The Diary Game - Minggu, 11 Januari 2026: Seharian di Kampung
Halo sahabat steemit, selamat pagi dan salam bahagia dan sejahtera untuk steemian semua di mana saja berada. Semoga kita masih dalam keadaan sehat wal'afiat dan selalu dalam lindungan Allah SWT agar dapat menjalankan berbagai aktivitas dengan baik. Alhamdulillah saya kembali hadir membagikan berbagai kegiatan pada hari yang berbahagia ini.
Malam Minggu kami sekeluarga menginap di rumah almarhumah kakak di kampung halaman kawasan Matang Glumpang Dua, Kabupaten Bireuen. Kota tempat kelahiran yang berada sekitar 40 kilometer dari rumah tempat kami tinggal di Panggoi, Lhokseumawe. Kami berada di kampung halaman sejak Sabtu sore untuk berdoa bersama dalam rangka hari ke-44 meninggalnya kakanda tercinta. Pagi Minggu yang cerah saya terbangun dari tidur yang nyenyak saat terdengar adzan berkumandang dari toa mesjid terdekat, Mesjid Al Ikhlas Krueng Baro. Jaraknya yang tidak jauh dari rumah membuat suara adzan terdengar dengan begitu jelas.
Begitu terbangun saya bangkit dari tempat tidur dan langkah kaki menuju kamar mandi di bagian belakang. Saya hanya menggosok gigi dan mencuci muka saja serta mengambil air wudhu. Hingga saat terdengar kumandang iqamah yang menandakan shalat subuh berjamaah segera didirikan, saya beranjak keluar halaman rumah menuju mesjid di tengah suasana yang masih gelap gulita. Mesjid yang tidak jauh dari rumah tersebut berada di komplek dayah sehingga jamaah subuh sebagian besar merupakan para santri. Anak-remaja serta remaja tersebut sedang menuntut ilmu agama yang kelak semoga dapat berguna untuk diri sendiri maupun masyarakat.
Ba'da subuh saya manfaatkan waktu sejenak dalam mesjid dengan iktiqaf. Kemudian beranjak pulang ke rumah dan rebahan kembali bersama dek Raffa yang masih terlelap. Selanjutnya saya keluar rumah untuk membantu menyiapkan berbagai keperluan dalam menyambut tamu yang akan datang ke rumah. Para tamu sudah mulai berdatangan tiada henti dan menikmati hidangan yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Hingga menjelang siang saat terdengar adzan berkumandang saya menuju mesjid untuk menunaikan shalat dhuhur. Menjelang pukul tiga siang kami harus pulang kembali ke Lhokseumawe walaupun acara di rumah belum selesai.
Saat kami harus kembali terlihat masih ada beberapa tamu yang datang untuk mendoakan kakanda tercinta. Perjalanan pulang kembali ke rumah di Lhokseumawe masih membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan waktu tempuh sebelum musibah yang menimpa Aceh tercinta. Perjalanan juga harus melewati rute yang lebih jauh dari sebelumnya dengan kondisi jalan yang memprihatinkan. Semoga infastruktur utama tersebut segera mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait. Alhamdulillah walaupun butuh waktu yang lebih lama dalam perjalanan dua jam kemudian kami tiba kembali ke rumah dengan selamat.
Demikian rangkaian kegiatan saya pada hari yang berbahagia ini dan terima kasih selalu atas dukungan semua sahabat steemit di mana saja berada.
Salam,
@fadlymatch
![]() |
|---|






