The Diary Game [Januari 25, 2021] Buku Fiksi Kelima Terbit |

Buku fiksi kelima karya saya; Cinta Dalam Secangkir Sanger yang diterbitkan Prabu21. Kumpulan cerpen tentang konflik di Aceh.
PAGI
Aku memulai hari ini seperti hari kerja sebelumnya dengan memantau pergerakan saham yang dalam beberapa hari ini banyak yang merah. Portofolioku seperti terbakar sehingga minusnya sangat dalam. Padahal, aku ingin menarik keuntungan untuk kebutuhan membayar uang kost anak pertama.
Meski semuanya memerah, aku memutuskan untuk membeli beberapa emiten yang memiliki prospek bagus dan masuk dalam LQ45. Aku yakin nanti akan kembali menjadi hijau dan bisa cuan. Toh, aku tidak membeli dan menjual saham per hari.
Portofolio saham yang terbakar menjadi kabar buruk untuk memulai hari. Tapi pikiran positif dan otpimismie sangat penting dibangun ketika memulai hari, meski situasi yang ada terlihat negatif.

Daftar buku terbaru yang diterbitkan Prabu21 yang dapat dipesan di Tokopedia dan Bukalapak.
Ketika hendak menuju sebuah bank swasta untuk menutup rekening, saya mendapat kabar buku fiksi kelima karya saya yang berjudul Cinta Dalam Secangkir Sanger telah terbit dan bisa dibeli di Tokopedia dan Bukalapak. Ini menjadi berita gembira di tengah merahnya saham.
Sudah lama saya tidak menerbitkan buku fiksi. Untuk nonfiksi, pada 2019 lalu saya bersama teman-teman menulis buku tentang pemilu di Lhokseumawe dan Aceh Tengah. Namun, itu karya keroyokan, yang menjadi penulis bukan hanya saya.

Ketika menemukan judul berita yang bisa didiskusikan dengan mahasiswa, saya langsung mempostingnya ke WAG.

Seorang karyawan bank menyelesaikan penutupan rekening saya. Sedih sebenarnya, tapi untuk apa banyak rekening kalau uangnya tak ada.
Buku Cinta Dalam Secangkir Sanger adalah kumpulan cerpen saya, baik yang sudah pernah dimuat di berbagai media daerah dan nasional, maupun yang belum pernah dipublikasikan. Sudah lama saya ingin memiliki buku antologi cerpen, Alhamdulillah tahun 2021 ini terwujud.
Cinta Dalam Secangkir Sanger berisi sekitar 26 cerpen yang semuanya berlatar dan berkisah tentang Aceh, meski saya tidak menyebutkan Aceh di dalamnya. Hampir semuanya terinspirasi dari kisah nyata.
Buku fiksi tersebut diterbitkan Penerbit Prabu21 yang bermarkas di Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Proses penerbitan buku itu terbilang cepat. Sayangnya, buku itu tidak dijual di jaringan toko buku yang ada di berbagai kota di Indonesia. Hanya di Tokopedia dan Bukalapak saja.

Menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan, apalagi menunggu penyelesaian penutupan rekening di bank.
SIANG
Saya harus menutup sejumlah tabungan baik di bank swasta maupun BUMN karena Qanun Lembaga Keuangan Syariah mengharuskan semua rekening dipindahkan dalam bentuk syariah, atau pilihannya harus memindahkan rekening ke Medan.
Kondisi ini bersamaan dengan menipisnya rekening karena penghasilan juga menurun dalam dua tahun terakhir ini. Jadi, kebetulan sekali. Lebih baik menutup rekening daripada harus membayar biaya administrasi yang tinggi setiap bulan. Lebih baik menggunakan satu rekening tetapi isinya gemuk dibandingkan banyak rekening tetapi habis dipotong untuk biaya ini-itu.

