Istriku kembali harus diopname

Hagoe's Village: Jan, 12th 2026
Kondisi ku di hari ini sudah mulai pulih meskipun belum fit 💯 %. Sementara istriku mengalami keluhan lanjutan, karena sebelumnya mengalami disentri tetapi kemudian mengalami retensi urin.
Gejala seperti ini pernah dialaminya beberapa tahun yang lalu, yang membuat dia harus diopname RSU Cut Meutia serta menjalani prosedur katerisasi uretra, sistoskopi dan dilatasi uretra.
Disinilah untuk pertama kalinya kami mengalami penipuan oleh seorang oknum di ruang bedah rumah sakit yang meminta sejumlah uang kepada kami (100k IDR) dengan argumentasi untuk mengganti biaya botol spesimen yang tidak ditanggung oleh rumah sakit dan BPJS Kesehatan.
Karena sedang panik, aku menyerahkan saja sejumlah uang kepada mereka meskipun kemudian ada tanda tanya besar bagiku, karena tidak ada spesimen yang diserahkan kepada kami pasca operasi.
Selang berapa tahun kemudian, istriku kembali harus menjalani operasi pengangkatan kandung empedu di rumah sakit ini. Aku sudah lupa dengan kejadian penipuan beberapa tahun lalu, sehingga kali ini aku kembali mengalami penipuan oleh oknum yang sama.
Si oknum meminta uang tambahan sejumlah 300k IDR dengan argumentasi untuk penggantian biaya pembelian tempat spesimen yang tidak ditanggung oleh rumah sakit dan BPJS.
Ketika selesai operasi, kami hanya diberikan botol spesimen yang berisi material operasi kantung empedu istriku. Dan ternyata botol plastik tersebut hanya serharga 5-10k IDR saja di pasaran.
Aku tahu harga botol tersebut, karena aku pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan pernah melakukan pengadaan barang seperti itu untuk pelaksanaan tugas kami sebagai dokter hewan pemerintah.
Aku tidak tahu dan tidak menyadari sebelumnya bahwa tempat spesimen yang dimaksud oleh si oknum rumah sakit itu adalah botol seharga 5k IDR. Setelah melihat botol spesimen pasca operasi, baru aku sadar kalau kami telah ditipu lagi.
Berangkat ke LhokseumawePagi ini aku akan masuk kantor Puskeswan Lhoksukon sekalian melakukan presensi pagi di Puskeswan Matangkuli.
Baru sekitar satu jam aku berada di kantor, istriku menelpon dan mengabari bahwa ia sudah tidak tahan lagi dan mau diopname saja di rumah sakit, karena sudah dua hari mengalami retensi urin.
Aku segera kembali ke rumah, dan kemudian bersiap-siap untuk membawa istriku ke rumah sakit di Lhokseumawe agar istriku bisa segera di tangani.
Sebelum menuju Kota Lhokseumawe, kami menjemput si kecil Alvira dari sekolahnya, meskipun jam pulang sekolah belum tiba, karena dia masuk sekolah tadi dan nantinya tidak ada yang akan menjemputnya pulang sekolah.
IGD Rumah Sakit MMC CundaMemori pernah mengalami dua kali penipuan oleh oknum yang sama di RSU Cut Meutia membuat kami enggan berurusan dengan rumah sakit ini lagi. Padahal dokter spesialis urologi tidak tersedia di semua rumah sakit di Kota Lhokseumawe.
Untung saja ada dokter spesialis urologi yang berdinas di Rumah Sakit MMC Cunda, dan kebetulan adalah dokter yang sama yang berdinas di RSU Cut Meutia dan RS Kesrem sehingga kami lebih memilih RS MMC Cunda untuk tempat opname istriku.
Si kecil Alvira dan bundanyaKetika tiba di Rumah Sakit MMC Cunda Lhokseumawe, aku segera memarkirkan mobil di tempat parkir, dan kemudian segera menuju ruang registrasi rumah sakit agar istriku bisa segera mendapatkan penanganan.
Sayangnya fasilitas rawat inap kelas I yang merupakan hak kami sebagai peserta BPJS Kesehatan tidak tersedia di rumah sakit ini (semuanya full). Yang masih kosong hanyalah ruang Sal yang harus berbagi dengan pasien yang lain.
