Getaran Batin
Kenapa orang jujur yang mati-matian jaga integritas rezekinya kok malah seret. Sementara yang korupsi, hartanya makin numpuk. Apakah semesta itu tidak peduli sama moral. Jadi gini, universe itu memang netral ya. Kamu mau jadi bajingan, mau jadi malaikat, kalau vibrasi kamu cocok sama duit, memang duitnya datang. Terus kalau gitu, buat apa dong jadi orang baik, kalau yang jahat malah kaya. Ini yang perlu diluruskan pelan-pelan ke konsep dasarnya.

Jadi memang benar, semesta itu tidak pilih kasih, semesta enggak duduk diatas awan kayak hakim gitu ya, yang menentukan siapa orang baik yang boleh kaya, siapa orang jahat yang mesti miskin, karena mereka hanya pure merespon vibrasi. Tapi disinilah banyak orang salah nangkap dan merasa dunia itu enggak adil. Karena yang sering terlewat adalah pemahaman tentang jenis vibrasi yang lagi dipancarkan sama orang-orang yang katanya jahat. Dari manipulasi keserakahan, atau yang biasanya mati-matian menjatuhkan orang lain. Orang tersebut ya biasanya harus ada dikondisi batin yag berat sekali. Ada rasa takut ketahuan yang selalu mengikuti dia tiap hari. Ada kecemasan yang enggak pernah berheti, dan ada kebutuhan dia buat ngontrol semuanya biar gak berantakan. Mungkin banyak yang kenalDavid Hawkins, seorang pakar pemetaan kesadaran emosi manusia. Ya, dia ini menjelaskan kalau emosi seperti takut bersalah dan serakah itu ada di level energi yang penuh konflik batin. Kondisi ini bikin energi mereka itu ya akhirnya nyusut dan enggak pernah merasa tenang, meskipun duitnya ada banyak sekali. Jadi, meskipun seseorang mungkin saja bisa dapatkan banyak uang dengan cara nipu, sikut sana-sini, atau korupsi, yes, uangnya datang, itu sangat mungkin terjadi di dunia ini. Tapi dia enggak akan pernah bisa nipu. Frekuensinya sendiri, manifestasi itu bukan cuma urusan duitnya datang. Apa enggak frekuensi itu urusannya kan sama kondisi batin yang dia bawa. Kalau didalamnya saja sudah berantakan, biar realitas yang dia nikmati juga enggak bakalan pernah nyaman. Makanya mungkin kamu sering sekali kan lihat orang yang secara materi hartanya itu tumpah-tumpah, tapi hidupnya penuh kecemasan, konflik keluarganya enggak kelar-kelar dan rasa enggak aman. Ya, uangnya memang datang penuhi rekening dia, merasa kayak di negara yang enggak ada habisnya. Jadi, sekali lagi ya, yang kebaca sama semesta itu bukan cuma jumlah saldonya, tapi getaran batin dibalik cara dia mendapatkan uang itu.
Salam kompak selalu.
By @midiagam
