Sunset

in WhereIN2 days ago

Langit yang tadinya biru, berubah jadi lukisan. Ada jingga, ada merah muda, ada ungu tipis di sela awan. Ombak pelan-pelan nyapu pasir, seakan ikut menepuk lembut kaki yang berdiri di tepi.

Angin laut bawa garam dan cerita. Nggak ada suara klakson, nggak ada notifikasi HP. Yang ada cuma suara ombak, suara hatimu sendiri, dan adzan magrib yang pelan-pelan sayup dari kejauhan.

Matahari nggak buru-buru tenggelam. Dia pamitnya pelan, kasih cahaya terakhir paling indah sebelum gelap datang. Seolah bilang: "Udah, cukup. Besok kita mulai lagi."

Lihat sunset ngajarin kita satu hal: semua yang indah pasti ada waktunya selesai. Tapi selesai bukan berarti hilang. Dia cuma ganti rupa, jadi malam yang tenang, biar besok bisa terbit lagi.

Manusia juga gitu. Capek itu wajar. Lelah itu manusiawi. Tapi jangan pulang dengan tangan kosong. Kasih yang terbaik dulu sebelum istirahat. Senyum dulu ke keluarga. Maafin dulu orang yang nyakitin. Syukuri dulu hari ini, sekecil apa pun.

Karena siapa tahu, "sunset" kita hari ini adalah cahaya keemasan terakhir yang dilihat orang lain dari kita.

Jadi nikmati aja. Duduk di pasir, biarin angin beresin kusut di kepala. Sunset ngingetin: gelap itu sementara. Besok matahari pasti terbit lagi.

Ombak jadi saksi. Angin jadi penghapus lelah. Dan aku cuma duduk, belajar ikhlas melepas hari ini... seperti matahari yang ikhlas tenggelam.

Salam kompak selalu.

By @midiagam

WhereIn Android