Tahun baru, harapan baru?

Hagoe's Village: Jan, 1st 2026
Aku bangun di pagi ini sekitar pukul 04.30 wib untuk makan sahur bersama istriku, karena kami ingin melanjutkan kegiatan puasa Sunnah di hari kamis. Dan kebetulan hari ini adalah hari pertama di tahun 2026. Semoga tahun ini akan penuh dengan keberkahan serta perlindungan dari Allah SWT. Aamiiin....
Suasana pagiSetelah selesai makan sahur, kami melaksanakan sholat subuh di rumah saja. Cuaca di subuh ini cukup dingin, karena tadi malam turun hujan di wilayah kami.
Begitu pula saat pagi datang, suasana masih sejuk, dan awan pun terlihat mendung saja, walaupun tidak hujan lagi.
Aku mulai mencoba mencicil membuat postingan di pagi ini sebelum melakukan kegiatan lainnya di rumah. Dan aku tidak kemana-mana di pagi ini sampai menjelang siang hari.
Rumah ibu kamiHari ini, adik-adik ku ternyata sedang membersihkan ruang dapur ibu ku, karena rencananya nanti sore ibu dan ayah ku akan kembali ke rumah, setelah lebih satu bulan mengungsi ke rumah adikku di Keudee Matangkuli, dan juga di rumah kakakku di Lhokseumawe.
Banjir yang terjadi pada akhir bulan November yang lalu, menyebabkan rumah ibu kami tergenang oleh air dan juga endapan lumpur. Begitu pula ada bagian rumah, seperti dapur dan garasi yang rusak.
Kami pun belum bisa sepenuhnya membersihkan dan membereskan rumah ibu, karena kondisi endapan lumpur yang masih ada di sekeliling rumah, yang menjadi kendala utama.
Karena ibu sudah sangat ingin kembali ke rumahnya maka kami mencoba membersihkan dan membereskan rumah ibu secara bergotong royong. Tetapi aku tidak sanggup untuk berpartisipasi pada hari ini, karena aku sedang melaksanakan puasa.
Rumah mertuakuSementara anak-anak kami sedang berada di rumah mertuaku untuk membersihkan rumah nenek mereka yang juga terdampak oleh banjir. Bahkan rumah mertuaku harus di rehab sebelum ditempati.
Sejak banjir, mertuaku tinggal dan mengungsi ke rumah kami, serta ke rumah adik ipar kami di Lhokseumawe, sejak dua Minggu yang lalu. Dan mereka pun sama, ingin segera kembali ke rumahnya.
Sehingga kami juga harus membersihkan dan membereskan rumah mereka secepat mungkin, agar bisa segera ditempati lagi.
Kantor Bupati Aceh UtaraRumah mertuaku terletak di pinggir jalan negara, di Desa Alue Drien Landeng, yang berdekatan dengan Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara atau Kantor Bupati Aceh Utara.
Memang hari ini adalah hari libur tahun baru 2026, sehingga pusat pemerintahan ini terlihat sepi. Tetapi memang, sejak kejadian banjir dan pemberlakuan status darurat bencana daerah, aktivitas di kantor Bupati ini agak sepi, karena sebagian besar aktivitas perkantoran kembali dilaksanakan di beberapa gedung yang masih dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, di Kota Lhokseumawe.
Bahkan saat ini status Kabupaten Aceh Utara masih dalam masa tanggap bencana sehingga banyak aktivitas perkantoran dan juga kegiatan masyarakat pada umumnya belum normal seperti sediakala.
Membersihkan barang-barangSekitar pukul 03 sore, aku mengajak istriku dan si kecil Alvira untuk keluar rumah menuju rumah mertuaku di Landeng untuk melihat kegiatan anak-anak kami, ponakan dan juga adik ipar yang sedang membersihkan rumah mertuaku.
Nantinya kami juga harus berbelanja di Simpang Rangkaya untuk mempersiapkan menu iftar kami di sore nanti.
Anak-anak kami sudah berada di rumah neneknya sejak pagi tadi, dan mereka membersihkan serta mencuci barang-barang milik neneknya bersama ponakan kami dan juga adik ipar.
Kondisi rumah mertuaku masih cukup berantakan, dan nantinya juga direncanakan akan dilakukan rehab ringan (untuk sementara), dan kemudian akan diteruskan dengan rehab berat.
Mencuci motorSelain membersihkan barang-barang milik neneknya, mereka juga mencuci motor mereka yang terlihat kotor, karena selalu turun hujan dalam beberapa hari terakhir, yang membuat motor cepat kotor.
Aku juga meminta agar si Abang mencuci motor kami, sebelum kami kembali ke rumah di sore ini.
Simpang RangkayaSetelah motor kami selesai dicuci, kami segera pulang, karena kami harus berbelanja di Simpang Rangkaya untuk persiapan menu iftar kami di sore ini.
Kami membeli bahan-bahan untuk membuat batagor dan juga beberapa barang lainnya di Simpang Rangkaya, dan kemudian segera pulang, karena cuaca pun terlihat kembali mendung, dan kami pun harus menyiapkan menu iftar kami.
Rendang JengkolSaat kami berada di rumah mertuaku di Landeng tadi, kami mendapatkan pemberian rendang jengkol dari seorang tetangga mertuaku, sehingga rendang jengkol ini bisa sebagai salahsatu menu untuk iftar ku.
Saat ini hanya aku yang bisa menikmati rendang jengkol, sedangkan istriku tidak bisa lagi memakan jengkol sejak dia mengalami masalah di saluran perkencingan nya dua tahun yang lalu.
Jadi sejak istriku mengalami hal tersebut, kami tidak pernah lagi memasak rendang jengkol di rumah. Aku hanya makan rendang jengkol bila membelinya di warung ataupun ketika mendapatkan pemberian dari tetangga atau saudara-saudara kami.
![]() | Batagor |
|---|---|
![]() | Bumbu kacang |
Batagor untuk iftarSesampai di rumah kami segera melaksanakan sholat ashar, dan kemudian mulai menyiapkan menu iftar kami, termasuk membuat batagor, seperti yang telah direncanakan semula.
Batagor adalah salahsatu menu jajanan kesukaan kami sekeluarga. Dan di sore ini kami tidak membeli batagor seperti biasanya di penjual batagor. Tetapi kami membuatnya sendiri di rumah, karena bahan-bahannya pun telah kami beli tadi di Simpang Rangkaya.
Batagor ini seperti namanya, yang merupakan kepanjangan dari Bakso tahu goreng, dibuat dari bahan-bahan seperti Bakso dan tahu yang digoreng. Dan kemudian ditambahkan dengan sayur kol dan kentang yang direbus dan juga telor rebus.
Untuk memakannya akan dilengkapi dengan bumbu kacang yang dibuat terpisah dan sesuai selera masing-masing.
Menjelang waktu sholat magrib, batagor dan menu iftar lainnya sudah selesai disiapkan sehingga kami bisa segera berbuka puasa saat azan magrib terdengar dari TOA mesjid kampung kami.
Kentang gorengSetelah selesai magrib, ayah dan ibu kami sudah tiba di rumahnya bersama kakak kami. Ternyata beliau sudah tidak betah lagi di rumah kakak dan ingin segera kembali ke rumahnya, sehingga kakak mengantarkan mereka pulang pada sore ini.
Seperti biasa ibuku selalu membawa pulang oleh-oleh dan cemilan untuk cucunya, dan malam ini ibuku membawakan kentang goreng untuk cemilan kami.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 













--
Congratulations! This post has been voted through steemcurator08 We support quality posts, good comments anywhere and any tags.