Pointers untuk Artikel Opini
Tulisan ini hadir demi melihat gejala penulis-penulis di Steemit yang menulis artikelnya dengan cara membuat pointers.
Bagi saya ini mungkin kecelakaan sejak ditemukan teknologi Power Point dalam presentasi. Sejak teknologi short cut itu ada, orang tak lagi membuat makalah atau paper tapi hanya memainkan efek psikologi visual dalam wujud bulkonah (bulat, kotak, dan panah). Peradaban literal punah pelan-pelan.
Bagi penulis, membuat presentasi seperti itu menyesakkan. Salah satu pemikir Indonesia yang tak suka dengan Power Point adalah Daniel Dhakidae, mantan Litbang Kompas. Salah dua yang juga tak suka dengan presentasi Power Point adalah Yudi Latif, Ketua Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP).
Makanya, membuat Pointers dalam artikel adalah mematikan dan memiskinkan opini Anda. Daripada menjejer pointers terlalu banyak, yang bisa jadi copy and paste dari belantara dunia maya, lebih bagus menarasikan atau menggambarkan dua-tiga poin penting saja yang menurut Anda cocok. Dari situ air kata-kata dari sumsum pikiran Anda diuratkan, didagingkan, dan didarahkan.
Tentu tak ada yang bisa memaksa Steemians. Namun jika Anda malas dan hanya membuat pointers dalam tulisan, yakinlah budaya Steemit tidak akan bergerak menjadi tradisi literasi baru. Dunia stagnan akan kembali menghampiri.
Tulisan menjadi hidup dengan narasi. Informasi terhimpun dengan deskripsi. Pilihan diksi dan metafora yang Anda seleksi akan menjadikannya mempribadi. Tulisan itu menjadi Anda.
8 Oktober 2017


Nice cilp steemit video post shearing thank you pelese my vote
Saya tidak suka pointers dan tidak suka presentasi pakai power point, saya lebih suka interaksi langsung karena kalau pakai power point, semua jadi fokusnya ke sana bukan yang dibicarakan.
Saya sebenarnya suka juga 'berdrama' dengan Power Point. Tapi yang jelas PP bukan paper atau artikel. Ia hanya kain perca kerja untuk publik yang suka dengan visualisasi entertainment dan bukan dengan refleksi akademik.
info yang sangat bermanfaat
Nyaris saja saya menulisnya dengan pointer tadi. Tapi ndak jadi. Oh ya, foto lagak tat hehehe
Ide muncul ketika lihat penjaga hotel itu berdiri....hahahaha.
membuat pointer maksudnya gimana om?
sorry ane masih newbie yang butuh pencerahan
Salam hangat pak @teukukemalpasya
Mohon partisipasi dalam blog saya
https://steemit.com/story/@said-nuruzzaman/mengganti-kunci-yang-baru-2017108t1571134z
Thanks pak
Have a nice day.
Mantaaap
Dalam kajian2 eksakta mungkin kebalikannya. Pointer2 itu akan membuat tujuan lbh mudah dipahami dan tdk terjadi multi tafsir terhadap suatu kasus.
Mantap bg @teukukemalfasya. Informasi yg sangat berguna.