Berangkat ke Banda Aceh

Hagoe's Village: May, 20th 2026
Sesuai rencana aku akan ke Banda Aceh bersama dengan keluarga kakakku dan juga keluarga adikku di waktu yang agak berbeda dalam rangka menghadiri acara wisuda sarjananya ponakan kami di Universitas Syiah Kuala.
Aku bersama keluarga kakakku akan berangkat hari ini (siang ataupun sore) sedangkan keluarga adikku akan berangkat nanti malam atau pukul 03 dinihari besok.
Sarapan pagiIstriku dan anak-anak kami tidak bisa ikut serta ke Banda Aceh sehingga aku sendiri yang mewakili keluarga ku kesana.
Walaupun rencana awal akan berangkat siang ataupun sore, aku akan berangkat dari rumah kami di Matangkuli menuju rumah kakak di Lhokseumawe pada pagi harinya.
Sehingga aku segera bersiap-siap sejak pagi dengan melaksanakan sholat subuh dan kemudian menyiapkan sarapan pagi ku agar bisa berangkat ke Lhokseumawe, dimana nantinya aku akan ikut bersama kakak untuk menuju Banda Aceh.
Terjebak kemacetanAku berangkat ke Lhokseumawe dengan menggunakan mobil, dimana nantinya mobil akan ku parkirkan di Kompleks Rumah Potong Hewan Cunda (Tempat kediaman kami dulu) dan aku akan menumpang mobil kakak menuju Banda Aceh.
Suasana di jalan pada pagi ini cukup ramai dan aku sempat terjebak kemacetan di kawasan Bayu, dimana disitu sedang ada proyek pekerjaan rehab jalan serta jembatan yang rusak oleh bencana ekologis beberapa bulan yang lalu.
Memang kemacetan di kawasan ini tidak terlalu lama seperti halnya kemacetan di kawasan Jembatan Kutablang Kabupaten Bireuen, karena sistem buka-tutup yang diberlakukan di Bayu hanya beberapa menit saja sedangkan di Kutablang sistem buka-tutupnya masing-masing 1 jam dari kedua arah (Banda Aceh-Medan).
Kompleks RPH CundaAku tiba di Kota Lhokseumawe sekitar pukul 09 pagi dan sempat ke Kota untuk membeli beberapa barang keperluan ku untuk berangkat ke Banda Aceh.
Kemudian aku segera menuju rumah kakak ku di kawasan Cunda. Dan beberapa saat kemudian aku membawa mobil ku ke kompleks Rumah Potong Hewan Cunda, karena aku akan menyimpan mobil kami disana.
Aku pun kembali ke rumah kakak dan menunggu persiapan kakak agar bisa berangkat ke Banda Aceh pada siang ini.
Makan siangTernyata rencana awal tidak berjalan dimana Abang iparku masih memiliki tugas dan pekerjaan yang harus diselesaikan karena dia harus memfasilitasi para kontraktor yang datang untuk mengurus surat dan dokumen pekerjaan mereka.
Aku pun menunggu Abang ipar selesai memfasilitasi rekanan sambil menyiapkan postinganku untuk hari ini. Ketika sudah memasuki jam makan siang, aku pun makan siang di rumah.
Waktu berlalu dan Abang iparku pun masih "bergulat" dengan pekerjaannya sehingga kami tidak bisa langsung berangkat ke Banda Aceh sesuai rencana awal kami.
Berangkat ke Banda AcehAbang iparku baru selesai dengan segala urusan pekerjaannya menjelang waktu sholat ashar dan kemudian kami pun bersiap-siap untuk berangkat ke Banda Aceh di sore ini.
Sebelumnya kami melaksanakan sholat ashar di Mesjid Baiturrahman Lhokseumawe sekalian membeli beberapa barang di Pajak Inpres Lhokseumawe.
Jembatan KutablangHanya ada kami bertiga di dalam mobil untuk menuju Banda Aceh sore ini yaitu aku bersama kakakku dan suaminya. Sedangkan keluarga adikku akan berangkat nanti pada pukul 04 dinihari, menurut update informasi terakhir dari adikku.
Dan seperti diduga sebelumnya kami akan kembali terjebak kemacetan di kawasan Jembatan Kutablang Kabupaten Bireuen yang sedang ada pekerjaan proyek perbaikan jembatan yang putus akibat bencana ekologis di akhir tahun lalu.
Jembatan Bailey yang merupakan jembatan sementara yang dipasang di lokasi ini tidak bisa dilalui secara spontan. Artinya arus lalulintas yang melewati jembatan Bailey ini harus dilakukan sistem buka-tutup dari kedua arah (Banda Aceh-Medan).
Dan sistem buka-tutup ini berlangsung sekitar satu jam untuk masing-masing arah sehingga kami terpaksa mengantri dan terperangkap macet sekitar lebih satu jam, dimana posisi kami di kawasan ini sudah tiba di waktu pelaksanaan sholat magrib.
Makan malamBeberapa saat kemudian kami sudah melewati jembatan Bailey di Kutablang ini. Kemudian kami segera mencari Mesjid terdekat agar bisa melaksanakan sholat magrib.
Selanjutnya kami meneruskan perjalanan dan singgah di kawasan Keudee Matang Geulumpang Dua untuk makan malam terlebih dahulu dengan menu nasi bebek.
Di Cek Pon Bahtera MeureuduSetelah makan malam, kami melanjutkan perjalanan menuju Kota Banda Aceh. Dan kami tiba di kawasan Meureudu sekitar pukul 10 malam.
Kami beristirahat sebentar di sebuah warung kopi yang ada di kawasan Meureudu yaitu warung Cek Pon Bahtera yang terkenal dengan menu Boh Manok Weng nya (Minuman telur kocok).
Warung kopi ini menyediakan berbagai varian minuman Boh Manok Weng sehingga banyak sekali orang seputaran Meureudu ataupun para pelintas yang berkunjung ke warung kopi ini.
Setelah beristirahat kami pun melanjutkan perjalanan ke Kota Banda Aceh. Tetapi Abang merasakan ngantuk yang luar biasa sehingga kami pun berhenti di sebuah mesjid dekat Kota Sigli agar Abang bisa tidur sebentar.
Setelah tidur di dalam mobil sekitar dua jam lamanya kami pun melanjutkan perjalanan dan melewati jalan tol Padang Tiji-Batuissalam. Dan kami tiba di rumah ponakan di kawasan Kampung Kramat Banda Aceh sekitar pukul 04 dinihari.
Acara wisudanya sendiri akan berlangsung di hari ini (21 Mei 2026) di Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala sesuai skedul dan undangan dari pihak kampus.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 










