Banjir lagi

in Nature & Agriculture2 days ago

IMG20260514085108.jpg

div.png

Hagoe's Village: May, 14th 2026

Pasca bencana ekologis beberapa bulan yang lalu, hari ini di wilayah kami kembali terjadi banjir akibat hujan deras yang turun sejak kemarin sore. Dan sampai malam harinya, air banjir masih menggenangi pemukiman kami.

Hujan yang turun cukup deras di sore kemarin telah menyebabkan banjir di beberapa tempat di sekitar tempat tinggal kami. Alhamdulillah sampai tadi malam suasana masih terkontrol di wilayah kami.

Aku sempat memantau perkembangan melalui aplikasi TikTok dimana banyak yang melakukan siaran langsung atau Live tentang perkembangan kondisi banjir di desa-desa mereka.

IMG20260514071429.jpg

Sarapan pagi

Hari ini adalah hari libur dalam rangka kenaikan Isa Al-Masih dimana pemerintah memberlakukannya sebagai hari libur nasional bagi ASN dan juga kegiatan perkantoran termasuk aktivitas pendidikan.

Walaupun ini adalah hari libur tetapi aku sudah membuat beberapa rencana untuk mengisi liburan ini terutama untuk membuat kursi dari bahan bambu. Dan seperti biasanya aku bangun di awal pagi untuk melaksanakan sholat subuh terlebih dahulu.

Setelah selesai melaksanakan sholat aku segera menyiapkan sarapan pagi ku sebelum melanjutkan kegiatan membereskan peliharaan dan tanaman-tanaman kami.


IMG20260514071515.jpg

Mie Hun goreng

Sementara istriku memasak mie hun goreng dan menyiapkan beberapa bahan makanan lainnya di pagi ini karena sebentar lagi istriku dan anak-anak akan berlibur atau berwisata ke tempat pemandian atau Water Boom.

Bahan makanan ini merupakan perbekalan yang akan dibawa nanti saat menuju lokasi Water Boom agar nanti siang mereka bisa makan bersama dengan rombongan lainnya.

Aku tidak ikut serta dan ingin melanjutkan kegiatanku membuat kursi dari bahan bambu kuning sisa pembuatan pagar eks kolam ikan koi kami beberapa hari yang lalu.


IMG20260514085052.jpg

Air sungai

Di pagi ini aku akan mengantarkan si kakak ke sekolahnya di salahsatu Sekolah Menengah Pertama di Syamtalira Aron dimana nantinya si kakak akan berangkat ke lokasi Water Boom bersama dengan para guru dari sekolah tempatnya mengajar.

Kegiatan liburan ini merupakan inisiatif dari para guru di sekolah tempat si kakak bekerja dimana para guru juga akan membawa keluarga mereka untuk berlibur di lokasi Water Boom ini.

Saat mengantarkan si kakak menuju SMPN 2 Syamtalira Aron aku melihat kondisi air sungai di jembatan Parang Sikureueng yang cukup keruh akibat hujan yang terjadi sejak kemarin sore.


IMG20260514085135.jpg

Pulang mengantarkan si kakak

Setelah menurunkan si kakak di halaman mesjid Keudee Aron aku segera kembali ke rumah karena sebentar lagi istriku dan si kecil Alvira juga akan menyusul si kakak ke lokasi Water Boom.

Istriku dan si kecil Alvira akan berangkat bersama dengan adik iparku untuk menuju lokasi Water Boom Mangat Ceria sehingga aku akan mengantarkan mereka agar mereka bisa sama-sama menuju lokasi.


IMG20260514091005.jpg

Sungai didepan rumah

Aku akan melanjutkan kegiatan pembuatan kursi bambu di rumah pada pagi ini dimana aku mulai menyortir bahan bambu sisa, kemudian mengukur sesuai desain kursi yang akan ku buat serta memotong-motong bambu tersebut agar nantinya bisa dirakit menjadi sebuah kursi bambu yang estetik.

Aku juga memantau kondisi air sungai yang ada di depan rumah kami untuk jaga-jaga apabila air sungai terus naik, karena aku sempat melihat tayangan live tiktok di beberapa desa di sekitar tempat tinggal kami masih terjadi banjir di pagi hari tadi.

Tidak tertutup kemungkinan hal itu juga akan terjadi di desa kami, mengingat wilayah atau desa kami merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sama dengan mereka.

Kondisi pagi ini, air sungai di depan rumah kami baru merangkak naik di sekitar bantaran sungai dan menggenangi sebagian area kebun kami.


IMG20260514120044.jpg

Makan siang

Aku bekerja memotong bahan bambu kuning untuk kursi ini sampai menjelang tengah hari dimana siang ini aku mendapatkan kiriman orderan bubuk kopi yang diantarkan oleh seorang kurir paket.

Ketika aku menerima paket tersebut aku meletakkannya di ruang makan dan kemudian aku makan siang terlebih dahulu dengan menu yang telah disiapkan oleh istriku sebelum dia berangkat ke lokasi Water Boom.


