Kembalilah
Setelah mengucap selamat tinggal, baru kusadari kita tidak akan pernah bertemu lagi.
Aku tak bisa begitu saja kehilangan senyummu.

Lipstikmu masih disudut meja, tapi dirimu tak dapat kutemukan.
Jika peran kita ditukar, menurutmu apakah itu baik?

Bisakah kamu seperti ini, menahan sakit tanpa meneteskan air mata.
Sudah kukatakan, akan menemanimu sampai tua.

Lalu, dimana harus kucari keabadian itu?
Memelukmu sekali lagi, satu menit, satu detik pun sudah cukup.

Salam kompak selalu.
By @midiagam
