Ke Lhokseumawe bersama istri

Hagoe's Village: May, 7th 2026
Hari ini aku akan ke Lhokseumawe untuk mengantarkan istriku kontrol di rumah sakit, dan seperti biasanya aku selalu memulai hari ini di awal pagi dengan melaksanakan sholat subuh di rumah.
Sarapan pagiSurat rujukan berobat sudah kami ambil di Klinik Mandiri Bersama Parang Sikureueng pada kemarin siang sehingga di hari ini kami tinggal menuju ke rumah sakit di Lhokseumawe.
Usai melaksanakan sholat subuh aku menyiapkan kopi dan telur rebus untuk ku sendiri dan juga untuk si kecil Alvira yang ditambahkan dengan kentang rebus.
Selanjutnya aku membereskan peliharaan dan tanaman-tanaman kami yang ada di halaman rumah dan kemudian bersiap-siap untuk berangkat ke Lhokseumawe di pagi ini.
Mengantarkan si kecilKami memutuskan untuk menggunakan motor saja ke Lhokseumawe dengan beberapa pertimbangan, seperti potensi kemacetan di kawasan Bayu dan lain-lain.
Untuk itu kami akan menitipkan si kecil Alvira di rumah neneknya di Landeng agar aku dan istriku bisa ke rumah sakit di Lhokseumawe dengan lebih mudah.
Setelah mengantarkan si kecil Alvira ke rumah neneknya di Landeng kami segera Kota Lhokseumawe untuk membawa istriku kontrol di rumah sakit.
Macet di BayuBenar seperti dugaan sebelumnya bahwa akan terjadi kemacetan di kawasan Bayu atau lebih tepatnya di depan Puskesmas Syamtalira Bayu, dimana disitu sedang ada pekerjaan perbaikan jalan dan jembatan yang rusak oleh banjir di akhir tahun kemarin.
Bencana hidrometeorologi yang terjadi di bulan November tahun lalu menyebabkan kerusakan dimana-mana termasuk jalan yang ada didepan Puskesmas Syamtalira Bayu yang putus diterjang banjir.
Saat ini progress perbaikan jalan yang putus ini masih sangat lamban dan entah kapan akan selesainya, sama seperti jembatan Kutablang Kabupaten Bireuen yang berada di jalan nasional.
Untuk kawasan Bayu pihak keamanan terkadang mengarahkan pengendara mobil pribadi dan motor agar melewati jalan pintas yang sebenarnya cukup berat, terutama bagi kendaraan atau mobil yang rendah seperti sedan dan sejenisnya karena jalan tersebut tidak bagus.
Di pagi ini pihak keamanan tidak mengarahkan pengendara melewati jalan pintas tetapi memang kami harus bersabar beberapa saat (berhenti) karena dilakukan sistem buka-tutup bagi kendaraan yang akan melintas.
Di Pantai Jagu LhokseumaweSetelah mengantri beberapa saat kemudian kami pun bisa melewati proyek ini untuk menuju Rumah Sakit Kesrem di Lhokseumawe. Tetapi ternyata kami salah jadwal alias dokternya tidak praktek di hari ini sehingga kami harus kembali di hari berikutnya.
Kami pun berinisiatif untuk melihat kondisi kawasan Pardede Lhokseumawe yang tertimpa musibah kebakaran beberapa hari yang lalu dimana di dekat lokasi kebakaran tersebut ada adik sepupu kami yang tinggal di asrama tentara.
Alhamdulillah rumah adik sepupu tidak ikut terbakar dan hanya bersebelahan dengan lokasi kebakaran. Tetapi suami dari adik sepupu yang seorang anggota TNI mengalami serangan jantung akibat kelelahan saat membantu korban kebakaran yang berada di sebelah rumah mereka.
Dan saat ini suami dari adik sepupunya istriku terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Kesdam di Banda Aceh untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih baik.
Setelah melihat kondisi lokasi kebakaran kami pun menuju Pantai Jagu yang terletak cukup dekat dengan kawasan Pardede, tetapi karena cuaca yang cukup panas di siang ini kami pun segera beranjak dari lokasi tersebut untuk pulang ke rumah kami di Matangkuli.
Makan siangKami tidak ingin kembali terjebak kemacetan di kawasan Bayu seperti halnya tadi pagi sehingga ketika akan kembali ke rumah kami memutuskan untuk melewati Keudee Punteut yang tembus ke jalan Line-Pipa atau kawasan Point A.
Selanjutnya kami menuju Keudee Matangkuli untuk membeli beberapa lauk siap saji untuk menu makan siang kami karena istriku tidak sanggup lagi memasak menu makan siang kami hari ini.
Rumah mertuakuAku hanya istirahat saja di rumah setelah makan siang dan melaksanakan sholat Zuhur sambil menyiapkan postinganku untuk hari ini. Dan setelah selesai sholat ashar barulah kami menuju Puskeswan Matangkuli agar aku bisa melengkapi presensi sore dan kemudian menjemput kembali si kecil Alvira di rumah neneknya di Landeng.
Suasana rumah mertuaku di Landeng yang berseberangan dengan kantor Bupati Aceh Utara tersebut masih berantakan pasca bencana ekologis beberapa waktu yang lalu.
Kami pun belum bisa melakukan rehab rumah tersebut secara maksimal karena masih menunggu realisasi bantuan pemerintah terhadap korban banjir yang belum jelas kapan akan diberikan.
Sebelumnya Pemerintah telah mengumumkan akan memberikan bantuan sesuai dengan jenis serta derajat kerusakannya tetapi belum ada realisasinya, sementara di sisi lain kami tidak mungkin merehab sendiri, yang nantinya akan mempersulit proses realisasi bantuan tersebut.
Terjebak oleh hujanKami pun kembali ke rumah setelah menjemput si kecil Alvira di rumah neneknya karena cuaca sudah terlihat sangat mendung di sore ini dan kami tidak ingin kehujanan nantinya.
Tetapi apa lacur, ketika kami telah tiba di kawasan Simpang Rangkaya, hujan yang cukup deras pun mulai turun sehingga memaksa kami harus berhenti dan berteduh agar tidak kebasahan.
Kami singgah dan berteduh di sebuah lapak penjualan gorengan yang sering menjadi langganan kami. Dan sambil menunggu hujan reda, kami pun bisa menikmati pisang goreng di lapak ini.
Makan malamKetika hujan sudah mulai agak reda kami pun segera meluncur menuju kediaman kami di Desa Hagu karena sebentar lagi akan tiba waktu sholat magrib.
Dan setelah membereskan tanaman-tanaman serta peliharaan kami, kami pun bersiap-siap untuk makan malam dan melaksanakan sholat magrib di sore ini.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 











Hello dear respected user
I hope you are doing well.
We would like to humbly share an important update from our side. On behalf of @friends.witness, we have developed Steemone.com an all-in-one modern platform designed to simplify and enhance the overall Steem experience.
Our goal is to build a complete ecosystem where users can access everything they need in one place without relying on multiple tools or external services. With continuous development, improved usability, and a strong focus on community needs, we believe Steemone.com can play a significant role in strengthening the platform for everyone.
We are fully committed to long-term contribution, transparency, and innovation within the Steem ecosystem.In this regard, we kindly request your valuable support by casting your witness vote for @friends.witness. Your support would greatly inspire us to continue building and delivering even better tools for the community. If you find our work meaningful and promising, your vote would mean a lot to us.
VOTE FOR WITNESS:
https://steemitwallet.com/~witnesses
Or
https://steemone.com/witnesses.php
@friends.witness
Thank you for your time and consideration.
Warm regards,
Team Friends Witness