IMG20260514132111.jpg

Mengungsikan mobil

Usai makan siang aku bersantai sebentar di ruang tengah di depan televisi untuk menonton film di aplikasi YouTube dengan menggunakan layanan Indihome.

Aku pun mendengar suara riuh anak-anak yang bermain di depan rumah kami, dan kemudian aku keluar untuk melihat siapa yang sedang berada di jalanan di depan rumah kami.

Ternyata itu adalah suara anak-anak di desa kami yang sedang bermain air di jalan depan rumah kami. Rupanya air banjir sudah mulai menggenangi jalan di depan rumah kami sehingga anak-anak desa berdatangan untuk bermain air banjir.

Aku pun segera mengeluarkan mobil kami yang ada di garasi rumah dan mengungsikannya ke lokasi yang lebih aman, yaitu di lokasi pembangunan rumah kakakku.

Aku menghindari kejadian banjir seperti tahun lalu dimana ketinggian air banjir mencapai dua meter di wilayah kami. Untung saja saat itu aku telah mengamankan mobil sejak kemarinnya sehingga mobil kami tetap aman.

Begitu pun siang ini, aku segera mengamankan mobil kami sebelum air banjir naik semakin tinggi agar jika nantinya banjir semakin tinggi maka mobil kami sudah berada di tempat yang lebih tinggi yang dalam hal ini adalah di rumah kakakku.


IMG20260514132944.jpg


IMG20260514133056.jpg

Air semakin naik

Setelah memarkirkan mobil di lokasi pembangunan rumah kakak, aku segera kembali ke rumah sambil berjalan kaki yang berjarak sekitar 300 meter.

Aku terus memantau kondisi air banjir agar aku bisa menyikapinya sesuai dengan kondisi dan urgensinya, yang dalam hal ini adalah tindakan mitigasi jika banjir semakin naik.

Menjelang sore air banjir semakin naik dan sudah menggenangi sebagian area rumah ibu kami sehingga aku segera menuju rumah ibu untuk membantunya mengamankan barang-barang agar tidak tergenang atau terbawa oleh air banjir.


IMG20260514140156.jpg

Unboxing Orderan coffee.

Setelah membantu mengamankan barang-barang milik ibuku ke tempat yang lebih tinggi, aku kembali ke rumah untuk beristirahat sejenak.

Aku juga melakukan unboxing pesanan bubuk kopi yang diantarkan oleh seorang kurir paket tadi siang. Alhamdulillah bubuk kopi yang aku pesan di toko online kemarin sudah tiba pada hari ini sehingga bila terjadi banjir pun aku sudah punya stok bubuk kopi di rumah.

Aku biasanya sarapan pagi dengan menu telur rebus dan segelas kopi espresso panas tanpa gula yang aku buat sendiri dengan menggunakan French press.

Sehingga bubuk kopi ini merupakan salahsatu bahan yang harus selalu ready di rumah kami selain beberapa bahan lainnya yang merupakan bahan konsumsi sehari-hari.


IMG20260514145858.jpg

Mengamankan motor

Menjelang sore hari, air banjir naik semakin tinggi walaupun naiknya tidak begitu progresif bila dibandingkan dengan kejadian bencana ekologis pada akhir tahun kemarin.

Aku pun memutuskan untuk membawa keluar motor kami agar aku bisa pergi kemana-mana nantinya jika rumah kami sudah terkurung oleh air banjir.

Apalagi nantinya aku akan menjemput istriku dan anak-anak yang pulang dari lokasi wisata Water Boom serta berbelanja barang kebutuhan kami.

Aku meletakkan motor di rumah seorang kerabat kami yang tidak jauh dari rumah kami, dan nantinya akan menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

Bila airnya semakin naik maka aku akan memindahkannya ke lokasi yang lebih tinggi atau ke rumah kakakku, dimana mobil kami telah aku amankan disana.


IMG20260514193710.jpg

Kondisi banjir di malam hari

Alhamdulillah air banjir tidak naik lagi menjelang waktu sholat magrib sehingga aku bisa membawa pulang motor kami ke rumah.

Aku tidak membawa pulang mobil ke rumah dan tetap mengamankannya di rumah kakak karena aku masih ragu apakah banjir betul-betul akan surut atau malah kembali naik.

Langit yang terlihat masih mendung membuatku tidak mau bertaruh dengan kondisi ini, dimana bila banjir naik dan mobil kami tenggelam tentu akan mengakibatkan kerugian yang besar nantinya.

Jadi, demi keamanan biarlah mobil tetap berada di tempat yang aman sampai nantinya suasana betul-betul kondusif dan aku bisa membawa pulang mobil kami ke rumah.

Sampai malam ini air banjir masih menggenangi pemukiman kami walaupun tidak menunjukkan adanya penambahan ketinggian air banjir. Mudah-mudahan air banjir segera surut nantinya.


Sekian postinganku kali ini. Stay Healthy and Fun, Ciao...!

Regards

@ alee75

Ciptakanlah keindahan di dalam hati Anda, dan keindahan di sekitar Anda akan mengikuti - Jalaluddin Rumi

We invite you to support @pennsif.witness for growth across the whole platform through robust communication at all levels and targeted high-yield developments with the resources available.
Click Here