You are viewing a single comment's thread from:
RE: Pointers untuk Artikel Opini
Saya tidak suka pointers dan tidak suka presentasi pakai power point, saya lebih suka interaksi langsung karena kalau pakai power point, semua jadi fokusnya ke sana bukan yang dibicarakan.
Saya sebenarnya suka juga 'berdrama' dengan Power Point. Tapi yang jelas PP bukan paper atau artikel. Ia hanya kain perca kerja untuk publik yang suka dengan visualisasi entertainment dan bukan dengan refleksi akademik.