Mengecat pagar bambu

Hagoe's Village: May, 3rd 2026
Memulai hari di awal pagi seperti biasanya aku segera menunaikan kewajiban sholat subuh di rumah saja pada hari ini. Kemudian dilanjutkan dengan membangunkan anak-anak kami untuk melakukan hal yang sama.
Hari Minggu yang merupakan hari libur bukanlah alasan untuk bermalas-malasan dan meninggalkan tanggung jawab sebagai seorang muslim.
Apalagi memang kebiasaan ku yang tidak pernah tidur lagi setelah waktu subuh. Bahkan juga tidur siang pun tidak kecuali hanya rebahan saja untuk memulihkan stamina.
Sarapan pagiUsai melaksanakan sholat subuh aku segera menuju dapur untuk menyiapkan sarapan pagi ku dimana hari ini aku ingin membuatkan martabak dan juga kopi espresso panas tanpa gula sebagai menu sarapan pagi ku.
Di kulkas masih ada tepung yang merupakan bahan dasar untuk martabak yang dibeli oleh istriku beberapa hari yang lalu sehingga tinggal membuatkan martabak telor dengan bahan telur ayam dan juga bahan lainnya seperti cabe, bawang dan juga daun seledri.
Untuk melengkapi cita rasanya, martabak telor ini bisa dimakan dengan sedikit saos tomat yang pedas maupun yang standar sesuai selera. Memang di hari ini aku tidak sempat membuatkan acar yang biasanya di makan bersama dengan martabak telor.
Cat pernisSelesai sarapan pagi, aku segera melanjutkan kegiatan lainnya di akhir pekan ini dimana aku membereskan peliharaan dan tanaman-tanaman kami terlebih dahulu sebelum kegiatan lainnya.
Pagi ini aku akan melanjutkan kegiatan ku mengecat pagar bambu yang telah aku siapkan pada hari kemarin dan kebetulan ada sisa cat pernis di rumah sehingga aku bisa mengecat pagar bambu ini dengan cat pernis tersebut.
Tujuan aku mengecat pagar bambu ini selain untuk alasan estetis juga agar bambu tidak cepat rusak karena area pagar bambu ini nantinya akan sering terpapar oleh air terutama saat aku menyirami tanaman-tanaman yang ada di sisi pagar tersebut.
CemilanHari ini adalah jadwalnya pengajian istriku dan si kecil Alvira di mesjid Al-Khalifah Ibrahim Matangkuli sehingga mereka akan mengikuti kegiatan pengajian tersebut di pagi ini.
Sebelum berangkat istriku sudah menyiapkan mie Caluek sebagai cemilan ku saat mengerjakan pengecatan pagar bambu ini karena mereka baru akan kembali ke rumah menjelang tengah hari.
Mengecat pagar bambuPagar bambu yang ada di pinggir eks kolam ikan koi kami pun selesai aku lakukan pengecatan pada hari ini sehingga tampak lebih bagus dan tentu akan menambah daya tahannya ketika terpapar oleh air karena cat pernis ini dibuat dari minyak dimana air akan sulit menempel disana.
Di sela-sela aku melakukan pengecatan pagar bambu ini aku juga menyempatkan untuk mencicil membuat postingan ku agar tidak banyak postinganku yang terlewatkan oleh bermacam sebab.
Makan siangSekitar pukul 11 siang istriku dan si kecil Alvira sudah pulang dari kegiatan mengajinya di Mesjid Al-Khalifah Ibrahim Matangkuli dan kemudian istriku segera menyiapkan makan siang kami untuk hari ini.
Si kecil Alvira ingin dibuatkan nasi goreng untuk menu makan siang hari ini, dan kami pun tidak berkeberatan sehingga istriku segera memasak nasi goreng kampung dengan bahan yang ada di rumah.
Aku menambahkan sedikit bahan lainnya kedalam nasi goreng porsi ku yaitu sayuran pete yang diberikan oleh adikku kemarin sore sehingga cita rasa nasi goreng ini sedikit berbeda dari biasanya.
Tidak semua orang suka dengan sayuran pete karena biasanya pete memiliki rasa dan aroma yang khas tetapi bagi yang suka tentu ini hal yang cukup enak.
Di Simpang RangkayaSetelah selesai makan siang kami segera melaksanakan sholat Zuhur dan kemudian istirahat sebentar sambil mendengarkan lagu-lagu favorit melalui aplikasi Spotify.
Aku juga merampungkan postingan ku di siang menjelang sore ini, dimana kemudian aku mengajak istriku dan si kecil Alvira untuk pergi berbelanja barang kebutuhan kami di Simpang Rangkaya.
Kami membeli ikan segar di pasar Keudee Blangjruen karena di Simpang Rangkaya tidak tampak ikan yang sesuai dengan selera sedangkan untuk bahan-bahan lainnya seperti sayur-sayuran kami tetap membelinya di Simpang Rangkaya.
Pisang gorengDalam perjalanan pulang ke rumah kami sempat membeli sejumlah pisang goreng untuk kami sendiri dan juga buat ibuku di rumah, dimana kemarin aku sempat mendengar ibu kami ingin pisang goreng.
Meskipun adikku telah membelikan pisang goreng untuk ibu kami tetapi jenis pisangnya bukanlah pisang yang diinginkan oleh ibu kami sehingga sore ini aku kembali membelikannya pisang goreng dari jenis pisang yang diinginkannya.
Makan malamDi sore ini seperti biasanya aku membereskan peliharaan dan tanaman-tanaman kami sebelum waktu sholat magrib tiba, dan setelah semuanya selesai aku pun bersiap-siap untuk makan malam bersama keluarga ku.
Ibu ku mengantarkan penganan tradisional untuk kami di sore ini berupa Peucicah yang dibuat dari bahan tanaman genjer, dan ini adalah salahsatu menu favorit ku sebagai Wong Ndeso...🤭
Dan setelah selesai makan malam kami pun bersiap-siap untuk melaksanakan sholat magrib, dan nantinya akan mengantarkan si kecil Alvira ke tempatnya mengaji.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 









