**My Neighborhood Watch #153-Reporting Events Around us**
Hai sahabat stemians semuanya 🤗
selamat datang di blog saya @suryati1, saya mencoba untuk mengikuti kontes yang di selenggarakan oleh saudara @xkool24 dengan tema "My Neighborhood Watch" tidak lupa mengundang teman-teman saya untuk ikut bergabung disini,@sadaf02, @mini80 ,@wakeupkitty, yuk ikut kontes luar biasa ini.

Antrian makan setelah selesai tahlilan
Mulai dari bulan Januari sampai bulan Juni sudah beberapa orang meninggal di kampung kami dan hari ini sudah terhitung 7 orang, yang bikin sedih dalam minggu ini setelah meninggal ibunya keesokan harinya meninggal pula anaknya dan rumahnya tidak jauh dari rumah ibunya.
Kebiasaan kami kalau di hari ke 5 yang perempuan pergi tahlilan bersama dan saya juga tidak ketinggalan untuk ikut serta dalam acara tahlilan tersebut, setelah sholat zuhur kami pun mulai berkumpul di rumah duka, kami juga mengumpulkan sedikit sedekah untuk di berikan ke pada tuan rumah, sebelumnya juga para warga masyarakat mengumpulkan beras masing-masing keluarga satu bambu beras.
Kalau tidak ada beras boleh juga di ganti dengan uang sebesar Rp 15.000,- setelah tahlilan di tutup dengan doa kemudian di lanjutkan dengan acara makan-makan yang di sebut dengan kenduri, kita tidak di izinkan pulang sebelum makan makanan yang di sediakan.
Acara makan-makan selesai aku pun langsung pulang, saat tiba di rumah aku melihat anak-anak tidak ada satu pun di depan rumah dan sepedanya di parkir di depan pintu, aku pergi mencari dan ternyata mereka sedang asyik-asyiknya berenang di kerambak yang baru diperbaiki dan tanahnya juga dipakai untuk menimbun yang nanti akan di buat rumah adik ipar ku di sana.

Para tamu sedang menikmati makanan yang di sediakan
Aku jadi khawatir ketika tidak ada pengawasan orang tua karena sekarang kerambak tersebut menjadi dalam sekali bahkan orang dewasa bisa tenggelam kalau tidak bisa berenang, aku pun mengawasi mereka dan melarang mereka bermain di tempat yang dalam, kucing ku si utih juga sedang memperhatikan mereka di darat.
Dia tidak beranjak dari tempat duduknya dan memperhatikan terus anak-anak yang bermain di air, aku sibuk bermain dengan ayam-ayam ku yang meminta makan, aku mengupas beberapa kelapa dan memberikan untuk mereka, mereka juga sangat jinak sekali dengan ku, anak-anak ayam yang baru menetas beberapa hari juga ku berikan makanannya supaya cepat besar dan bisa di lepas ke alam.

Menunggu Abangnya mandi di kerambak

Menjaga padi yang sedang di jemur
Kalau sekarang anak-anak ayam belum boleh di lepas karena banyak sekali biawak yang kelaparan berseliweran di sekitar kandang ayam ku, kemarin saja dua ekor anak ayam ku di makan olehnya dan aku terlambat datang untuk menyelamatkan anak-anak ayam tersebut, jadi sekarang mendingan aku kurung saja biar mereka selamat.
Sekian partisipasi saya di kontes yang luar biasa ini, terimakasih sudah singgah dan membaca postingan saya.



Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Terimakasih temanku tim kurator 05 atas dukungannya 🙏🌹
Your piece “Neighborhood Watch” beautifully depicts rural life and social traditions. It is a beautiful feature of our culture that people gather together on religious and communal occasions like Tahleen, help each other and then eat together, and you have described it very simply and realistically. Along with this, you have also included issues of daily life such as child safety, caution in water area and taking care of animals which shows your responsibility and sensitivity. Overall your writing paints a beautiful picture of a simple yet rich rural life.
Terimakasih temanku atas komentar baiknya, ya begitulah keadaan di desa kami masih kental dengan keagamaan, bahkan di beberapa tempat sudah tidak ada acara seperti di tempat kami
Menarik sekali membaca tulisanmu. Hanya saja terasa aneh bahwa setelah pemakaman, ceritanya beralih ke anak-anak yang bermain air dan kemudian... hidup terus berjalan.
Aku bertanya-tanya mengapa begitu banyak orang meninggal dalam waktu singkat.
Di sini ada tambang pasir yang digunakan untuk berenang. Memang tidak selalu aman, jadi ada tali pengaman yang dipasang. Kamu harus tetap berada di dalam area tersebut. Kamu juga tidak boleh masuk ke air jika ada ganggang biru di dalamnya.
Awasi baik-baik kadal-kadal itu!
Saya tidak begitu mengerti tentang apa kompetisi ini. Judulnya menyiratkan bahwa ini tentang keamanan lingkungan, tetapi sepertinya lebih ke segala hal yang terjadi dilaporkan. Saya sendiri tidak suka hal itu dan mengingat reaksi komunitas-komunitas ini pada tahun 2024, saya tidak akan posting di sini lagi.
Saya berharap Anda sukses besar.
P.s. Dulu, di beberapa bagian Belanda, kami membangun rumah di atas terpen. Ini adalah bukit-bukit pasir. Dengan begitu, rumah terlindungi dari air pasang. Itu memang perlu karena sebagian besar wilayahnya berada di bawah permukaan laut.
♥️🍀
Terimakasih temanku atas komentar baiknya, ia saya menceritakan apa yang terjadi di sekitar saya dan lingkungan dimana kami tinggal, cerita dari orang meninggal yang berturut-turut rata-rata orang yang sudah tua dan mereka sakit dan akhirnya meninggal ada juga yang sudah tua tapi tidak sakit sama sekali, mungkin memang sudah tiba saatnya ajal menjemput.
Anak-anak ku dan juga saudara kami berkumpul dan berenang di kerambak, karena kalau ke kolam renang jauh dan memakan biaya yang tidak sedikit, kalau di kerambak pasti gratis.
Kucing ku yang mengawasi anak-anak itu
Thank you for publishing an article in the Steem4nigeria community today. We have assessed your entry and we present the result of our assessment below.
MOD Comment/Recommendation:
Thanks for sharing with us the happenings in your neighborhood. I wish you the very best
Remember to always share your post on Twitter using these 3 main tags #steem #steemit $steem
Hi, Endeavor to join the #Nigeria-trail for more robust support in the community. Click the link Nigeria-trail
Guide to join
Terimakasih temanku atas tinjauannya, doa yang sama juga untuk anda temanku