Kerja dan tanggung jawab keluarga

Hagoe's Village: April, 22th 2026
Kami dibangunkan oleh suara alarm yang kami setel tadi malam untuk memulai aktivitas di pagi hari ini, yang pastinya dimulai dengan menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim untuk melaksanakan sholat subuh.
Kopi pagiPagi ini seperti biasanya aku menyiapkan sarapan pagi untukku sendiri berupa segelas kopi espresso panas tanpa gula dan juga telor rebus. Sedangkan untuk si kecil Alvira aku membiarkannya telor dadar sesuai permintaannya.
Lalu aku bersiap-siap untuk mengantarkan si kecil Alvira ke sekolahnya yang tidak jauh dari rumah kami. Dan kemudian membeli lontong sayur buat istriku serta mie Caluek yang akan kubawa ke kantor sebagai cemilan ku nantinya.
Puskeswan MatangkuliSetelah membeli lontong sayur dan Mie Caluek aku segera kembali ke rumah, dan setelah menyerahkan lontong sayur tersebut kepada istriku, aku pun segera menuju kantor Puskeswan Lhoksukon untuk melaksanakan tugas di hari ini.
Dalam perjalanan tidak lupa aku singgah di Puskeswan Matangkuli untuk melakukan presensi pagi melalui aplikasi Siapacut sebagai bukti aku akan melaksanakan tugas di hari ini.
Di kantor LhoksukonAku memacu kendaraan ku dengan kecepatan sedang karena cuaca pun cukup bersahabat di pagi ini sehingga aku tidak perlu terburu-buru dan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, yang malah bisa berpotensi tidak baik bagi ku.
Aku melaksanakan tugasku sebagai stakeholder peternakan dan kesehatan hewan di kantor Puskeswan Lhoksukon pada hari ini dengan kegiatan rutin dan juga diselingi dengan aktivitas ku mencicil membuat postingan serta mendengarkan video YouTube yang berisi informasi dan perkembangan politik, baik nasional maupun global.
Politik nasional semakin tidak sehat dalam beberapa waktu terakhir, dimana menurut riset lembaga Varieties of Democracy (V-Dem), sebuah proyek penelitian dan pusat data internasional yang berbasis di Universitas Gothenburg, Swedia bahwa telah terjadi penurunan drastis pada indeks demokrasi, kemunduran kebebasan berekspresi, kualitas pemilu, dan dominasi eksekutif yang memicu kekhawatiran menuju negara autokrasi.
Beberapa akademis dan pengamat bahkan mewacanakan impeachment kepada presiden saat ini dan juga diskursus tentang "menurunkan presiden" melalui jalur parlemen jalanan, karena mekanisme impeachment sangat sulit dilakukan saat ini, mengingat realitas politik dan tidak adanya partai oposisi di parlemen.
Di sisi lain banyak pihak malah melaporkan ke polisi para akademisi dan pengamat yang melontarkan diskursus ini dengan tuduhan sebagian makar. Padahal makar itu sendiri tidak bisa diartikan semau-maunya saja dan ada batasan-batasan serta syarat yang ditentukan oleh undang-undang.
Cemilan siangKarena aku sempat membawa Mie Caluek ke kantor Puskeswan tadi pagi, aku bisa menikmati cemilan ini disela-sela kegiatanku di kantor sampai menjelang tengah hari.
Aku juga sempat mengobrol dengan para staf laboratorium veteriner yang mendatangi kantor kami di siang ini, dimana kantor Puskeswan dan laboratorium veteriner terletak dalam satu kompleks perkantoran.
Bibit tanamanSiang ini aku juga mendapatkan buah yang aku tidak tahu namanya, yang diberikan oleh seorang staf kepadaku, yang menurut keterangannya bahwa buah kecil, lonjong dan berwarna merah ini memiliki khasiat yang ajaib.
Buah ini nantinya akan aku jemur di panas matahari dan akan ku jadikan bibit yang akan kutanam di rumah kami.
Sekitar pukul 12.00 wib, aku pun pulang dari kantor karena aku harus menjemput si kecil Alvira dari sekolahnya, untuk pulang ke rumah di siang ini.
Coffee MixKetika tiba di rumah kami pun makan siang bersama dan kemudian bersiap-siap untuk melaksanakan sholat Zuhur di rumah saja.
Aku hanya istirahat saja di rumah sambil mendengarkan lagu-lagu favorit di aplikasi Spotify sampai menjelang waktu sholat ashar, dimana kemudian aku bersiap-siap untuk melakukan presensi sore di Puskeswan Matangkuli.
Aku pergi berdua bersama istriku karena istriku akan berobat di Klinik Mandiri Bersama Parang Sikureueng. Dan sambil menunggu istriku siap berobat, aku nongkrong di sebuah warung kopi dan bandrek yang ada di sebelah klinik tersebut.
Film SamuraiSetelah istriku selesai berobat, kami pun menuju Simpang Rangkaya untuk berbelanja barang kebutuhan kami, dan segera kembali ke rumah setelahnya.
Sore ini aku nongkrong di depan televisi setelah membereskan tanaman dan peliharaan kami, untuk menonton beberapa film samurai dengan menggunakan layanan Indihome di rumah kami.
Film samurai yang aku tonton di sore ini adalah salah satu sekuel seorang samurai legendaris yang bernama Miyamoto Musashi, yang cukup terkenal dalam sejarah samurai Jepang.
Makan malamKemudian kami makan malam bersama di rumah sebelum waktu sholat magrib dengan menu yang diberikan oleh ibuku yaitu Kuah pliek atau sayur pliek yang merupakan salah satu menu favorit ku.
Dan setelah selesai makan malam, kami pun bersiap-siap untuk melaksanakan sholat magrib di rumah saja.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here TEAM 7










