Kesibukan di hari Senin

Hagoe's Village: May, 11th 2026
Senin yang merupakan hari kerja kantoran aku akan melakukan beberapa kegiatan, baik yang merupakan urusan personal maupun tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.
Aku pun memulai hari seperti biasanya untuk melaksanakan tugas sebagai seorang muslim dan kemudian menyiapkan sarapan pagi agar bisa melanjutkan kegiatan lainnya seperti membereskan tanaman-tanaman dan peliharaan kami serta melakukan aktivitas lainnya di luar rumah.
Puskeswan MatangkuliAku segera bersiap-siap untuk melaksanakan tugas sebagai stakeholder peternakan dan kesehatan hewan dimana pada pagi harinya aku harus melakukan presensi pagi di Puskeswan Matangkuli.
Selebihnya aku bisa berada dimana saja untuk terus memantau pelaksanaan tugas para staf di kantor yang sedang memberikan layanan kesehatan hewan kepada peternak.
Bisa melalui WA grup ataupun langsung berada di kantor atau malah ikut serta dengan para staf yang sedang melaksanakan tugasnya di lapangan.
Sejak aku tidak lagi menduduki jabatan struktural di dinas dan beralih ke jabatan fungsional Medik Veteriner Madya, aku memiliki sistem kerja yang lebih fleksibel sesuai tugas pokok dan fungsi kami.
Berbeda dengan saat masih menjabat sebagai Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Eselon III) yang lebih banyak mengurusi birokrasi dan administrasi, saat ini aku lebih santai dalam bekerja karena tugasku lebih banyak berada di lapangan atau melakukan supervisi terhadap para petugas di lapangan.
Mesjid Keudee AronAku terus memantau pelaksanaan tugas para staf melalui WA grup di hari ini, dan kemudian aku dan istriku menuju sekolah tempatnya adik ipar bertugas di Aron untuk mengambil barang yang merupakan oleh-oleh untuk kami sekeluarga.
Saat kami tiba di mesjid Keudee Aron, adik ipar sudah menunggu kami disana dan setelah mengambil barang pemberian adik ipar kami pun segera beranjak dari lokasi tersebut.
Berbelanja barang kebutuhanDalam perjalanan pulang kami singgah di Simpang Rangkaya untuk berbelanja barang kebutuhan kami di tempat biasanya, dimana kami membeli sayur-sayuran dan beberapa barang kebutuhan lainnya.
Selanjutnya kami segera kembali ke rumah karena sebentar lagi kami akan pergi ke Rumah Sakit Kesrem di Lhokseumawe untuk membawa istriku berobat disana.
Sebelumnya kami menunggu si kecil Alvira pulang sekolah terlebih dahulu sebelum berangkat ke Lhokseumawe di siang ini.
Rumah Sakit Kesrem LhokseumaweSekitar pukul 12 siang kami pun menuju Kota Lhokseumawe dan sempat singgah terlebih dahulu di rumah kakakku di Cunda untuk melaksanakan sholat Zuhur di hari ini.
Setelah melaksanakan sholat Zuhur kami segera menuju Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe yang terletak di jalan Samudera Kp. Jawa Lhokseumawe.
Suasana rumah sakit di siang ini terlihat cukup ramai bahkan sudah seperti pemandangan di pasar ikan (pasar becek). Aku tidak tahu mengapa hal itu terjadi. Yang pasti sistem pelayanan di rumah sakit ini sudah jauh berbeda dengan kunjungan terakhir kami di rumah sakit ini.
Alih-alih suasana menjadi lebih tertib pasca perubahan ini, yang terlihat olehku di siang ini adalah sebuah pemandangan yang cukup amburadul.
Untuk menunggu proses registrasi saja kami harus mengantri sampai satu jam lebih. Padahal kami telah melakukan pendaftaran melalui aplikasi mobile JKN sejak tadi pagi.
Memang saat ini sistem pelayanan kesehatan secara umum sedang menjadi sorotan dimana banyak warga masyarakat yang sebelumnya biaya pengobatannya ditanggung oleh pemerintah tetapi mulai mei ini mereka harus membayar secara mandiri (yang desil 8+).
