Antara Titik, Paku dan Kebakaran
Tujuh belas tahun yang lalu, ketika masih di Bangku sekolah, ketika kepala masih botak dan ketika rambut gak pernah disisir. Aku teringat kata guru favoritku pak Anwar Affan beliau mengajar pelajaran bahasa Indonesia, yang sampai saat ini aku tidak begitu lancar menggunakannya dalam berkomunikasi dengan teman, mantan pacar, dan warga sekitar. Kata beliau dari kumpulan titik terbentuk lah garis, dan dari kumpulan titik terbentuklah huruf, hal ini aku yakini sekarang ketika anakku yang masih paud belajar menulis, di buku tersebut seorang anak ditugaskan untuk menyambung titik yang terputus hingga berbentuk huruf, angka dan gambar binatang. Kumpulan huruf membentuk kata, dan kumpulan kata membentuk kalimat, dan kumpulan kalimat membentuk tulisan.
Titik merupakan hal yang kecil, dia menjadi besar ketika sudah berubah menjadi tulisan dan gambar. Dalam penulisan titik juga hal penting disamping koma dan tanda baca lainnya, tanpa mereka, kita akan kelelahan membaca sesuatu, oke lah kalau lelah tidak begitu dipermasalahakan, seandainya pembaca salah menafsirkan kalimat akibat salah letak tanda baca, ini bahaya sodara-sodara. Sebagai contoh pada kalimat " untuk diketahui bapak-bapak anjing, haram dimakan." Ini sangat fatal, bisa marah bapak-bapak sekomplek. Tapi hal ini akan berbeda jika letak koma di atret/mundurkan ke belakang. " untuk diketahui bapak-bapak, anjing haram dimakan". Maknanya akan sangat jauh berbeda,
Ini sering kita anggap sepele, padahal bisa mengancam jiwa jika diabaikan.
Dalam film to fast the farious (idroekuh asai judol inggreh sabe salah tuleh), ada pepatah kuno cina bunyi nya kalau tidak salah begini "gara-gara kurang sebuah paku, tapal di kaki kuda terlepas, gara-gara tapal di kaki kuda terlepas, kuda tak bisa berlari kencang, gara-gara kuda tak bisa berlari kencang, pesan terlambat tiba, gara-gara pesan terlambat tiba, akhirnya kalah perang". Maksudnya kira-kira begini, jangan kirim pesan lewat kuda, sekarang kan jamannya internet, kita bisa ngirim pesan lewat whats up, email, line, atau lewat sms, hehe. Inti dari pepatah tersebut, jangan anggap remeh hal yang kecil akibatnya bisa fatal, seperti sebuah paku yang bisa menyebabkan kalah perang.
Dalam kehidupan sehari-hari kita juga tidak boleh menganggap remeh sesuatu yang kecil, waktu masih lajang, rumahku pernah hampir terbakar pas aku mau goreng telur, setelah minyak kupanaskan, aku pergi beli rokok ke kios depan, sampai ke rumah, aku liat ada kabut asap kayak di film horor, rupanya api udah naik ke minyak makan, Alhamdulillah aku tidak panik waktu itu, langsung aja ku matikan kompor, kucabut selang gas, dan kusiram dengan seember air. Itu salahku, karna menyepelekan api yang kecil, padahal rafli pernah bilang, jangan bermaiin api, nanti tutung. Untung saja ibuku gak pernah tau kejadian itu. :-)
Sampai disini dulu ceritanya, ntar kapan-kapan kita nyambung lagi. Hehe
Salam kompak selalu
Herry bin Iskandar bin Abdul Wahab bin husen
@hericopter



.jpg)

.jpg)
Nyan menyoe mrumpok akan Anwar Husen bak dhoe neu takat..
Hana ku keujeut, raya panyang ureung, menyoe merempok #kr tulong takat bak talak siat
This post has received a 7.69% upvote from @msp-bidbot thanks to: @hericopter. Delegate SP to this public bot and get paid daily: 50SP, 100SP, 250SP, 500SP, 1000SP, 5000SP Don't delegate so much that you have less than 50SP left on your account.
Kisah silam, kini terkuak kembali.
Agak suram bila di ingat, hhh