You are viewing a single comment's thread from:
RE: Menjadi Gelandangan di Malam Darurat Militer
Membaca cerita ini saja lutut rasanya ikut lemas, terbayang betapa mencekamnya masa-masa itu, ngeri...
Membaca cerita ini saja lutut rasanya ikut lemas, terbayang betapa mencekamnya masa-masa itu, ngeri...
Tak sangggup kita bayangkan, Ihan. Lututku saja sempat lemas...
menjadi mahasiswa ketika itu sangat high risk ya, Bang?
Iya, tapi kadang tergantung siapa yang sedang kelebihan kuasa kala itu. Kalau militer lagi berjaya, menjadi pihak berseberangan jelas berisiko tinggi. Namun...ah, sudahlah..