Peucicah atau urap?

Hagoe's Village: Dec, 30th 2025
Menjelang akhir tahun, aktivitas kami masih dalam suasana recovery pasca bencana ekologis yang terjadi pada akhir bulan kemarin.
Meskipun daerah kami tidak berdampak parah tetapi cukup membuat kami kerepotan sehari-harinya, dan suasana pasca bencana masih terasa di sekeliling dan kediaman kami sendiri.
Memori kolektif kami terhadap bencana ekologis ini masih mendominasi keseharian kami, dimana saat ini banyak orang sudah agak peka terhadap informasi tentang perkembangan cuaca yang disampaikan oleh pihak BMKG.
Sebelum bencana ekologis kemarin, banyak orang tidak peduli tentang informasi dari BMKG, bahkan stakeholder dan pemerintah sekalipun bersikap demikian sehingga ketika bencana datang semuanya kelabakan dan gagap dalam meresponnya.
Ini merupakan sebuah pembelajaran penting bagi semua pihak, sehingga saat ini ada kecenderungan dari berbagai unsur untuk selalu memantau informasi dari BMKG.
Di depan MAN 6 Aceh UtaraKarena sedang ada pemberlakuan kebijakan Flexible Working Arrangement (FWA) dari pemerintah, kami para ASN tidak harus masuk kantor untuk melaksanakan tugas kami.
Setelah selesai sarapan pagi di rumah, kami akan mendampingi si kakak yang akan menjumpai dosen pembimbing skripsinya di hari ini, untuk mendapatkan tanda tangan persetujuan agar bisa mendaftarkan seminar hasil dalam waktu dekat.
Menurut informasi, batas waktu pendaftaran untuk seminar hasil akan jatuh pada tanggal 31 Desember besok, sehingga si kakak harus mengejar waktu untuk membereskan segala administrasi dan persyaratan termasuk persetujuan dari dosen pembimbingnya.
Pada semester ini si kakak hanya akan menyelesaikan tugas akhirnya, karena semua mata kuliah sudah diselesaikannya pada semester lalu.
Kami berharap pada semester ini si kakak bisa menyelesaikan tugas akhirnya dan mengikuti proses wisuda sarjananya sehingga kami tidak harus membayar UKT lagi di semester depan.
Kami harus menjumpai dosen pembimbing skripsi si kakak di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri 6 Aceh Utara di kawasan Nibong untuk mendapatkan tanda tangan persetujuan untuk seminar hasil, karena dosen pembimbing skripsinya sedang ada kegiatan bakti sosial di sekolah ini yang sempat tergenang oleh air saat banjir ekologis bulan yang lalu.
Pihak Universitas Sultanah Nahrahasiyah melakukan kegiatan bakti sosial membersihkan endapan lumpur di sekolah ini, dan dosen pembimbing skripsi si kakak juga ikut serta sehingga sesuai janji yang telah dibuat maka si kakak akan menjumpai dosennya di sekolah ini.
Membeli kopiSesuai janji, pukul 10 pagi kami sudah berada di depan sekolah Madrasah Aliyah Negeri 6 Aceh Utara, dan kemudian si kakak segera turun dari mobil menuju halaman sekolah untuk menjumpai dosen pembimbing skripsinya.
Alhamdulillah berkas persetujuan untuk seminar hasil telah ditandatangani oleh dosen pembimbingnya, dan kami segera beranjak dari lokasi sekolah MAN 6 Aceh Utara tersebut.
Dalam perjalanan pulang, aku berhenti di sebuah gerai kopi di kawasan Simpang Rangkaya. Aku meminta si kecil Alvira untuk turun dari mobil dan membelikan ku segelas kopi espresso panas tanpa gula.
Membeli sayur-sayuranKemudian kami menuju sebuah lapak langganan untuk berbelanja barang kebutuhan kami untuk hari ini.
Kami membeli beberapa jenis sayur-sayuran dan ikan basah di lapak penjualan ikan di Simpang Rangkaya, karena aku ingin membuat sayuran khas Aceh pada hari ini.
Harga barang-barang dan sayur-sayuran di tempat penjualan ini masih agak tinggi kecuali cabe merah yang sedang over supply, karena daerah penghasilnya yaitu Kabupaten Aceh Tengah sedang panen raya sehingga komoditi cabe merah ini membanjiri wilayah sekitar termasuk daerah kami.
Kami membeli sayur sawi pahit yang dihargai 20k IDR per kilogramnya, dan juga membeli sayur-sayuran kampung seperti daun genjer, kacang panjang dan kangkung, karena aku ingin membuat "Peucicah" nanti sore.
Membeli laukSetelah berbelanja di Simpang Rangkaya, kami menuju pasar Keude Matangkuli, karena si Kakak mau membeli beberapa barang kebutuhannya untuk menyiapkan berkas pendaftaran seminar hasil, yang rencananya akan dilakukan pada esok hari.
