The Diary Game, April 13, 2026 | I'm bored is a flaw that can't be hidden

in STEEM FOR BETTERLIFE13 hours ago

Nafasku masih terengah-engah saat tiba di MS-Coffee setelah berjalan kaki dari rumah yang berjarak kurang dari 100 meter. Aku tidak bermasalah dengan pernafasan, namun ditengah perjalanan aku terpaksa berlari kecil untuk menghindari hujan ringan yang datang tiba-tiba. Bukan untuk sekedar mencicipi minuman berkafein tinggi, aku sengaja memilih tempat duduk yang nyaman dari suara bising kenderaan bermotor dan pelanggan warung untuk menulis rutinitasku hari ini (Senin) yang dimulai sejak pagi hingga malam hari.

1000169205.jpg
saat menikmati kopi panas di MS Coffee

Pagi itu aku memasuki halaman pendopo Bupati sekitar pukul 09.00 wib setelah melakukan presensi pagi di tempat kerja. Jam kerjaku sempat molor sekitar satu jam setelah aku menerima pesan whatshAp dari rekan kerjaku. Ia berharap aku bersedia menunggunya di kantor karena ada hal penting yang ingin diitarakan.

Aku benar-benar melupakan kewajibanku terhadap laporan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) untuk bulan Maret 2026 sebagai hasil kerja bulanan dan wajib di penuhi oleh setiap ASN yang disiapkan melalui portal ASN digital. Mungkin lumrah, karena aku terlalu fokus dengan kegiatan Verifikasi dan Validasi data warga terdampak bencana banjir dan longsor sejak akhir Maret lalu.

1000169049.jpg
Saat tiba di halaman pendopo Bupati

Aku memasuki gedung utama pendopo, kursi-kursi disana belum sepenuhnya terisi oleh ASN yang bertugas melakukan Verval. Beberapa menit aku habiskan untuk mempersiapkan fasilitas kerja seperti labtob, koneksi jaringan dan pengambilan dokumen warga terdampak bencana untuk kami lakukan Verifikasi dan validasi.

1000169051.jpg
1000169211.jpg
Suasana dalam gedung pendopo
Persiapan fasilitas sebelum Verval

Aktivitasku selanjutnya adalah memanfaatkan jam istirahat untuk menjemput putriku pulang sekolah pada pukul 12.00 wib. Aku hanya menunggunya beberapa menit depan gerbang sekolah hingga putriku muncul di meja guru piket. Tidak banyak hal yang dapat aku ceritakan disini karena cuaca terik dan panas memaksa kami untuk segera kembali ke rumah.

saat menjemput putriku pulang sekolah

Sisa waktuku hanya 60 menit sebelum kembali melanjutkan aktivitas di Pendopo. Setelah melaksanakan shalat dhuhur akun merebahkan badan sejenak di sofa ruang tamu. Selesai menikmati makan siang sederhana berupa nasi putih dengan lauk sambal lado dan tempe goreng aku kembali ke pendopo. Alhamdulillah meskipun hambar di lidah yang penting dapat memenuhi hajat lambungku yang lapar.

Saat melepas lelah

Ya, melakukan pekerjaan yang sama setiap hari pasti menghadirkan rasa bosan! Aku keluar dari ruangan menuju halaman kecil diantara pelataran gedung utama pendopo yang terletak di sebelah kiri untuk menghilangkan rasa suntuk serta untuk merefresh pikiran dan batin. Aku menempati sebuah sofa yang tampak usang, mungkin beberapa tahun lalu sofa tersebut merupakan bahagian dari properti mewah untuk penyambutan tamu-tamu istimewa bapak Bupati yang datang dari berbagai daerah.

Aku dan petugas lainnya terus berupaya semaksimal mungkin melakukan Verval hingga jam pulang kantor tiba pada pukul 16.30 wib. Ya, tugasku sebagai ASN hari ini aku anggap selesai, tapi sebagai kepala keluarga aku harus memenuhi rutinitas keluarga, salah satunya mengamini permintaan istriku berbelanja kebutuhan sehari-hari ke pasar untuk persiapan lauk makan malam dan sarapan besok pagi.

Dari pendopo bupati aku harus menuju ke tempat kerja untuk melakukan presensi sore (absensi pulang kerja) kerja. Aku sempat berbincang-bincang sejenak dengan rekan-rekan disana meskipun suasana di ufuk barat seolah mengabarkan bahwa sebentar lagi suara azan magrib akan berkumandang.

saat menyambangi pedagang sayur

Searah jalan pulang ke kediaman aku sengaja melewati Jl. Listrik untuk berbelanja ke pasar Inpres. Pasar Inpres merupakan pusat perbelanjaan favoritku sejak lama meskipun masih bertahan sebagai salah satu pasar tradisional di kota tersebut. Seperti anda lihat dalam photo dibawah ini dimana aku sengaja menyambangi salah satu lapak pedagang sayuran dan rempah, sesuai permintaan istriku untuk dibelikan beberapa jenis sayur seperti tomat, bawang merah dan bayam.

Tentu saja kelebihan dan kekurangan tetap ada antara pasar modern dan tradisional, dan sisi yang paling mencolok adalah tentang display (penataan barang) dan kenyamanan berbelanja bagi konsumen, sedangkan salah satu kelebihan pasar tradisional hingga masih tetap exis di daerah kami karena masih berlakunya hukum tawar menawar barang antara konsumen dan pedagang.

saat memilih dan membeli sayur

Hanya bermodalkan 20 Steem atau setara dengan 20.000 IDR aku dapat membeli tiga macam bahan baku untuk lauk makan siang, selanjutnya aku keluar dari kerumunan pasar dan membawa pulang pesanan istriku.

Aktifitasku hari ini masih tersisa satu yakni menikmati segelas kopi panas dimalam hari di warung Ms Coffee yang berlokasi di Jl. Listrik, sebagaimana tulisanku di awal postingan ini.

Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..

salam,
@ridwant

Introduce myself

Sort:  

Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.

1001175472.jpg

 13 hours ago 

Thank you @ngoenyi 🙏