Sebulan pasca banjir, masih berantakan

in Steem For Lifestyle4 days ago

IMG20251227100834.jpg

div.png

Hagoe's Village: Dec, 27th 2025

Sebulan pasca bencana ekologis yang terjadi di daerah kami, suasananya masih amburadul, dimana rumah-rumah warga masih berantakan dan halaman serta kebun di desa kami masih dipenuhi oleh endapan lumpur dimana-mana.

Aku bangun pagi dan merasakan badanku sakit semua, karena aku terlalu lelah ketika bekerja membersihkan endapan lumpur di rumah ibu kami bersama saudara-saudara yang lain sampai menjelang malam kemarin.

Dan ternyata hampir semuanya merasakan hal sama, karena pada dasarnya kami tidak terbiasa bekerja sedemikian berat sehari-harinya.

Tetapi karena semangat kebersamaan untuk segera memenuhi keinginan ayah dan ibu kami agar mereka bisa segera kembali ke rumah, kami pun bekerja bergotong royong membersihkan rumah ibu kami, tanpa mengenal lelah.

IMG20251227090912.jpg

Sarapan pagi

Pagi ini anak-anak ingin membeli nasi uduk sebagai menu untuk sarapan mereka. Sedangkan aku hanya memilih sarapan seperti biasa, telur rebus, beberapa potong tempe goreng dan jeruk.

Aku juga meminta mereka untuk membelikan ku kopi espresso panas tanpa gula di sebuah gerai yang ada di Keudee Matangkuli untuk melengkapi sarapan pagi ku hari ini.


IMG20251227100904.jpg

Suasana hujan

Pagi ini hujan kembali turun di daerah kami walaupun tidak begitu deras. Tetapi tetap membuat kami tidak bisa berkegiatan di luar rumah pada pagi ini.

Dan sebenarnya, hujan juga turun tadi malam sampai menjelang waktu subuh, yang membuat udara terasa lebih dingin di pagi ini.


IMG_20251228_084339.jpg


IMG_20251228_084324.jpg

Si Abang sedang mengantarkan bantuan bencana. Screenshot si Abang

Menjelang siang kami mendapatkan informasi dari anak kami @lutfihakim12 yang sedang melakukan perjalanan menuju Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah bersama bundanya.

Mereka akan menempuh perjalanan jauh yang cukup berat melalui jalur Lhokseumawe-Bireuen-Takengon-Bener Meriah, dalam rangka mengantarkan barang-barang bantuan kepada korban terdampak bencana ekologis di dua Kabupaten tersebut (Aceh Tengah dan Bener Meriah).

Si Abang sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan karena dia adalah anggota Pramuka dan juga kader Tagana Aceh dalam beberapa tahun terakhir.


IMG20251227110713.jpg

Menonton film

Suasana hujan di hari ini membuat aku tidak bisa melakukan kegiatan di luar rumah, dan akhirnya aku hanya berada di rumah saja sambil menyiapkan postinganku untuk hari ini.

Aku juga menonton beberapa film di channel TV dengan fasilitas Indihome yang menggratiskan tayangan di banyak channel dalam rangka liburan Natal dan Tahun Baru pada tahun ini.


IMG20251227113658.jpg

Bantuan banjir

Menjelang siang, kami mendapatkan kiriman bantuan banjir berupa salep antibiotik dan juga obat analgesik-antipiretik dari pihak aparatur desa kami.

Pasca bencana ekologis yang terjadi pada akhir bulan November kemarin berbagai pihak telah menyalurkan bermacam barang bantuan kepada korban terdampak di tiga provinsi di Sumatera.

Barang-barang bantuan tersebut berupa bahan makanan, minuman, obat-obatan serta perlengkapan, seperti kain, selimut dan lain-lain.

Dalam hal desa kami memang bantuannya tidak begitu massif karena desa kami tidak begitu parah dampak yang dialaminya dibandingkan dengan desa-desa yang sampai saat ini masih ada yang belum bisa diakses dengan perjalanan darat.

Hal ini membuat pemerintah Aceh memperpanjang status masa tanggap darurat bencana sampai 14 hari ke depan, sampai nantinya semua daerah yang mengalami dampak bencana ekologis bisa teratasi.