Kami berhenti di sebuah toko ATK di Keudee Matangkuli agar si kakak bisa membeli barang-barang keperluannya, dan istriku pun membeli beberapa jenis lauk yang dijual di dekat toko ATK.
Kami membeli lauk siap saji di sebuah lapak penjualan di Keudee Matangkuli karena istriku belum sempat memasak menu makan siang kami, dan nantinya baru akan memasak di sore hari untuk menu makan malam kami.
Kopi espressoSetelah membeli lauk, kami segera pulang ke rumah kami. Dan aku masih bisa menikmati kopi espresso panas tanpa gula yang masih tersisa di siang ini.
Aku nongkrong di depan TV sambil menikmati Kopi espresso panas tanpa gula ini, dan juga mencoba menyiapkan postinganku untuk hari ini.
Menjelang waktu makan siang, postingan ku bisa aku selesaikan, yang membuat ku merasa lega. Aku tidak ingin terlalu banyak postingan yang terlewatkan, seperti halnya dua hari yang lalu karena aku mengalami sakit bahu dan lengan pasca bekerja membersihkan endapan lumpur di rumah ibu kami.
Makan siangSaat membeli lauk siap saji tadi di Keudee Matangkuli, tidak lupa aku membeli sayur Peucicah sehingga aku bisa makan siang dengan sayuran tersebut di siang ini.
Dan nanti sore baru kami akan membuatkan sayur Peucicah sendiri dengan bahan-bahan yang telah kami beli tadi di Simpang Rangkaya.
Dan setelah selesai makan siang, aku segera melaksanakan sholat Zuhur, kemudian istirahat saja di rumah sambil mendengarkan lagu-lagu di radio FM.
Aku masih mengurangi interaksi ku dengan handphone agar bahu serta lenganku segera membaik. Dan sebagai hiburan, aku hanya mendengarkan lagu-lagu melalui radio portable jadul milik kami.
![]() | Bahan bumbu |
|---|---|
![]() | Bumbu sudah diulek |
![]() | Bumbu telah dicampurkan |
Persiapan bahan bumbu peucicahSekitar pukul 03 sore, aku dan istriku segera turun ke dapur untuk menyiapkan menu makan malam kami. Aku akan membuatkan sayur Peucicah sedangkan istriku akan membuat sayuran urap permintaan anak-anak kami.
Peucicah adalah makanan tradisional orang Aceh, dan sebagai generasi yang lahir tahun 70-an, menu Peucicah adalah salah satu menu favorit ku.
Berbeda dengan generasi sekarang yang tidak pernah mengalami pengalaman seperti kami sehingga mereka tidak menyukai menu Peucicah ini, dan sebagai gantinya mereka akan dibuatkan sayur urap oleh bundanya.
Aku menyiapkan sendiri menu sayur Peucicah ini dengan bahan bumbu, cabe rawit, kacang tanah, kelapa parut, kemiri dan asam sunti, dimana kacang tanah serta kelapa parut akan digonseng terlebih dahulu.
Bumbu selain kacang tanah dan kelapa parut akan diulek, dan kemudian semuanya akan dicampurkan, agar nantinya bisa dicampurkan dengan sayur-sayurannya.
![]() | Bahan sayur-sayuran |
|---|---|
![]() | Sayur-sayuran sudah direbus |
Persiapan bahan sayur-sayuranSetelah selesai membuat bumbu untuk Peucicah, langkah selanjutnya adalah merebus sayur-sayuran yang telah dipotong-potong tadi di air mendidih.
Proses perebusannya tidak boleh terlalu lama agar sayur-sayurannya tidak lembek, dan yang penting sayurnya tidak terasa mentah lagi.
Peucicah siap disajikanSetelah sayur-sayuran selesai direbus, kemudian ditiriskan agar sayur-sayuran menjadi kering sebelum dicampurkan dengan bumbu yang telah disiapkan sebelumnya.
Alhamdulillah sayur Peucicah bisa ku buatkan di sore ini sehingga aku bisa makan malam dengan menu favorit ku ini.
Urap pilihan anak-anakSementara untuk anak-anak kami yang tidak menyukai menu sayur Peucicah, mereka telah dibuatkan sayur urap oleh bundanya dengan bahan sayur-sayuran yang sama, dan hanya berbeda bumbunya saja.
Dengan demikian tidak ada anggota keluarga yang mengeluh karena semuanya bisa menikmati menu kesukaan mereka masing-masing.
Setelah selesai makan malam, kami segera bersiap-siap untuk melaksanakan sholat magrib untuk hari ini.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 














Congratulations @alee75! Your post was upvoted by @supportive. Accounts that delegate enjoy 10x votes and 10–11% APR.
Thank you for publishing a post on the Hot News Community, make sure you :
Verified by : @mainuna
Thanks 🙏
Curated by : @lirvic