Mengisi hari libur di rumah

Hagoe's Village: May, 15th 2026
Hari ini adalah hari libur atau cuti bersama yang diberlakukan oleh pemerintah dalam rangka menghormati peringatan kenaikan Isa Al-Masih bagi umat Kristiani.
Untuk itu aku akan melakukan beberapa kegiatan di rumah pada hari ini yang bertepatan dengan hari Jum'at, dimana umat muslim pun memiliki ritual ibadah khusus yaitu pelaksanaan sholat Jum'at di mesjid bagi kaum laki-laki.
Setelah melaksanakan sholat subuh, aku membuka handphone untuk melihat notifikasi di WhatsApp dan kemudian membuka aplikasi TikTok dengan tujuan mendengarkan orang yang biasanya melakukan live atau siaran langsung dengan membaca/menghafal Al-Qur'an atau muroja'ah.
Baru saja aku masuk ke aplikasi, sebuah video tiktok lewat di beranda akunku tentang video atau template AI. Aku pun mencoba menggunakan template tersebut yang menghasilkan sebuah video pendek seakan-akan aku sedang memainkan gitar.
Tetapi memang hasilnya tidaklah persis seperti aslinya atau tidak sempurna. Namanya juga AI, tentu banyak kekurangannya. Dan sebagai hiburan tentu itu bisa di maklumi.
Sarapan pagiKemudian aku mulai turun ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi ku sebelum melanjutkan kegiatan lainnya di hari ini.
Kemarin siang aku sudah menerima orderan bubuk kopi dari sebuah toko online di Takengon yang terkenal sebagai salahsatu daerah penghasil kopi yang berkualitas di Aceh.
Daerah ini terkenal dengan produksi kopi Arabika dan kopi robusta yang berkualitas bahkan untuk kualitas ekspor. Dan karena bubuk kopi tersebut sudah tiba maka aku bisa membuatkan kopi espresso panas tanpa gula sebagai sarapan ku di pagi ini.
Teras rumahSetelah selesai sarapan pagi aku mengeluarkan si Anas kucing kami ke kandang yang ada di teras rumah kami. Begitu pula dengan motor kami yang aku keluarkan dari dalam rumah menuju ke teras rumah.
Di garasi rumah kami ada beberapa motor milik ayahku dan adik-adikku yang diparkirkan sejak kemarin saat air banjir mulai menggenangi desa kami.
Karena sampai tadi malam air banjir belum surut maka motor-motor tersebut tetap disimpan dan diparkirkan di garasi rumah kami karena fondasi rumah kami tergolong cukup tinggi hampir sekitar dua meter.
Jalan di depan rumahPagi ini air banjir sudah mengering atau sudah tidak terlihat lagi di halaman rumah maupun di jalan dan kebun di depan rumah kami. Aku pun segera menuju rumah kakak untuk membawa pulang mobil kami yang aku amankan disana sejak kemarin saat air banjir mulai naik.
Tetapi ini hanyalah bersifat sementara, dimana aku terus memantau perkembangan atau kondisi cuaca di wilayah kami. Bila ada potensi hujan lebat dan juga banjir susulan maka aku akan kembali mengamankan mobil kami ke rumah kakak.
Proses pembuatan kursiPagi ini aku akan melanjutkan kegiatan ku untuk membuat kursi dengan bahan bambu kuning sisa pembuatan pagar eks kolam ikan koi beberapa hari yang lalu.
Sejak kemarin aku sudah mulai melakukan pengukuran serta pemotongan bahan bambu kuning tersebut sehingga hari ini aku akan melanjutkan kegiatan tersebut.
Memang proses pembuatannya sedikit lambat karena beberapa alasan. Aku memiliki peralatan kerja yang terbatas, sementara bahan bambu ini cukup keras yang merupakan suatu tantangan tersendiri.
Mie CaluekWalaupun demikian aku tetap bersemangat untuk melakukannya karena memang aku suka melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti itu, terutama di hari libur seperti ini.
Istriku pun telah menyiapkan cemilan siang untukku berupa Mie Caluek kesukaan kami. Dan aku pun baru menghentikan kegiatanku menjelang siang karena sebentar lagi aku harus ke mesjid di kampung ku agar bisa melaksanakan sholat Jum'at di siang ini.
Tape ketanAku segera mandi dan membersihkan badanku agar bisa segera ke mesjid Baitul Maarif Teupin Jaloh. Sebelum berangkat ke mesjid aku makan siang terlebih dahulu di rumah bersama keluargaku.
Sepulang dari mesjid aku istirahat sebentar dan kemudian kembali melanjutkan kegiatanku membuat kursi bambu di teras rumah kami.
Istriku kembali mengeluarkan tape ketan yang ada di dalam kulkas dan mengantarkannya ke teras tempat aku sedang membuat kursi bambu sebagai cemilanku.
Simpang RangkayaAku mengerjakan kursi bambu ini sampai menjelang waktu sholat ashar. Kemudian aku segera mandi dan membersihkan badanku agar bisa melaksanakan sholat ashar di rumah.
Setelah selesai sholat ashar aku mengajak istriku dan si kecil Alvira ke Simpang Rangkaya agar kami bisa berbelanja barang kebutuhan kami di tempat langganan.
Setelah selesai berbelanja kami segera kembali ke rumah karena aku harus membereskan tanaman-tanaman dan peliharaan kami di sore ini seperti biasanya.
Cemilan soreSore ini aku akan duduk santai di teras rumah sambil menikmati cemilan yang telah disiapkan oleh istriku sebelum membereskan peliharaan dan tanaman-tanaman kami.
Aku tidak melanjutkan kegiatan pembuatan kursi bambu pada sore ini untuk menghemat tenaga, karena aku sudah bekerja begitu keras sejak tadi pagi.
Setelah membereskan tanaman-tanaman dan peliharaan kami, aku pun bersiap-siap untuk makan malam serta melaksanakan sholat magrib bersama keluargaku.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 








