Dua Anak SD Pulang Sekolah Jalan Kaki
Siang kemarin pas aku duduk di warung dekat jalan raya, aku lihat dua anak kecil jalan kaki pulang sekolah. Seragamnya masih rapi, dan tangannya saling pegang.

Nggak ada mobil mewah yang jemput.
Nggak ada payung besar kalau hujan.
Cuma mereka berdua, jalan pelan di pinggir jalan, ketawa-ketiwi sambil cerita entah apa.

Aku kenal mereka. Karena mereka adalah anak kampungku. Tapi entah kenapa pemandangan itu bikin aku berhenti sejenak.
Di zaman yang serba cepat, lihat anak-anak yang masih mau jalan kaki bareng itu rasanya langka. Nggak buru-buru scroll HP, nggak buru-buru minta dijemput. Mereka lagi menikmati waktu yang paling sederhana, pulang bareng teman.

Debu jalan nempel di sepatu mereka.
Keringat kecil keliatan di pelipis.
Tapi wajahnya terang. Kayak pulang sekolah itu hal paling menyenangkan hari ini.
Aku jadi ingat dulu waktu kecil.
Jalan pulang itu bukan cuma perjalanan, tapi ruang buat cerita, buat main batu, buat beli es lilin lima ratus perak.
Sekarang banyak anak yang pulang pakai mobil ber-AC. Nggak salah. Tapi ada sesuatu yang hilang dari jalan kaki sore itu. Ada tawa yang lebih bebas, ada cerita yang lebih panjang, ada rasa capek yang justru bikin tidur lebih nyenyak.
Dua anak itu ngajarin aku kalau bahagia nggak butuh banyak. Cukup teman, cukup jalan, cukup waktu buat ngobrol tanpa digesa.
Semoga mereka selalu aman di jalan pulang.
Semoga persahabatan kecil itu tumbuh sampai mereka besar nanti.
Dan semoga kita yang udah dewasa, nggak lupa kalau dulu kita juga pernah pulang dengan hati seringan itu.
Salam kompak selalu.
By @midiagam