Aku berdiskusi sebentar dengan istri, dan akhirnya memutuskan untuk menerima fasilitas rawat inap yang ada meskipun tidak sesuai dengan hak kami.
Yang penting istriku bisa segera mendapatkan penanganan, dan nantinya bila ada pasien lain di ruang rawat inap kelas I yang pulang, kami bisa beralih dan dipindahkan ke ruang rawat inap kelas I tersebut, sesuai dengan hak kami.
Makan siangTak terasa jam makan siang telah tiba, dan perutku pun sudah keroncongan. Kemudian aku bersama si kakak dan si kecil Alvira menuju sebuah Warung Nasi Padang yang ada di dekat rumah sakit untuk makan siang, setelah mengantarkan istriku ke ruang rawat inapnya di lantai II rumah sakit.
Kami bertiga makan siang dengan menu pilihan kami di Warung Nasi Padang ini. Aku sendiri masih berhati-hati memilih menu karena lambungku belum sepenuhnya normal setelah mengalami sakit beberapa hari yang lalu.
Menu di Warung Nasi Padang rata-rata terasa cukup pedas dan juga menggunakan santan kelapa sehingga aku harus berhati-hati agar lambung ku tidak kembali sakit.
Setelah selesai makan siang di Warung Nasi Padang, kami kembali ke rumah sakit dengan membawakan sebungkus Nasi Padang buat istriku, karena biasanya nasi yang disediakan di rumah sakit kurang membuat kita selera.
Di rumah kakakSetelah berada beberapa saat di rumah sakit, aku dan si kecil Alvira menuju rumah kakakku yang tidak jauh dari Rumah Sakit MMC Cunda, agar aku bisa melaksanakan sholat Zuhur dan istirahat sebentar. Sedangkan si kakak akan menemani bundanya di rumah sakit.
Aku berada di rumah kakakku sampai menjelang waktu sholat ashar untuk melaksanakan sholat Zuhur sekalian menyiapkan postinganku untuk hari ini.
Si kecil Alvira pun bisa istirahat sebentar sambil menonton YouTube di rumah kakakku di sore ini agar dia tidak merasa bosan berada di rumah sakit.
Membeli obat di apotikSetelah selesai sholat ashar, aku akan kembali ke Rumah Sakit MMC Cunda untuk melihat kondisi istriku, sebelum aku bersama si kecil Alvira pulang ke rumah.
Kami singgah di sebuah apotik di dekat tempat tinggal kakakku untuk membeli obat batuk dan vitamin buat si kakak yang akan menemani bundanya di rumah sakit.
Si kakak masih mengalami batuk sehingga kami harus membelikannya obat batuk serta vitamin agar staminanya tidak drop dan agar dia bisa menemani bundanya di rumah sakit.
Di Minimarket Sumber RezekiSetelah membeli obat batuk dan vitamin untuk si kakak, kami bergeser ke sebuah minimarket di sebelah apotik untuk membeli beberapa barang buat keperluan si kakak dan bundanya di rumah sakit.
Selain barang-barang seperti roti, tissue dan beberapa barang lain buat si kakak dan bundanya, kami juga membeli beberapa barang dan Snack buat si kecil Alvira.
Kemudian kami segera kembali ke rumah kakakku, dan kemudian menuju Rumah Sakit MMC Cunda untuk melihat istriku, sebelum kembali ke Matangkuli.
Makan malamAku harus pulang ke Matangkuli bersama si kecil Alvira, karena aku harus melengkapi presensi sore di Puskeswan Matangkuli.
Alhamdulillah, kondisi istriku sudah mulai membaik dan sudah bisa buang air kecil setelah mendapatkan perawatan pertama meskipun dokter spesialis nya belum melakukan visit.
Sehingga tidak mengapa bila aku pulang dan tidur di rumah pada malam ini. Karena si kakak akan menemani bundanya di rumah sakit, dan kondisi istriku pun tidak mengkhawatirkan.
Sebelum tiba di rumah, kami membeli Nasi Ayam Geprek untuk makan malam kami berdua di sore ini.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 









Congratulations! This post has been voted through steemcurator08 We support quality posts, good comments anywhere and any tags.