The diary game 01 Des 2025 : Semua barang terendam banjir dan alhamdulillah kami masih baik baik saja
Hallo teman steemit semuanya . .
Hari ini adalah hari ke enam banjir melanda daerah kami khususnya di aceh, sudah hampir seminggu air banjir masih saja sangat banyak dan kami masih saja tidur di menasah desa atau balai desa, saat siang hari kami selalu pulang kerumah untuk berbenah rumah karna banyak barang yang terendam banjir dari elektronik, pakain dan hampir semuanya dan bahkan banyak barang yang terbawa arus juga.
Hari ke enam banjir air banjir di halaman rumah tingginya masih sampai paha jadi selagi masih ada air banjir kami mencuci barang dan pakain yang kotor berlumpur karna terkena banjir, semua barang di bilas dengan air banjir untuk sementara waktu nanti saat banjir sudah surut baru kita cuci ulang lagi terutama untuk pakain.
Ini adalah banjir terparah selama 30 tahun saya hidup tinggi air banjir sekitar 2 meter atau bahkan lebih, banjir parah melanda pulau sumatra dari sumatra barat, sumatra utara dan daerah kami aceh, seluruh aceh terkena banjir parah dan juga beberapa tempat yang terkena longsong parah, jembatan dan jalan raya juga putus.
Selama seminggu ini listrik mati jadi aku tidak bisa melihat keadaan daerah lainnya dan setelah melihat melalui media ternyata banjir kali ini benar benar sangat parah, banyak bangunan hancur, banyak orang meninggal terbawa arus banjir, benar benar sangat menyedihkan ketika melihat banyak orang yang terjebak banjir parah ketika harus menghadapi hidup dan mati di atas pohon, di atas atap rumah, bahkan ada yang terjebak di dalam rumah, bisa di bayangkan bagaimana ketakutakan mereka sangat itu terjadi.
Aku pulang bersama kakak ku, kemarin kami sudah membilas pakain semuanha dan menumpuk di atas kayu, hari ini matahari sangat terik jadi kami mengikat tali dan menjemur sebagian pakain dulu, saat sebagian kering baru mengganti pakain lainnya, ini tidak cukup sehari butuh satu minggu rasanya baru pakainnya kering semuanya, kami berbagi tugas aku juga membersihkan rak piring yang terendam banjir, saat pulang dari balai desa kami membawa pulang nasi dan air yang kami masak tadi pagi jadi saat lelah dan lapar kami duduk beristirahat sebentar menikmati makanan dan minuman.
Kami benar benar sangat lelah karna air banjir masih banyak tidak ada tempat berteduh jadi seharian kami berada di dalam air, dibawah basah di atas terik hahahah lengkap sudah ya kan,kami pulang balik ke balai desa saat sore hari sekitar 20 menitan jalan kaki dengan membawa tas tentengan di tangan hehehe, di jalan utama air banjirnya sudah surut sudah terlihat jalanan dan sudah banyak kendaraan yang lewat, yang tinggal di pinggir jalan mereka sudah bisa pulang kerumah dan yang masuk jalan desa seperti kami air banjirnya masih sangat banyak, jadi kami madih harus tidur di menasah.
Setelah 20 menit berjalan kaki kami sudah sampai di pengungsian di desa kami, dan di bawah ini adalah gambar balai desa tempat kami tidur dan tinggal saat banjir sebuah rumah panggung khas aceh,jaman berkembang balai desa sudah di ubah menjadi rumah beton seperti yang terlihat disampingnya dan untung saja menasah yang lama belum di robohkan jadi kami masih bisa mengungsi disini, sudah hari ke enam banyak orang yang pulang kerumah seperti kami untuk mengurus rumahnya dan balik lagi saat sore hari, sampai sekarang listrik pun masih mati dan air bersih pun sangat susah kadang hidup kadang mati.
![]() | ![]() |
|---|
Tiba dimenasah kami langsung mandi membersihkan diri, aku sedikit flu dan kemudian minum obat sachet yang aku beli, untungnta ada satu warga desa yang menjual obat obatan di menasah, aku tidur beristirahat dan malam pun telah tiba, saat malam tiba kami masih dalam kegelapan karna listrik mati, kami makan malam dan orang orang tidur lebih awal.
Baiklah teman sampai disini saja untuk postingan hari ini, terimakasih banyak atas kunjungannya.













Thank you for support