Hari Minggu di rumah saja

Hagoe's Village: Jan, 25th 2026
Hari Minggu adalah kesempatan yang baik untuk beraktivitas di rumah, khususnya untuk membereskan rumah kami pasca bencana ekologis beberapa waktu yang lalu, yang masih meninggalkan banyak tugas buatku.
Disatu sisi masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan untuk hal tersebut, dan disisi lain aku juga memiliki keterbatasan waktu maupun stamina untuk melakukan pekerjaan yang cukup berat itu.
Hal ini membuat aku harus lebih bijak untuk memenej waktu dan stamina ku agar tidak menimbulkan dampak yang buruk bagi kesehatan dan tugas utamaku.
Karena kemarin aku melakukan pekerjaan yang cukup menguras energi maka hari aku hanya akan melakukan kegiatan yang ringan-ringan saja di rumah.
French pressPagi-pagi setelah melaksanakan sholat subuh, aku mulai membuka handphone, melihat notifikasi dan mulai mencicil membuat postingan untuk hari ini.
Kemudian aku menuju dapur untuk membuat kopi espresso panas tanpa gula serta merebus telur ayam untuk sarapan pagi ku sebelum melakukan kegiatan lainnya.
Aku biasa menyiapkan sarapan pagi ku sendiri di rumah dengan merebus telur dan membuat kopi espresso dengan menggunakan French press saja.
Kopi espressoAku tidak pernah melewatkan untuk sarapan pagi meskipun hanya segelas kopi espresso ditambahkan dengan sebutir telur rebus, karena aku faham bahwa tubuh kita membutuhkan sumber energi untuk melakukan beragam aktivitas.
Hanya saja memang aku membatasi asupan karbohidrat, terutama di pagi hari sebagai upaya untuk menjaga tidak terjadinya kenaikan berat badan yang signifikan.
Dengan menu sarapan pagi yang sederhana ini aku bisa menjaga keseimbangan dan berat badan ku diangka 70-an, sesuai proporsi dan tinggi badanku. Dan yang lebih penting adalah tetap membuat ku sehat dan fit untuk melaksanakan semua tugas-tugas ku.
Di rumah adikSetelah selesai sarapan pagi, aku menuju rumah adikku yang terletak di sebelah rumah ibuku untuk melihat proses pembangunan dapur rumahnya.
Aku juga ingin mengobrol dengan tukang yang akan membuat dapur adik yang kebetulan masih merupakan saudara kami, karena aku juga mau meminta tolong si tukang agar melakukan pengacian kamar mandi kami, setelah selesainya pengerjaan dapur adikku.
Ibu dan ayah ku juga ikut melihat kegiatan si tukang yang akan membuatkan dapur adikku, dimana rencananya adikku akan segera menempati rumah ini setelah pengerjaan dapur selesai dilakukan.
Tukang sedang melakukan pengukuranPengerjaan bangunan utama rumah adikku ini sebenarnya telah selesai dikerjakan sebelum bencana ekologis di akhir November tahun lalu. Tetapi kemudian tidak bisa dilanjutkan dengan pembangunan dapur karena banjir terlanjur datang dan kemudian si tukang yang membangun rumah ini pun sakit.
Saat ini pengerjaan dapur rumah sudah bisa dilakukan tetapi si tukang yang lama masih dalam kondisi sakit sehingga adik harus mencari tukang yang lain yang kebetulan masih ada hubungan saudara dengan kami.
Proses pengerjaan dapur rumah adik ini harus dikebut karena rencananya adikku akan menempati rumahnya sebelum bulan Ramadhan tiba, yang hanya tinggal menghitung hari.
Ikan SaleeAdik bungsuku kembali mendapatkan beberapa ikan jurung dari jaring ikan yang dipasangnya di sungai di depan rumah kami.
Dia pun segera menyiangi ikan-ikan tersebut dan kemudian melakukan proses pengasapan seperti sebelumnya. Rencananya ikan-ikan ini akan digunakan untuk menyiapkan menu kenduri yang akan dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan esok.
Dalam tradisi masyarakat Aceh, ada sebuah kebiasaan untuk melakukan sebuah acara yang disebut Kenduri dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Dan untuk itu adikku sudah mulai mempersiapkan bahan-bahan untuk kenduri nanti, yang dalam hal ini adalah Eungkot Salee (Ikan asap).
Setelah melihat proses pengasapan ikan sebentar, aku pun kembali ke rumah untuk menyelesaikan penulisan postinganku.
Cat untuk kamar mandiAku makan siang sendirian saja di rumah pada hari ini, karena istriku dan anak-anak kami sedang pergi ke rumah mertuaku di Landeng untuk membantu mertuaku membereskan rumahnya yang juga terdampak oleh bencana ekologis beberapa waktu yang lalu.
Saat ini rumah mertuaku sedang dilakukan rehab ringan, dan karena mertuaku sudah kembali ke rumahnya maka istriku dan anak-anak akan membantu membereskan barang-barangnya di hari libur ini.
Setelah selesai makan siang, aku melaksanakan sholat Zuhur di rumah saja. Dan kemudian hanya istirahat di rumah sampai menjelang waktu sholat ashar.
Aku juga pergi ke pasar Keude Matangkuli untuk membeli pakan ikan kami yang telah habis dan juga membeli cat, karena kami akan mengganti cat kamar mandi di rumah kami.
Kebetulan anak laki-laki kami sedang libur kuliah sampai beberapa hari kedepan. Dan sebelum dia kembali ke Banda Aceh karena sudah memasuki masa perkuliahan semester genap, dia akan membantu untuk mengecat salahsatu kamar mandi kami.
Mengganti saklar lampuSetelah selesai membeli pakan ikan di sebuah poultry shop, aku beranjak ke sebuah toko bahan bangunan untuk membeli sekaleng cat dinding ukuran 5 kilogram, warna putih yang nantinya akan digunakan oleh anak kami untuk mengecat kamar mandi, dan juga membeli sebuah saklar lampu.
Saklar lampu teras kami rusak sehingga aku harus menggantikannya dengan yang baru. Dan setelah membelinya di pasar, aku akan memasangnya sendiri di rumah.
Sebenarnya aku tidak punya skill kelistrikan, tetapi untuk sekedar mengganti saklar lampu atau pekerjaan sederhana lainnya aku masih bisa melakukannya.
Sebagai laki-laki kita harus bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana di rumah agar tidak harus selalu memanggil tukang untuk memperbaiki alat-alat ataupun rumah kita.
Seperti biasanya aku membereskan tanaman kami di sore hari. Dan beberapa saat kemudian, istri dan anak-anak kami pun sudah kembali dari rumah mertuaku di sore ini.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 







