Pesona Sunset Dan Burung Terbang Pulang
Kemarin sore aku duduk di pinggir laut.
Nggak ada rencana apa-apa. Cuma pengen ngeliat hari pamitan. Terus langit mulai berubah. Oranye, merah, ungu pelan-pelan nyebar dari ujung barat. Seperti langit lagi bakar dirinya sendiri biar malam bisa datang dengan tenang.
Yang bikin beda, ada kawanan burung terbang rendah di atas laut. Sayapnya bergerak pelan, siluet hitamnya ketiban cahaya sunset. Dari jauh kelihatan seperti lukisan yang lagi gerak sendiri.
Aku nggak berani kedip lama-lama. Takut kelewat satu detiknya. Soalnya pemandangan gitu nggak ngulang dengan cara yang sama. Hari ini oranye, besok bisa abu-abu. Hari ini burungnya ke timur, besok bisa nggak ada sama sekali.
Di situ aku ngerti kenapa orang bilang sunset itu puisi tanpa kata. Dia nggak janji besok masih ada. Dia cuma ngasih tau, “Lihat aku sekarang. Rasain aku sekarang.”
Burung-burung itu juga keren. Mereka nggak mikir kapan gelap. Mereka terbang saja, mengikuti arah, kejebak cahaya yang sebentar lagi hilang. Seperti mengajar aku buat jalan terus, walau nggak tau hari esok akan seperti apa.
Pas matahari bener-bener tenggelam, semua jadi gelap pelan-pelan. Tapi rasanya nggak sedih. Malah lega. Karena aku udah lihat satu hari selesai dengan cara yang cantik.
Buat teman Wherein, Steemit, kapan terakhir kali kalian berhenti untuk melihat matahari pulang?
Kadang kita butuh diingatkan kalau nggak semua hal indah itu abadi. Makanya dia berharga.
Salam kompak selalu.
By @midiagam




