Saya tdk seberuntung teman2 yg telah di sebutkan didalam curahan hati bg Halim, bisa bertemu dgn sosok Wik yg sering disebutkan dalam kisah diatas, saya coba membayangkan bgm wajah dan bentuk fisiknya dari kriteria wanita yg acap menjadi bahan percakapan ringan kami, saya yakin fisik Wik pasti mendekati wanita sempurna. Wik ibarat mawar yg harus hati-hati di jamah karena berduri. Sebuah episode kehidupan yg kerap kita temukan.
Bang @deniandepa, Anda lebih beruntung karena dulunya sering berkunjung pada penulis surat yang sudah insaf... hihihiii