Bila semua wilayah terdampak sudah bisa dilakukan kegiatan tanggap darurat maka selanjutnya akan dilakukan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi, seperti halnya kegiatan rehab dan rekon pasca Bencana tsunami Aceh di tahun 2004 lalu.


IMG20251227142420.jpg

Endapan lumpur

Aku makan siang di rumah bersama keluargaku dan kemudian melaksanakan sholat Zuhur untuk hari ini. Selebihnya aku hanya istirahat saja di rumah karena badanku juga belum fit betul pasca bekerja bergotong royong membersihkan endapan lumpur di rumah ibu kami kemarin.

Kemudian aku mengajak istriku untuk keluar rumah agar kami bisa berbelanja dan mengambil kembali ambal kami yang ada di sebuah doorsmer.

Jalanan yang kami tempuh di desa kami masih terlihat becek karena baru saja turun hujan. Begitu pula kebun di kanan-kiri jalan dan halaman rumah para warga desa yang masih dipenuhi oleh endapan lumpur.

Kami tidak memiliki kemampuan dan sumber daya untuk membersihkan endapan lumpur di desa kami karena cakupan wilayah yang tergenang lumpur cukup luas.

Sehingga kami hanya bisa pasrah dan menunggu endapan lumpur tersebut mengering yang entah kapan terjadinya.

Kami hanya mampu membersihkan bagian dalam rumah masing-masing, dan itupun belum maksimal karena di sekeliling rumah masih dipenuhi oleh endapan lumpur.


IMG20251227144103.jpg

Membeli sayur-sayuran

Kami berbelanja di Simpang Rangkaya, dimana disana kami membeli sayur-sayuran, ikan asin dan ikan basah di tempat langganan kami.

Harga barang-barang yang dijual masih mengalami kenaikan kecuali harga cabe merah, karena saat ini terjadi over supply cabe merah yang berasal dari Kabupaten Aceh Tengah yang sedang panen raya dan dijual murah-murah ke daerah sekitar, termasuk daerah kami.

Selain cabe merah, harga barang-barang lain termasuk sayur-sayuran masih tergolong mahal. Bahkan harga daging ayam ras meningkat dua kali lipat daripada harga sebelum bencana ekologis terjadi.


IMG20251227151712.jpg

Minum bandrek

Setelah selesai berbelanja di Simpang Rangkaya, kami segera menuju doorsmer untuk mengambil ambal kami yang telah dicuci disana.

Kemudian kami menuju Parang Sikureueng karena istriku ingin berobat di Klinik Mandiri Bersama, karena dia sedang kurang sehat pasca menjaga anak dan ponakan kami yang diopname beberapa hari yang lalu.

Aku memarkirkan mobil kami di depan sebuah warung bandrek di dekat Klinik Mandiri Bersama, dimana istriku segera berobat di Klinik Mandiri Bersama sedangkan aku dan si kecil Alvira menunggunya di warung bandrek tersebut.


IMG20251227154405.jpg

Mengambil ambal

Setelah istriku selesai berobat di Klinik Mandiri Bersama, kami segera pulang ke rumah dan membawa pulang belanjaan serta ambal kami yang telah dicuci di sebuah doorsmer.

Saat banjir terjadi di akhir bulan November kemarin, salah satu ambal kami sempat terendam oleh air sehingga kami harus membawanya ke doorsmer agar bisa dicuci.

Dan setelah beberapa hari kemudian kami baru bisa mengambilnya kembali, karena sudah kering.


Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!

Regards

@ alee75

Ciptakanlah keindahan di dalam hati Anda, dan keindahan di sekitar Anda akan mengikuti - Jalaluddin Rumi

We invite you to support @pennsif.witness for growth across the whole platform through robust communication at all levels and targeted high-yield developments with the resources available.
Click Here
Sort:  

Es difícil superar fácilmente una terrible tragedia como la que vivieron hace un mes gracias a Dios todos han recibido apoyo por este lamentable suceso, los precios de los productos aumentan porque hay poca producción y los comerciantes se aprovechan de la necesidad de las personas

 3 days ago 

Terima kasih atas komentarnya. Benar, menghadapi kondisi pasca bencana memang tidak mudah. Dan sebenarnya lebih berat dan lebih krusial. Dampak dari bencana ekologis tersebut akan berlangsung lama, sementara stamina dan endurance para korban semakin melemah. Semoga kami bisa menghadapi hari-hari yang berat di depan...🙏