Panen Pisang Dari Kebun Sendiri

in WhereINyesterday

Pagi ini aku jalan santai ke kebun pisang belakang rumah. Udara masih dingin, embun masih nempel di daun, dan suaranya cuma kicau burung sama daun yang ketiup angin.

Di antara beberapa pohon, ada satu yang udah nunduk. Buahnya penuh, kulitnya mulai menguning. Tanda dia siap pamitan dari pohonnya. Aku nggak buru-buru. Aku diam dulu sebentar, ngeliatin dia.
Rasanya aneh, bangga tapi juga nggak tega.
Soalnya beberapa bulan lalu dia cuma pohon kecil yang aku siram sambil mikir “ntar jadi nggak ya?”.

Ternyata jadi.
Dan hari ini aku yang petik sendiri.

Aku bawa pulang tandannya. Nggak berat, tapi rasanya penuh. Ibu langsung ambil, cuci, terus direbus pelan-pelan di dapur.
Aromanya nyebar ke seluruh rumah. Manis, hangat, kayak pagi yang lagi dimasakin.

Pisang rebus itu sederhana.
Nggak butuh gula, nggak butuh tambahan apa-apa.
Tapi karena dia datang dari kebun sendiri, rasanya jadi istimewa.

Aku jadi mikir, mungkin kebahagiaan itu kayak gitu juga.
Nggak perlu mewah. Cukup datang dari usaha kecil yang kita jaga sendiri, terus dibagi sama orang yang kita sayang.

Pas pisangnya matang, aku makan bareng ibu di teras. Panas, manis, dan pulen.
Dan rasanya… puas banget. Puas karena aku tau dari mana dia datang.

Buat teman Wherein, Steemit yang lagi nanam sesuatu, tahan ya.
Kadang hasil pertamamu nggak banyak.
Tapi rasanya cukup buat bikin kamu mau nanam lagi.

Salam kompak selalu.

By @midiagam

WhereIn Android