Puisi: Bisikan Kalbu
Bisikan Kalbu
Tanpa nya benturan kutemui
Memaksa diri hadapi kenyataan
Cermin tak selamanya berkilauan
Terkadang retak meski tak terberai
Dan tak jelas apa yang terlihat
Hingga kuharus ikhlas menerima
Semua hal diluar dari dugaan
Tak menggantung pada harapan
Selayaknya hujan mencurahi bumi
Tidak meminta tuk berbalik kembali
Gambaran indah menggelayut manis
Kuteguk jua tanpa sebersit tanya
Mengikrar janji utuh tak tergoyahkan
Lambungkan jiwa ke negri awan
Kemudian terjatuh ke lembah kepahitan
Jeritan hati takkan membalikkan kadar
Raungan penyesalan berujung kesiaan
Garis telah menentukan arah tujuan
Mimpi sirna terenggut paksa
Terkulai tertunduk tiada kuasa
Kutersingkir dari yang terpilih
Hanya karena sebuah status keduniawian
Kutelan kerelaan tuk tetap mengalah
Neraca kasta kusembunyi demi adab diri
Sebab pemenang tak selalu berkalung medali
Meski jalinan tak pernah usai
Tersambung batin di ruang benak
Namun dinding membentang tinggi
Enggan kuretas demi sebuah harga
Tersenyum berbenah tegar susuri badai

