Sembunyikan Empat Hal Berikut Jika Ingin Hidup Tenang

in Steem SEA4 days ago

1770124510771.jpg


Mengapa dikatakan bahwa jika ingin memperkaya kualitas diri, kuncinya terletak pada pemahaman untuk menyembunyikan empat hal ini?

Kata simpan disini, bukan berarti menutupi kesalahan, melainkan sebuah kebijakan untuk mengakar ke dalam diri, sebuah proses pengedapan dan perlindungan terhadap energi diri sendiri.



1770124490382.jpg

Kekayaan diri yang sejati tidak pernah terletak pada kemewahan yang tampak diluar.

Belajar menyembunyikan empat hal berikut ini dengan baik, adalah awal dari memperkaya diri sendiri.

Pertama, simpan hati.



1770124407607.jpg

Tidak menjadi pesimis adalah sebua tingkatan mental yang tinggi.

Setelah hujan deras, ada dua jenis manusia.

Satu, jenis mendongak ke langit, dan yang ia lihat adalah birunya angkasa dan pelangi.

Jenis lainnya menunduk ke tanah, dan yang ia lihat adalah lumpur, dan jalan yang rusak.

Hidup memang selalu berjalan beriringan dengan badai, namun kemana hatimu memandang, disitulah duniamu berada.



1770124366017.jpg

Orang bijak tidak banyak bicara, para ahli tidak sesumbar.

Bukan berarti tidak peduli, melainkan memahami bagaimana menghadapi badai besar menjadi ketenangan batin, tetap tenang meski badai menerpa.

Simpanlah hati yang mudah rapuh itu baik-baik, jangan mudah memperlihatkan kelemahan dan keraguanmu pada dunia luar.

Fokuslah menggarap dirimu sendiri, melangkah dengan hati tenang, dan sisanya serahkan pada waktu dan hukum sebab akibat.

Jika hati bisa dijaga, maka wawasan dan kapasitas diri pun akan membesar.

Kedua, simpan amarah. Tidak melampiaskan kekesalan pada orang lain adalah tanda kedewasaan.

Hidup di dunia ini tidak bisa dihindari kita akan bertemu hal-hal yang tidak sesuai harapan.

Marah yang muncul dari hati adalah naluri, namun amarah adalah hal yang paling menguras energi.

Hanya diamlah yang merupakan bentuk penghinaan tertinggi.

Kekuatan sejati bukanlah tentang selalu berdebat dan tidak mau mengalah saat menghadapi masalah, melainkan kemampuan untuk diam-diam meredakan amarah yang meluap, dan menyimpannya dalam-dalam di dada.

Jangan membawa kekesalan dari luar ke rumah, jangan menumpahkan amarah pekerjaan kepada orang terkasih, jangan menghukum diri sendiri atas kesalahan orang lain.

Jika suasana hati lancar, maka aliran darah pun lancar, jika suasana hati harmonis, maka segala urusan akan sukses.

Mampu menahan amarah sesaat, barulah bisa memupuk ketenangan dan kewibawaan seumur hidup.

Ketiga, simpan masalah.
Tidak panik adalah sebuah kebijaksanaan, sesuatu berhasil karena kerahasiaan, dan gagal karena kebocoran rencanamu.

Luka-lukamu dan rahasia kamu, tidak perlu semuanya dibeberkan didepan orang lain.

Hati manusia sulit ditebak, tidak semua orang pantas mendengar isi hatimu yang jujur.

Apa yang tidak membunuhmu, pada akhirnya akan membuatmu semakin kuat.

Para ahli sejati wajahnya tidak akan berubah pucat, bahkan gunung runtuh dihadapannya.

Mereka menganggap kesulitan dan masalah yang ditemui sebagai anak tangga untuk melatih diri, mencernanya dalam diam, dan tumbuh secara sembunyi-sembunyi.

Mampu menyimpan masalah adalah bentuk perlindungan terhadap tujuan, dan juga cara merawat jiwa.

Ketika kamu bisa menangani kekacauan dengan tenang, mata kamu telah memiliki pondasi hidup yang paling kokoh.

Ke empat, simpan tenaga.
Tidak menghamburkan energi adalah pondasi utama.

Melindungi medan energi diri sendiri, itu lebih penting daripada berusaha keras tanpa arah.

Jangan terus menerus menguras diri, melampiaskan emosi, atau mencoba membantu semua orang.

Energi sejati bersumber dari pemulihan dan penyimpanan.

Jauhi perdebatan yang tidak perlu, tolak penyanderaan emosi, dan kurangi pergaulan sosial yang tidak berkualitas.

Simpanlah waktu dan tenagamu, gunakan untuk merawat tubuh.

Membaca, berpikir, dan menekuni hobi yang bisa menenangkan hati.

Energimu adalah harta karun yang terbatas, harus digunakan pada hal yang krusial, digunakan untuk hal-hal yang benar-benar menambah nilai dirimu.

Menyimpan tenaga, bertujuan agar disaat-saat krusial, kamu memiliki modal kekuatan besar yang telah terakumulasi untuk dilepaskan.

** Jadi, hidup di dunia ini yang berharga adalah memahami kebijaksanaan, menyembunyikan, daripada memeras otak untuk menumpuk kekayaan materi.**

Lebih baik belajar mengendapkan kualitas batin terlebih dahulu.

Simpan empat hal ini dengan baik, simpan hati untuk memupuk mentalitas, simpan amarah untuk melatih kedewasaan, simpan masalah untuk melatih kebijaksanaan, dan simpan tenaga untuk memperkokoh pondasi.

Menyimpan bukanlah tanda mundur, melainkan sebuah pilihan yang sadar.

Letakkan jiwa, emosi, tujuan dan energimu ditempat yang memang pantas dan berharga.

Ketika kamu mampu menyembunyikan kegelisahan, maka akan tampak ketenangan.

Ketika kamu mampu menyembunyikan dangkalnya diri, maka kamu akan melatih kedalaman diri.

Terakhir, semoga kalian semua bisa menguasai seni menyembunyikan ini.

Ditengah dunia yang rumit ini, jagalah ketertiban dan kelimpahan di dalam hati, agar bisa hidup dengan sosok yang tenang dan teguh.

Salam kompak selalu.

By @midiagam