The Diary Game, May 15, 2026 | Enjoying day off with my son
Aku selalu berharap terbebas dari mimpi buruk meskipun kehidupan nyata yang kuhadapi lebih buruk! Aku sering mengajak istriku bercanda hal-hal receh dan tidak penting, karena menurutku yang tidak penting akan menjadi penting bagi kebahagiaan batin kami dan keharmonisan rumah tangga. Tidak ada alasan membalut sejuta masalah kami dengan senyuman melainkan untuk menutupi intervensi buruk, karena kenyataannya banyak yang menikmati ketimbang memperbaiki.
Libur cuti bersama pada Jum'at tidak lantas membuatku bebas dari rutinitas, mungkin anak-anak bisa melanjutkan mimpi indah mereka setelah melaksanakan shalat subuh, sedangkan aku harus mencuci sepeda motor, membersihkan halaman rumah, dan selanjutnya mulai bersiap berbelanja ke pasar Inpres ketika bentuk sang surya mulai sempurna di arah timur.
Aku pikir aktivitasku pagi ini sudah memenuhi sebahagian dari tanggungjawabku sebagai kepala rumah tangga, lantas sekitar pukul 10.00 wib aku pamit pada istriku untuk mencicipi segelas kopi panas di warung Cikgu yang berlokasi di kawasan Simpang Kuta Blang. Setiba disana aku tidak tahu harus melakukan apa, phonselku hanya penuh dengan nofikasi email tentang akun google utamaku yang bermasalah.
Aku tidak berpikir tentang berakhirnya sejumlah usdtku di binance, media sosial dan masalah lainnya yang berhubungan dengan akun utamaku kecuali berhubungan dengan portal layanan resmi my-ASN yang dikeluarkan oleh BKN. Upayaku untuk memulihkan akun google ku mungkin belum berakhir karena aku masih memiliki opsi terakhir yakni pemulihan menggunakan kartu kredit.

Benar, waktu seperti berjalan begitu cepat ketika dihantui perasaan gelisah, aku segera menghabiskan sisa kopi dalam gelas dan beranjak menuju masjid Agung Islamic Center untuk melaksanakan ibadah shalat Jum'at.
![]() | ![]() |
|---|---|
Selesai kegiatan shalat Jum'at aku kembali ke rumah untuk makan siang dan berkumpul dengan keluarga. Putriku dan kawan-kawannya sangat menikmati hari libur meskipun dibawah terik panas matahari, ya! mereka tidak memiliki beban berlebihan kecuali memiliki waktu bermain dan jajanan.

Aku sengaja merebahkan badan dan tidur, mungkin dengan cara ini perasaan gelisahku terlewati hingga satu jam kedepan. ..aku terbangun saat anak lelakiku menghampiri tempat tidurku, dengan santun ia mengajakku ke warung CikGu, bukan untuk ngopi tapi ia perlu tempat yang nyaman untuk menyelesaikan tugas sekolahnya.
Setelah membersihkan badan dan mengganti pakaian, kami menuju ke warung kopi langganan yang jaraknya hanya sekitar 500 meter dari kediaman kami. Belum pun 30 menit kami disana suara azan shalat Asar mulai berkumandang melalui toa-toa masjid terdekat. Beberapa saat setelah azan aku dan putraku bergegas ke masjid Baitul Bida Kuta Blang dengan berjalan kaki, karena jaraknya kurang dari seratus meter dari warung tempat kami nongkrong.

Putraku Abang Fathul kembali melanjutkan tugas sekolahnya melalui labtob. Aku kembali menikmati minuman berkafein tinggi sambil berupaya mencari tahu permasalahan dan tentang cara pemulihan akun google ku yang bermasalah. Ya, hari liburku tidak seindah ekspektasiku! Seharusnya aku dapat memanfaatkan hari libur untuk melakukan banyak kegiatan lain, atau liburan kecil dengan keluargaku ke pantai Ujong Blang yang sebelumnya aku rencanakan dengan matang.
Sebelum matahari terbenam kami harus kembali ke rumah meskipun tugas sekolah Abang Fathul belum selesai.
Malamnya aku juga harus menemaninya di warung MS Coffee, berharap ia dapat merampungkan tugas sekolahnya disana. Untuk ketiga kalinya aku kembali dengan gelas kecil berisi kopi, namun aku belum terinspirasi untuk melakukan apapun melalui phonselku melainkan menikmati suasana malam di warung kecil yang terletak pinggir jalan Listrik tersebut.
Sekian... Terima kasih banyak atas kunjungan dan mungkin anda membacanya..
salam,
@ridwant






https://x.com/i/status/2056204296916722078
Upvoted! Thank you for supporting witness @jswit.
Thank you sir @max-pro 🙏