Mengisi Materi Manajemen Keorganisasian Pramuka di UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe
Halo Sahabat Steemian!
Pada Kamis malam, 6 November 2025, saya mendapat kehormatan untuk memenuhi undangan sebagai pengisi materi kepramukaan bagi calon anggota pramuka baru di UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Kegiatan ini merupakan kesempatan emas bagi saya untuk terus berbagi ilmu pengetahuan dan menjadi ajang silaturahmi dengan para mahasiswa yang aktif dalam organisasi kepramukaan.
Tiga hari sebelum acara, salah satu panitia pelaksana mengonfirmasi kehadiran dan mendiskusikan topik materi. Saya diminta untuk membawakan materi tentang Manajemen Keorganisasian Pramuka.
Topik ini sangat selaras dengan latar belakang dan keahlian saya. Sebagai lulusan Magister Manajemen Pendidikan dan seorang yang telah berkecimpung aktif dalam organisasi pramuka selama 15 tahun, baik sebagai peserta, pembantu pembina, maupun pelatih, saya merasa sangat siap.
Sesi Materi Interaktif
![]() | ![]() |
|---|
Saya membuka sesi dengan mengucapkan selamat bergabung kepada seluruh anggota mahasiswa baru. Untuk mendorong keterlibatan, saya membuat sejumlah aturan dasar dan lebih mengedepankan sistem diskusi dan tanya jawab agar materi berlangsung menarik dan partisipatif.
Dalam sesi perkenalan, terungkap bahwa sebagian besar mahasiswa baru berasal dari daerah yang jauh, seperti Sumatera dan Aceh Tenggara. Sangat disayangkan, mahasiswa yang berdomisili dekat dengan kampus, seperti dari Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, sebagian besar justru kurang tertarik mengikuti kegiatan semacam ini.
Memahami Konsep Manajemen
Secara ringkas, saya menjelaskan poin-poin penting tentang arti manajemen. Istilah manajemen mulai muncul pada akhir abad pertengahan, dan konsepnya sebagai suatu disiplin ilmu baru populer di abad ke-20, khususnya saat Revolusi Industri di Inggris, ketika banyak industri berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi.
Menurut pandangan pribadi saya, konsep manajemen sebenarnya sudah diterapkan secara tidak langsung sejak lama dan sering kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai ilustrasi, saya mengajak mahasiswa merenungkan pembangunan Piramida Mesir. Bangunan kokoh dengan tumpukan batu yang tersusun rapi itu jelas membutuhkan tenaga manusia yang banyak, mesin pemotong dan pengukir batu, serta waktu yang sangat lama. Semua ini berhasil dicapai berkat adanya fungsi manajemen yang efektif.
Saya kemudian memberikan contoh menarik lainnya yang lebih relevan, manajemen dalam percintaan. Ketika si A jatuh cinta, ia menyusun berbagai rencana untuk mendekati wanita pilihannya mulai dari memberikan perhatian serius hingga mengajaknya makan bersama. Tujuannya hanya satu, agar wanita itu benar-benar jatuh cinta.
Kesimpulannya, manajemen adalah suatu usaha terencana untuk mencapai tujuan dengan memanfaatkan berbagai cara agar tujuan tersebut dapat tercapai. Diskusi kami berjalan sangat menarik, bukan?
Manajemen dalam Organisasi Pramuka
Setelah itu, kami beralih membahas organisasi pramuka. Istilah organisasi bukanlah hal asing bagi peserta. Salah satu mahasiswa bahkan mendefinisikannya dengan baik, "organisasi adalah sekelompok orang dengan tujuan yang sama."
Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan penting, Apa tujuan mereka bergabung di organisasi kepramukaan, dan bagaimana kita dapat membuat tujuan yang sama secara bersama-sama?
Tanpa terasa, diskusi interaktif kami telah berlangsung selama lebih dari satu jam. Di akhir acara, saya memberikan mereka yel-yel atau nyanyian penyemangat untuk membangkitkan gairah dan menghilangkan rasa bosan dalam belajar.
Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan sebagai kenang-kenangan dari panitia, dilanjutkan dengan sesi foto bersama panitia dan sejumlah peserta.
![]() | ![]() |
|---|
Sebagai pemateri, saya sangat berharap ilmu yang telah disampaikan dapat bermanfaat, menginspirasi, dan memotivasi mereka untuk terus aktif dan berkontribusi di organisasi kepramukaan.
Thank you for reading this post
Greetings 🙏 @miftahulrizky