Gubernur Aceh melalui Peraturan Gubernur yang dikeluarkan tanpa proses serta tahapan dan partisipasi publik yang memadai, telah menyebabkan berbagai "kekacauan" di tingkat akar rumput.
Hal ini menyebabkan banyak elemen masyarakat dan mahasiswa melakukan demonstrasi yang menuntut pencabutan Peraturan Gubernur Aceh yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat.
Sate Padang dan coffee mix.Setelah melakukan registrasi dan harus mengantri lebih dari satu jam, kemudian istriku pun mendapatkan giliran untuk Konsul dengan dokter.
Tetapi karena harus menunggu cukup lama untuk mengambil obat di apotik rumah sakit, kami pun menuju sebuah warung kopi yang ada di depan rumah sakit tersebut.
Kami memesan Sate Padang dan coffee mix untuk cemilan kami di sore ini karena kami merasa lapar setelah menunggu dan mengantri berobat di rumah sakit.
Si Abang sedang di museum. Foto-foto milik @lutfihakim12Kami pun teringat dengan putra kami yang sedang menempuh pendidikan sarjana di FKIP USK Banda Aceh karena dalam beberapa hari terakhir elemen mahasiswa dan masyarakat yang ada di Banda Aceh sedang melakukan demonstrasi untuk menuntut pencabutan Peraturan Gubernur Aceh tentang penghapusan JKA bagi sebagian warga masyarakat.
Tanpa public hearing dan sosialisasi yang memadai, pemerintah daerah mengeluarkan peraturan gubernur yang membuat banyak warga masyarakat tidak bisa lagi mendapatkan layanan kesehatan secara gratis seperti sebelumnya.
Padahal layanan kesehatan gratis tersebut merupakan amanah dari MoU Helsinki dan UUPA (Undang-undang Pemerintah Aceh), buah dari perdamaian Aceh-Indonesia.
Bahkan JKA ini adalah salahsatu janji kampanye Gubernur yang terpilih dan menjabat saat ini. Tetapi setelah terpilih malah menjilat ludah sendiri dan mengingkari janji kampanye sebelumnya.
Memang janji para polisi tidak bisa dipegang. Mereka hanya membual dan memberikan janji-janji palsu di masa kampanye untuk meraih suara dan mendapatkan kekuasaan.
Begitu mereka berkuasa mereka segera melupakan konstituennya bahkan mengkhianati rakyat yang telah memilihnya dan membayar pajak, dimana mereka digaji dengan pajak yang dibayarkan oleh rakyat.
Kami cukup was-was dengan kondisi ini terutama istriku yang sangat khawatir akan terjadi apa-apa bila anak kami yang sedang berada di Banda Aceh untuk kuliah itu ikut dalam demonstrasi.
Sehingga sore ini kami menelpon anak kami (@lutfihakim12) untuk mengetahui kondisinya dan aktivitasnya saat ini. Dan Alhamdulillah, ternyata saat ini anak kami sedang berada di museum dalam rangka menyelesaikan tugas mata kuliahnya di kampus.
Hal ini dibuktikan dengan beberapa foto yang dikirimkannya melalui Whatsapp sehingga membuat bundanya (istriku) menjadi lebih tenang.
Makan malamSetelah menyantap Sate Padang serta menikmati coffee mix, kami kembali ke rumah sakit untuk mengambil obat di apotik rumah sakit.
Dan kemudian kami segera pulang ke rumah kami di Matangkuli karena hari sudah menjelang sore dan sebentar lagi aku harus membereskan tanaman-tanaman dan peliharaan ada serta makan malam sebelum melaksanakan sholat magrib.
Setelah selesai sholat magrib aku hanya istirahat saja di kamar sambil membaca dan melakukan kurasi terhadap beberapa postingan karena kami cukup lelah beraktivitas di luar rumah seharian penuh.
Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!
@ alee75
Click Here 











