Idul Adha Mubarak

Hagoe's Village: May, 27th 2026
Gema takbir Idul Adha sudah terdengar dari mesjid-mesjid dan musholla sejak selesai sholat subuh, dimana ini adalah pemandangan yang biasa terjadi ketika lebaran tiba.
Bahkan tadi malam sudah ada yang mengadakan pawai takbir keliling maupun takbir yang dilaksanakan di panggung-panggung yang didirikan di musholla desa masing-masing.
Sarapan pagiSetelah selesai sholat subuh aku segera menyiapkan sarapan pagi ku seperti biasanya. Walaupun sebenarnya di pagi hari raya idul Adha itu disunnahkan untuk melakukan imsak atau tidak makan dan minum sebelum melaksanakan sholat Ied di Mesjid atau lapangan.
Namun karena sudah terbiasa sarapan pagi dengan segelas kopi espresso panas tanpa gula serta sebutir telur rebus, aku masih menjalani rutinitas sarapan seperti biasanya.
Di Mesjid Baitul Maarif Teupin JalohAku mengeluarkan si Anas kucing kami ke kandang yang ada di teras setelah selesai sarapan dan kemudian segera bersiap-siap untuk berangkat ke mesjid agar bisa melaksanakan sholat Ied di mesjid.
Kami melaksanakan sholat Ied di Mesjid Baitul Maarif Teupin Jaloh yang merupakan mesjid di kampung kami yang mencukupi empat desa sehingga jamaah yang berhadir ke mesjid untuk melaksanakan sholat Ied di pagi ini cukup ramai.
Si Abang bersama bundanyaSetelah selesai sholat Ied di Mesjid Baitul Maarif Teupin Jaloh kami segera kembali ke rumah untuk melakukan tradisi "sungkeman" kepada ketua orangtua kami yang Alhamdulillah keduanya masih hidup dan masih bersama kami.
Lebaran kali ini semua anggota keluarga ku bisa berkumpul di rumah untuk merayakan Hari Raya Idul Adha termasuk anak kami (si Abang) yang sedang kuliah di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, karena dia baru pulang kampung kemarin.
Meskipun liburannya hanya beberapa hari saja tetapi dia tetap ingin pulang kampung untuk berlebaran bersama kami dan keluarga besar kami.
Aku bersama istriSebelum berangkat ke rumah orangtua kami yang ada di sebelah rumah kami untuk melakukan sungkeman, terlebih dahulu kami melakukan acara sungkeman di rumah kami sendiri.
Acara sungkeman adalah sebuah tradisi yang dilakukan saat pelaksanaan lebaran atau Hari Raya (Idul Fitri dan Idul Adha) dalam masyarakat Indonesia dimana anak atau orang yang lebih muda bersimpuh atau berjongkok sambil mencium tangan orang yang lebih tua sebagai tanda penghormatan, bakti, dan permohonan maaf atas segala kesalahan yang pernah dilakukan.
Acara sungkeman terkadang juga dilakukan pada momen-momen seperti saat seorang pengantin memohon doa restu kepada kedua orang tua untuk membina rumah tangga sekaligus mengucapkan terima kasih atas segala bimbingan, didikan dan pengorbanan dari orangtua sejak kita kecil hingga ke jenjang pernikahan.
Setelah kegiatan sungkeman di rumah, kami pun menuju rumah orangtua kami yang ada di sebelah rumah kami untuk melakukan sungkeman bersama dengan anggota keluarga besar kami yang lain yang pada hari ini telah berkumpul di rumah orangtua kami.
Kunjungan lebaranSetelah berada beberapa saat di rumah orangtua kami, kami pun kembali ke rumah karena ada tamu yang datang ke rumah kami untuk berkunjung.
Mereka adalah adik iparku bersama anggota keluarganya dan juga mertuaku yang berkunjung ke rumah kami di hari lebaran ini.
Biasanya kami terlebih dahulu berkunjung ke rumah mertua untuk melakukan sungkeman, tetapi hari ini mereka yang berkunjung ke rumah kami bersama adik iparku serta anggota keluarganya.
Kami pun menyajikan aneka makanan dan minuman seperti layaknya kebiasaan saat merayakan lebaran dalam masyarakat kami. Dan setelah selesai melaksanakan sholat Zuhur di rumah kami barulah mereka pamit pulang.
Lontong sayurBeberapa saat kemudian kami menuju rumah ibuku karena ada saudara kami yang sedang berkunjung ke rumah orang tua kami. Diantaranya adalah Mak cik suryati1 kami yang merupakan adik dari ibuku.
Karena ibu kami adalah anak tertua dalam keluarganya maka banyak adik-adik serta anggota keluarga mereka yang berkunjung ke rumah ibu kami.
Dan kami pun menyajikan aneka makanan dan minuman kepada tamu termasuk lontong sayur yang merupakan menu yang paling sering disajikan saat lebaran tiba.
Berkunjung ke rumah mertuaAku beristirahat di rumah kami sampai menjelang waktu sholat ashar. Dan setelah selesai sholat ashar aku bersama anggota keluarga ku pergi ke rumah mertuaku di Landeng untuk melakukan acara sungkeman.
Karena rumah mertuaku sedang dalam proses rehab maka kami lebih memilih untuk duduk di depan rumah saja bersama saudara-saudara kami yang lain yang juga sedang berkunjung ke rumah mertuaku.
Lontong sayur & Kopi espressoKepada tamu yang berkunjung ke rumahnya mertuaku juga menyajikan aneka makanan dan minuman yang dalam hal ini mertuaku juga menyajikan lontong sayur yang dibuatnya sendiri.
Untuk melengkapinya aku memesan segelas kopi espresso panas tanpa gula dari sebuah gerai kopi yang sudah mulai beroperasi di seberang jalan rumah mertuaku.
Saat ini di sepanjang jalan di seberang jalan rumah mertuaku ada kegiatan penjualan minuman khususnya kopi espresso di waktu sore sampai malam harinya.
Bersiap pulang ke MatangkuliAku pun melaksanakan sholat magrib di rumah mertuaku ketika suara azan magrib sudah terdengar dari musholla terdekat dan kemudian kami pun pulang ke rumah kami di Matangkuli untuk beristirahat.
Aktivitas di hari ini cukup padat, dimulai dari pelaksanaan sholat Ied di Mesjid kemudian sungkeman di rumah orangtua kami, menerima tamu dan juga berkunjung ke rumah mertuaku untuk melakukan sungkeman.
Sekian postinganku kali ini. Selamat Hari Raya Idul Adha. Mohon maaf lahir dan batin. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 