Mengangkat majalan Unimal Magazine ke lantai dua.
Namun ada dua rekening bank swasta yang tidak bisa saya tutup karena alasan fasilitas dan kepentingan bisnis. Saya memiliki rekening US Dollar yang tidak ada di bank syariah. Pilihannya, uang USD harus dirupiahkan atau pindah tabungan ke Medan.
Saya memilih yang kedua. Kondisi ini merugikan saya dan juga Aceh juga. Berapa banyak aset yang keluar dari Aceh karena aturan ini. Padahal, bank yang katanya syariah itu masih berpraktek konvensional. Itu bukan kata saya, tetapi hasil penelitian yang kini sudah dibukukan berjudul Praktek Riba Dalam Perbankan Syariah. Selain itu, Indonesia belum memiliki bank sentral syariah seperti di beberapa negara lain.
Saya tidak memiliki USD yang banyak, hanya untuk lindung nilai dan juga untuk berjaga-jaga kemungkinan ke Amerika Serikat lagi. Orang bank bilang, banyak pengusaha di Aceh yang memiliki USD juga harus pindah. Bank Indonesia pasti tahu berapa banyak uang di Aceh yang kabur ke luar Aceh.
SORE
Balik ke kantor, saya membaca berita dengan cepat dan mengirimkan hal-hal yang menarik kepada mahasiswa. Sore itu juga datang Unimal Magazine edisi keempat. Harusnya, edisi keempat sudah terbit akhir 2020 lalu. Pandemi menyebabkan banyak anggaran tidak bisa dicairkan.
Kami juga sedang menyiapkan majalah edisi kelima dan akan kami kirim ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia bersamaan dengan edisi empat.
MALAM
Ketika hendak pulang malam hari, saya mengitari mobil dan mendapatkan ban belakang bocor. Saya jarang memeriksa kondisi ban, dan malam itu adalah pengecualian.
Saya tidak mungkin jalan dalam kondisi ban seperti itu. Di kantor masih ada beberapa tenaga sekuriti. Seorang di antara mereka, memiliki keahlian membongkar ban dan membawanya ke tukang tambal ban. Ternyata ada mur yang menancap di ban.
Kejadian seperti itu sudah beberapa kali saya alami. Tampaknya tidak aman memarkirkan mobil di tempat itu. Akhirnya, saya terlambat pulang akibat kejadian tersebut.
Hikmahnya, saya mendapat bantuan dari orang yang selama ini saya bersikap baik kepadanya. Saya bayangkan, misalnya saya adalah sosok yang menyebalkan di mata mereka, pasti akan saya repot malam itu mengurus semuanya sendiri.[]



https://twitter.com/AyiJuf/status/1354463945860345858?s=20
SELAMAT
Postingan anda telah mendapat kurasi secara manual dari akun komunitas @steemseacurator.
Terimakasih telah berpartisipasi dalam komunitas Steem SEA
Kami akan sangat berterimakasih jika anda bersedia mendelegasikan Steem Power (SP) anda untuk kemajuan komunitas Steem SEA ini
Salam hangat
Anroja
Link pintas untuk delegasi:
100SP 200SP 500SP 750SP
1000SP 1500SP 2000SP 2500SP 3000SP
pelan-pelan bang, nanti akan ada masa dimana semua harapan abang akan terkabul, aaaaaamiiiinn
Amiiin. Semoga harapan @andrianhabibi juga terkabul. Saleum dari Aceh.
Bang @ayijufridar saya mau satu buku fiksi tuh 😀
Saya juga belum dapat bukunya @steemadi, hehehe. Baru dijual di Tokopedia dan Bukalapak. Biasanya, penulis dapat buku gratis 10 eks, tapi ini tidak. Mungkin karena royaltinya lebih besar.
Postingan ini telah dihargai oleh @steemcurator08 dengan dukungan dari Proyek Kurasi Komunitas Steem.
Ikuti @steemitblog untuk mendapatkan info tentang Steemit dan kontes.
Anroja
Terima kasih @steemcurator09 dan Brade @anroja.