusianya yang sudah hampir berkepala lima itu, fisik sang Danramil masih terlihat sangat sehat dan bugar serta tidak berperut buncit, sebagaimana halnya kebanyakan tentara menjelang memasuki masa pensiun mereka.
Semoga saja semangat sang tentara ini untuk memompa semangat rakyat dalam berusaha, khususnya di bidang pertanian tanpa menuntut bayaran sepeserpun menjadi contoh untuk siapapun.
Tetap semangat dan sehat selalu Komandan...!!!

I did not understand a word, but I upvoted for you.
Hi @partho0202. So sorry for the inconvenience. This is an Indonesian article. You can find my previous article in english. Thanks for ur vote...😉